
Di suatu tempat awan terlihat sangat gelap walau seharusnya cuaca hari ini cerah, Ratu Iblis Ophys sedang menatap lautan ke arah barat.
"Lima tahun yang lalu, kekuatan itu terlahir kembali, apakah mereka akan bekerja sama dan bisa mengungkap rahasia masa lalu itu?!" gumam Ophys sambil tersenyum memandang lautan, dirinya menghadap ke arah barat.
Sementara itu di sebuah pulau yang dipenuhi bunga sakura, salah satu dari Lima Penguasa yang selalu berperang melawan Kekaisaran Bahamut dan menantang Aliansi Bangsa - Bangsa.
Pemimpin dari kelompok itu bernama Hiryuu, dirinya sedang meminum sake bersama salah satu pemimpin Lima Penguasa yang bernama Bisma, mereka berdua menikmati dedaunan yang berjatuhan dan angin yang sepoi - sepoi di bawah pohon sakura.
Lima Penguasa dikenal juga sebagai Lima Raja, karena lima kelompok organisasi ini memiliki anggota yang bisa dibilang cukup banyak dan kuat bahkan kekuatannya setara dengan sebuah pasukan militer kerajaan. Lima Raja adalah organisasi yang dianggap sebagai kriminal oleh Aliansi Bangsa - Bangsa, baik itu kelompok milik Kazan, Ophys, Hiryuu maupun Bisma.
"Nah, Hiryuu aku selalu penasaran sejak kau kembali dari Benua Tak Terjamah, kau selalu bertarung tanpa alasan melawan orang - orang barat dan selalu menantang pasukan penegak pemerintahan sialan itu." Bisma meminum sake sambil bertanya pada Hiryuu, Bisma memliki tubuh yang besar dan terlihat berumur empat puluhan tahun dengan rambut berwarna abu - abu.
Benua Tak Terjamah adalah nama lain dari Benua Ezzo, karena benua ezzo adalah salah satu dari tiga benua yang tak terjamah, sedangkan orang barat adalah sebutan untuk pasukan militer Kekaisaran Bahamut.
"Bisma, apa kau percaya aku melewati dunia lain dan terbang dengan menaiki burung besar, ketika aku pergi ke benua itu, lautan iblis yang dirumorkan sangat mengerikan." Hiryuu mengenang ketika sepuluh tahun yang lalu dirinya bersama beberapa anggotanya pergi ke Benua Ezzo.
"Entah aku menyebutnya tempat itu seperti apa, namun ketika aku melewati lautan tiga penjuru, keanehan terjadi disana." Hiryuu mencoba menjelaskan tentang laut selatan atau yang dikenal dengan lautan iblis.
"Mungkin aku harus menyebutnya segitiga bermuda?!" Hiryuu mengelus jenggotnya sambil menatap teman baiknya itu.
Bisma meminum sakenya kembali bahkan lebih banyak dari yang barusan dia minum sambil mendengarkan cerita Hiryuu.
"Aku mencari catatan kuno dan sebuah prasasti yang leluhurku cari, cerita turun - temurun yang tidak pernah terputus oleh zaman, apa kau ingin mengetahuinya, Bisma?!" Hiryuu tersenyum sambil memegang pundak Bisma.
"Aku tidak tertarik dengan hal seperti itu, aku hanya ingin menciptakan sebuah negeri impian tanpa ada diskriminasi!" Bisma tersenyum pada Hiryuu.
Bisma lahir disebuah negara dimana negara tempat kelahirannya itu dijajah oleh Kekaisaran Bahamut selama dua ratus tahun lebih, sehingga dirinya mengumpulkan banyak anak muda di negerinya untuk membuat sebuah organisasi dan menciptakan sebuah negeri kecil sendiri.
"Hahaha, itu sulit dicapai selama kelima negara yang memiliki hak istimewa di aliansi bangsa - bangsa memegang hak pemerintahan dunia, coba kau lihat kelima negara itu yang mereka lakukan hanya menjajah negeri lain, dan menganggap tindakan mereka adalah sebuah kedamaian dan keadilan!" Hiryuu menatap langit kemudian melihat Bisma yang menatap dirinya.
"Hiryuu, sepertinya kau tahu banyak tentang hal itu?" Bisma mengerutkan dahinya menatap teman baiknya itu.
"Sebenarnya umurku sudah tidak lama lagi ... " Hiryuu memejamkan matanya.
__ADS_1
"Ingat perkataanku, aku percaya suatu saat di masa depan, tercatat ribuan tahun sejarah dipundaknya, seseorang yang mewarisi kekuatan surgawi sepertiku, ketika seseorang itu berhasil menyatukan seluruh dunia maka dunia akan menjadi tempat yang damai tidak seperti sekarang ini!" Hiryuu batuk darah ketika mengatakan hal itu pada Bisma.
"Hiryuu, kau ... " Bisma menatap cemas Hiryuu yang batuk darah.
"Bisma, apa kau mau kuberitahu cara untuk sampai ke Benua Tak Terjamah?!" Hiryuu meminum sakenya kembali sambil menunggu jawaban dari Bisma.
Pria itu selalu terbuak kepada Bisma karena mereka telah mengenal satu sama lain ketika masih muda.
"Aku tidak tertarik dengan hal itu!" jawab Bisma kemudian pria itu juga meminum sakenya kembali.
"Hiryuu aku juga pernah mendengar tentang kekuatan surgawi, apakah orang yang memliki kekuatan itu adalah orang yang spesial?!" Bisma penasaran dengan kekuatan surgawi sehingga dia bertanya kepada Hiryuu, kebetulan teman baiknya itu selalu suka bercerita apa saja kepada Bisma.
"Ini akan menjadi cerita panjang, tidak kusangka kau tertarik dengan hal seperti itu." Hiryuu mengelus jenggotnya sambil menatap Bisma.
"Aku mempunyai anggota yang mempunyai kekuatan itu, tapi aku mendengar darinya, dia memiliki kekuatan itu ketika dirinya meminum air suci?!" Bisma memijat keningnya sambil mencoba mengingat sesuatu.
"Seingatku tidak ada air suci yang memiliki kekuatan surgawi seperti milikmu, yang hanya dimiliki oleh orang - orang terpilih atau dari keturunan keluargamu." Bisma menambahkan.
"Ini kasus langka, aku baru pertama kali mendengarnya, pemilik kekuatan surgawi terpisah - pisah diseluruh belahan dunia, leluhurku menjaga catatan kuno dan prasasti secara turun - temurun." raut wajah Hiryuu terlihat serius sambil tangannya memegang lutut kakinya.
"Bos, saat itu ketika kita menemukan prasasti dan catatan yang bos cari, bukankah seluruh anggota klan yang menjaganya telah dibunuh?!" sahut salah satu anggota Hiryuu, seseorang lelaki yang bernama Dante yang sedang duduk berdua bersama orang yang mendampingi Bisma yaitu Feng Huang.
Dante berumur tiga puluhan tahun sedangkan Feng Huang terlihat berumur masih muda sekitar sembilan belas tahun.
"Kita sudah membacanya dan mereka yang disana mempersilahkan kita untuk masuk ke tempat yang mereka anggap sebagai tempat suci itu, ketika ada kabar pembunuhan massal, pada saat itu kita telah pergi jauh ke utara, aku tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu!" Hiryuu meneteskan air matanya.
"Beberapa orang yang mengetahui sejarah masa lalu, mereka akan berusaha memutuskan seluruh ikatan darah keturunan yang memiliki kekuatan surgawi!" Hiryuu terus meneteskan air matanya sambil meminum sakenya, sedangkan Bisma yang mendengarnya mengerutkan dahinya melihat teman baiknya yang meneteskan air mata.
"Tetapi ikatan darah itu tidak akan pernah putus, aku bisa merasakan bahwa sembilan tahun lalu telah lahir salah satu pemilik kekuatan surgawi, dan lima tahun lalu aku juga merasakannya kembali!" Hiryuu mengusap air matanya, Bisma hanya meminum sakenya kembali sambil mendengarkan cerita Hiryuu.
"Aku belum mengungkap semuanya, aku hanya diberitahu oleh roh didalam diriku, sehingga aku berbuat seperti itu?!" Hiryuu menambahkan.
"Hiryuu, jika kau tidak keberatan bisakah kau beri tahu aku cara pergi ke pulau raksasa itu?" Bisma terlihat bersemangat kali ini dan mencoba mengalihakan pembicaraan karena dirinya sudah bosan mendengar cerita Hiryuu.
__ADS_1
"Pulau itu selalu berpindah - pindah karena itu adalah sebuah pulau kura - kura besar yang berenang mengarungi lautan!" jawab Hiryuu sambil melanjutkan meminum sakenya.
"Tapi jika kau ingin menciptakan sebuah negeri tanpa diskriminasi, pulau itu sangat cocok untukmu, Bisma?!" Hiryuu tersenyum mengenang ketika dirinya datang ke pulau itu.
"Apa maksudmu?!" Bisma menjadi semakin penasaran.
"Aku melihat di pulau itu terdapat ras yang berbeda tetapi tempat itu sangat damai, indah, dan tidak ada diskriminasi! Disana semua orang saling menghargai satu sama lain!" Hiryuu menyipitkan matanya melihat reaksi teman baiknya itu yang mendengar ceritanya terlihat sangat senang.
"Hiryuu, apa yang terjadi jika pemilik kekuatan surgawi tidak mewariskan kekuatan itu." Bisma mengalihkan pembicaraan karena cemas dengan kondisi Hiryuu karena barusan temannya itu batuk darah.
"Jika oang yang memiliki kekuatan surgawi mati tanpa sempat mewariskannya ..., kekuatan surgawi itu mendadak akan diwariskan pada keturunan seorang yang memiliki hubungan darah dengan pemilik sebelumnya, entah kapan kekuatan surgawi itu akan memilih seorang yang pantas mendapatkan kekuatannya?!" Hiryuu mencoba menjelaskan pada Bisma, sebenarnya dirinya juga tidak terlalu paham tentang hal ini.
"Aku mewarisi kekuatan ini dari ayahku, sebelum dia meninggal, dia sempat berkata padaku bahwa semua orang yang memiliki hubungan darah dengan leluhurku ribuan tahun lalu tersebar di seluruh belahan dunia, bahkan dirinya sempat berkata bahwa ada dua kekuatan surgawi yang sudah menghilang selama ratusan tahun, hingga akhir hayatnya dia percaya bahwa kekuatan surgawi itu akan segera memilih seseorang yang pantas mewarisi tekad pemilik sebelumnya?!" Hiryuu menjelaskan panjang lebar pada Bisma sambil mengutip perkataan mendiang ayahnya.
"Aku terkadang bisa melihat sebuah jalan di atas langit dan terkadang juga bisa mendengar suara di alam bawah sadarku?!" Hiryuu menambahkan.
"Jalan? Suara?" Bisma mengerutkan dahinya karena tidak mengerti ucapan Hiryuu, pandangan Bisma sudah mulai agak kabur karena kebanyakan meminum sake.
"Ya, sebuah jalan yang saling terhubung walau tak kasat mata, aku mewarisi ingatan dan tekad ayahku melalui jalan itu?!" gumam Hiryuu sambil memejamkan matanya.
"Grarara, setiap kali kita bertemu seperti sekarang ini aku hanya selalu mendengar ocehanmu!" Bisma menggelengkan kepalanya ketika meminum sake terlalu banyak.
"Aku hanya ingin hidup bebas, itu saja keinginanku!" Hiryuu sudah terbaring diatas tanah sambil memandang langit.
"Bos, kudengar kelompok manusia gunung berapi itu berhasil sampai kesana?!" sahut Dante yang melihat ketuanya sudah terbaring diatas tanah karena kebanyakan minum sake.
"Yah, tidak kusangka dia pergi kesana memakai kapal, pada saat itu kita terbang, hahaha!" Hiryuu mencoba duduk kembali.
"Kazan, kah?" Hiryuu mengelus jenggotnya, kemudian kembali meminum sakenya.
"Manusia sialan itu, aku tidak pernah tahu apa yang ada didalam pikirannya?!" sahut Bisma ketika mendengar nama Kazan dari Hiryuu.
Kemudian Bisma terbaring diatas tanah sambil memejamkan matanya secara perlahan menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya.
__ADS_1
Takdir saling terhubung satu sama lain.