
Jangan lupa ya baca Dragon Warrior Pair. Karya baruku.
“Kekuatan yang mengerikan. Kita selama ini berada di dalam kolam, sehingga tidak tahu seberapa luasnya lautan...” Litha mengibaskan pedangnya dan menatap pertarungan antara Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni melawan Kaisar Orochi, Setan Merah dari Rakuza yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi.
Nagato terus mengayunkan pedangnya mencabut, membunuh musuh\-musuhnya dalam sekali tebasannya yang dilapisi api membara.
“Aku juga tidak menyangka Paman Gyuki ternyata ayah Hika dan Tika...” Lalu Nagato membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang hendak membunuh Litha dari belakang.
“Terimakasih Kakak Soren. Maksudku, Nagato.” Litha mengatur napasnya yang terengah\-rengah dan memejamkan matanya sesaat untuk melakukan konsentrasi secara penuh.
”Aku tidak akan membiarkan orang lain melukai adik sepupuku...” Nagato tersenyum sebisa dan selembut\-lembutnya kepada Litha.
“Kita bantu Kakak Masayu dan Kakak Yuri. Mereka melawan Hewan Buas atau manusia?” Litha kebingungan melihat Hewan Buas yang memiliki wujud setengah manusia dan setengah Hewan Buas.
Bentuknya yang tidak kalah seperti Yamata No Orochi dan Ushi Oni membuat Litha bergidik ngeri. Gadis manis itu pernah melihat wujud mengerikan dan mempunyai kekuatan dahsyat di Kota Yasai.
“Seni Nafas Sirih...”
Nagato dan Litha melangkah seacra bersamaan. Keduanya mengolah pernapasan dan mengincar salah satu Manusia Hewan Buas yang memiliki bentuk Hewan Buas Serigala Bertanduk Hitam.
“Lautan Api!”
“Ombak Air!”
Nagato memotong salah satu kaki Manusia Hewan Buas yang memiliki bentuk Hewan Buas Serigala Bertanduk Hitam, begitu juga dengan Litha.
Raungan Manusia Hewan Buas ketika kedua kakinya terpotong membuat hembusan angin yang besar.
“Fuyumi Nagato, aku Mangetsu Tatara. Apa kau mengingatku?” Tatara terlihat mencoba mengatur napasnya. Pertempuran yang menghabiskan tenaganya itu membuat Tatara mencari celah untuk membunuh tanpa menggunakan kekuatan yang berlebihan.
“Aku mengingatmu, Tatara. Sepertinya pihak kita telah banyak yang tumbang. Prajurit militer Kekaisaran Kai tersisa ratusan, sedangkan pihak Kekaisaran Rakuza masih mempunyai ribuan pasukan. Sial! Keadaan ini membuatku muak!” Nagato dengan emosi menatap tajam Tatara hingga pemuda dari Klan Mangetsu itu bergidik dilihat Nagato.
“Kalian semua jangan gunakan aura dan tenaga dalam yang tidak perlu. Aku akan mendukung kalian dengan sihirku...” Litha memejamkan matanya dan merasakan mana yang ada disekitarnya.
“Sihir? Apa kau berasal dari Kerajaan Sihir Azbec, Fuyumi Litha?” Kirisaki bertanya karena penasaran.
“Jangan bertanya. Cukup fokus saja!” Iris yang datang dengan wajah bersimbah darah membuat Kirisaki terdiam.
“Litha sangat membantu. Kita harus mengalahkan Hewan Buas di depan kita ini.” Yuri menatap ratusan Manusia Hewan Buas di depannya dan fokus mengolah pernapasan beserta mengatur napasnya.
“Aku tidak menyangka kita dapat bertarung bersama...” Azuki menyeka keringatnya dan mundur ke belakang setelah memotong salah satu kaki Manusia Hewan Buas yang telah dipotong Litha dan Nagato.
“Aku akan mengakhirinya!” Kenji melompat dan menusuk mata Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Serigala Bertanduk Hitam.
“Bodoh, potong tanduknya!” Takao hendak memotong tanduk Hewan Buas Serigala Bertanduk Hitam namun didahului oleh Renji.
“Renji! Kau mencari kesempatan dalam kesempitan!” Takao menunjuk Renji dan menggertakkan giginya.
__ADS_1
“Jangan lengah. Kita masih berhadapan dengan mereka...” Renji menunjuk ratusan Manusia Hewan Buas yang datang dari gerbang kota.
“Chaika. Fokus dan jangan ragu. Jika kau tidak mampu membunuh pasukan dari Rakuza, setidaknya kita dapat membunuh Hewan Buas di depan kita!” Chiaki memutarkan selendangnya dan membuat pusaran angin yang cukup besar.
Chaika mengolah pernapasan dan menatap Manusia Hewan Buas yang terseret pusaran angin dari selendang Chiaki. Gadis manis kembar pemalu itu menghembuskan angin dari mulutnya.
“Jumlah mereka semua sangat banyak. Bukan hanya membunuh orang\-orang dari pihak Kekaisaran Kai, namun Hewan Buas ini juga membunuh orang\-orang dari Kekaisaran Rakuza...” Chaika mengatur napasnya melihat ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang bertarung melawan Manusia Hewan Buas.
“Bagaimana Litha?” Masayu melindungi Litha yang sedang fokus, begitu juga dengan Yuri.
“Tunggu sebentar. Aku harus menekan aura tubuhku agar fokus memanipulasi mana di sekitarku ini...” Litha berdiri dengan tenang dan melakukan konsentrasi secara penuh. Tubuhnya bercahaya berwarna biru.
“Gunakan kesempatan ini untuk mengalahkan mereka semua! Kekuatan sihirku ini sama dengan aura. Jadi gunakan teknik dan jurus kalian tanpa keraguan. Aku akan membantu dan mendukung kalian semua!”
Semua pendekar muda menatap Litha. Kemudian mereka mengolah pernapasan sebelum mengalihkan pandangannya menatap ratusan Manusia Hewan Buas.
“Magic : Weapon Aura!”
Litha menggunakan sihir pendukung pada teman\-temannya. Tak lama Nagato berdiri di sampingnya.
“Aku jadi ingat Kak Serlin...” Nagato tersenyum kepada Litha dan menghela napas panjang, “Tunggu sebentar. Aku akan menggunakan kemampuanmu sebisaku!”
Nagato melangkahkan kakinya dan bergerak ke arah ratusan Manusia Hewan Buas. Tindakannya diikuti pendekar muda yang lainnya.
“Lautan Api!”
“Hembusan Angin Dalam Sayatan!”
Nagato, Renji, Takao, Kenji beserta Ninjin menerjang Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Serigala Perak.
“Tidak kusangka akan seperti ini...” Ninjin menghela napas panjang dan kembali menyerang Manusia Hewan Buas yang mendekat.
“Cahaya ini sama seperti aura. Tidak kusangka aku melihat sihir.” Kenji membantu Ninjin menyerang Manusia Hewan Buas yang mendekat.
“Pernapasan Sirih!” Nagato mengolah pernapasan dan kembali mengayunkan pedangnya mengincar kaki Manusia Hewan Buas.
“Jangan menyerang sendirian, Nagato!” Masayu memotong leher Manusia Hewan Buas dan menatap Nagato yang tersenyum tipis.
“Kita tidak boleh lengah, kita serang cicak itu, Masayu!” Nagato menunjuk Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Buaya Hijau.
Masayu tidak habis pikir melihat sisi lain Nagato. Pemuda idaman setiap perempuan itu memiliki keunikan memberi nama ke sembarang Hewan Buas.
“Bagaimana bisa kau menyebut Buaya Hijau sebutan cicak?” Masayu mengolah pernapasan dan mencari kelemahan Buaya Hijau tersebut.
“Jadi itu buaya. Kupikir itu adalah cicak berwarna hijau yang memiliki bentuk mirip binatang setengah manusia...” Nagato tersenyum menyeringai dan mengolah pernapasan sebelum melesat cepat ke arah Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Buaya Hijau.
“Dasar Nagato!” Masayu mengumpat kesal karena tidak puas dengan jawaban Nagato.
“Pernapasan Hujan!”
__ADS_1
Masayu mengolah pernapasan dan mengincar mata kiri Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Buaya Hijau.
“Lintasan Jingga!”
”Tangisan 1000 Kata!”
Nagato dan Masayu melancarkan serangan bertubi\-tubi pada Manusia Hewan Buas. Mata Nagato melihat sekilas ekor Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Buaya Hijau itu hendak menggerakkan ekornya.
“Masih bergerak. Sudah kuduga, mereka semua memiliki kekuatan setara dengan Hewan Buas yang ada di Hutan Cakrawyuha...” Nagato melesat cepat dan memotong ekor Buaya Hijau.
Masayu menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis, “Reflek yang luar biasa...”
Nagato kembali bergerak membunuh Manusia Hewan Buas yang lainnya. Kemudian Masayu mengikutinya karena merasa kerjasama lebih cepat dan efisien daripada sendirian melawan musuh.
“Ada yang aneh. Hewan Buas ini kuat, namun lemah. Sepertinya gerombolan Hewan Buas yang datang dari arah pintu gerbang memiliki aura yang mengerikan...” Intuisinya sebagai seorang perempuan mengatakan jika Manusia Hewan Buas yang memancarkan aura berwarna hitam pekat adalah Manusia Hewan Buas yang sesungguhnya.
“Dia sudah menyadarinya sehingga langsung menerjang dan berlari ke sana...” Masayu terkekeh melihat tindakan Nagato.
“Tatara, bantu aku bersama Nagato melawan Hewan Buas yang datang dari arah gerbang!” Masayu berteriak pada Tatara yang ada di sebelah kirinya.
“Ya, aku juga menyadari ada yang aneh dengan Hewan Buas ini. Mereka dapat menghancurkan bangunan namun tidak memiliki bakat bertarung...” Tatara berpendapat dan mengolah pernapasan menyusul Nagato yang bertarung sendirian melawan puluhan Manusia Hewan Buas.
“Kau melupakanku...” Yuri berada di samping Masayu dan bergerak cepat menyusul Tatara.
Namun tak lama Masayu dan Yuri terkejut melihat jalanan yang dipenuhi darah Manusia Hewan Buas berwarna biru membeku. Hembusan angin membuat rambut keduanya bergoyang ketika Iris berlari mendahului mereka.
“Naga! Kamu selalu saja gegabah!” Iris melepaskan aura tubuhnya dan membentuk puluhan tombak es dengan tenaga dalam sebelum mengarahkannya pada Manusia Hewan Buas yang menyerang Nagato.
“Ah, lihat, kekasihnya begitu mengkhawatirkan Fuyumi Nagato...” Yuri tersenyum tipis dan berlari di atas jalanan yang membeku.
“Nagato sangat beruntung. Perempuan secantik Iris jatuh hati padanya...” Masayu mengolah pernapasan dan menebaskan pedangnya dari kejauhan.
“Tangisan 2000 Kata!”
Pedangnya memotong leher Manusia Hewan Buas. Sedangkan Yuri memotong kedua kaki Manusia Hewan Buas.
“Sepertinya mereka adalah bosnya. Auranya begitu mencekam membuatku tertekan, ” ucap Tatara.
“Manusia Buas? Sepertinya mereka telah berevolusi. Tetapi aku tidak peduli dengan itu!” Nagato menebaskan pedangnya dari kejauhan mencoba mengukur Manusia Hewan Buas yang datang dari arah gerbang.
Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Kalajengking Merah dapat menangkis dan mengalihkan pandangannya menatap Nagato, Iris, Masayu, Tatara dan Yuri.
“Naga, seranganmu membuat dia menatap kita!” Iris menatap Nagato yang berdiri disampingnya dengan tajam.
Nagato hanya tersenyum tipis dan berkata, “Lagipula kita berdua sudah pernah melawan ini sebelumnya.”
Iris tersenyum tipis dan menghembuskan napasnya, “Aku ingat saat kamu menyelamatkanku. Kini giliranku membalas kebaikan hatimu, Naga.”
Nagato mengernyitkan dahinya dan melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar karena merasakan ada beberapa aura dari orang yang sedang bertarung.
__ADS_1
Jangan lupa baca ya Dragon Warrior Pair.