
Litha dan Nagato mengangguk pelan setelah mendengar rencana dari Kakek Hyogoro. Tidak lama Litha dan Nagato memberikan pedang mereka berdua pada Kakek Hyogoro dan berjalan mendekati penjaga yang ada di benteng.
Litha menyuruh Chibi berlari kemudian gadis kecil berlari mengejar Chibi dan diikuti Nagato dari belakang.
Perampok yang menjaga benteng dan pondok tersebut menyuruh Litha dan Nagato berhenti.
"Anak kecil, kalian berdua ngapain disini!"
"Lihat gadis kecil itu cantik dan manis, padahal dia masih kecil apalagi jika dia sudah besar makin terlihat kecantikannya!"
"Jangan sentuh perempuan, semua ini akan kita persembahkan kepada beliau!"
Beberapa perampok yang sedang menjaga benteng menghampiri Litha dan Nagato.
"Maaf paman, kami tersesat di hutan!" Nagato mengangkat kedua tangannya dan tidak berusaha melakukan perlawan ketika para perampok mendekatinya.
"Paman kami sedang mencari anak kucing, tadi aku melihat anak kucing itu ada disini." Litha terlihat lugu dan menatap para perampok dengan mata yang berkaca - kaca.
"Adik kecil, kalian tidak boleh masuk kedalam hutan."
"Ayo ikut paman, nanti paman antarkan pulang hehe."
Perampok yang sedang menjaga benteng membawa Litha dan Nagato masuk kedalam. Chibi sudah menyelinap masuk kedalam benteng dan mencari keberadaan Rini.
__ADS_1
Chibi memasuki ruangan yang terlihat seperti tempat kurungan disana kucing manis itu melihat tahanan wanita yang dikurung bahkan disana terlihat beberapa gadis dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Anak kucing manis peliharaan Litha semakin masuk kedalam dan melihat Rini yang sedang dikurung juga bersama tahanan wanita yang lainnya.
"Meong - Meong."
Suara Chibi terdengar puluhan tahanan wanita hingga mereka menoleh untuk melihat anak kucing berwarna putih yang terlihat lucu dan menggemaskan itu, mereka tidak sadar jika kucing manis yang mereka lihat adalah spesies hewan buas langka yang hanya hidup di Hutan Cakrawyuha dan walaupun kecil, imut, menggemaskan Chibi tetap berbahaya karena cakar di kakinya memiliki racun yang berbeda - beda.
"Ada apa?" Rini berbicara kepada anak kucing tersebut.
"Meong - Meong."
Chibi pergi meninggalkan tempat Rini dan yang lainnya dikurung kemudian mengendus bau majikannya yaitu Litha.
"Oh, kucing milik Litha?" Kakek Hyogoro terkejut melihat Chibi yang kembali kemudian kucing manis itu menuntun ke tempat pemilik bau yang ada dibaju dua pria yang mati dipenginapan.
Chibi menuntun Kakek Hyogoro menuju pondok yang terlihat paling besar diantara lainnya, disana terlihat seorang lelaki yang sedang mencoba menyetubuhi wanita yang sedang menangis.
"Sirih." Kakek Hyogoro mengolah pernapasan.
Kakek Hyogoro menghilang dalam sekejap dan muncul dihadapan lelaki tersebut.
"Siapa kau-."
__ADS_1
Belum selesai berbicara, Kakek Hyogoro menebas kepala lelaki tersebut hingga terpisah dari tubuhnya terlihat lambang Sekte Pemuja Iblis dibadan lelaki yang baru saja dirinya bunuh.
"Tunggu disini." perintah Kakek Hyogoro kepada wanita yang sedang ketakutan.
"Meong - Meong."
Ketika suara Chibi terdengar muncul seorang pria yang tak lain dia adalah anak kedua dari kepala desa. Pria itu bernama Isamu dengan membawa pedang besar dipinggangnya dirinya cukup percaya diri menghampiri Kakek Hyogoro.
"Kakek tua, beraninya kau membunuh anggota Sekte Pemuja Iblis!" Isamu berteriak seolah - olah dirinya lebih kuat dari Kakek Hyogoro.
Puluhan perampok mengelilingi Kakek Hyogoro dan hendak mengeroyoknya tetapi yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan karena semua itu hanyalah tipuan atau pengalihan agar Litha dan Nagato dapat membebaskan tahanan tanpa gangguan dari para perampok, karena akan merepotkan jika para tahanan wanita dijadikan sandera.
Isamu menyuruh anggotanya untuk maju menyerang Kakek Hyogoro, dalam sekali tebasan Kakek Hyogoro menghilangkan beberapa nyawa perampok dalam sekejap.
"Penjahat kelas teri seperti kalian berniat melawanku!" Kakek Hyogoro menatap tajam para perampok.
"Sial! Orang tua itu bukanlah orang sembarangan!"
"Dia membunuh teman kita dalam sekejap!"
Puluhan perampok ketakutan melihat Kakek Hyogoro berbeda dengan Isamu yang tersenyum tipis meremehkan Kakek Hyogoro.
Kakek Hyogoro memejamkan matanya, gairah masa mudanya kembali dan amarah yang menyelimuti dirinya membuat Kakek Hyogoro ingin melampiaskannya kepada kelompok perampok dihadapannya.
__ADS_1