
"Kucing manis ini akan menuntunku menuju tempat pembunuh itu. Dan kau sekarang kembali ke penginapan! Itulah syarat dariku yang harus kau patuhi!" Hayabusa memberitahu syarat tersebut pada Nagato dan tentu saja Nagato menolak syarat dari Hayabusa.
"Aku yang membawa Kucing Manis ini. Kenapa aku harus pergi?" Nagato menatap Hayabusa dan ingin mendengar kepastian yang lebih jelas dari pria tersebut.
"Bodoh, ini adalah masalah yang lebih besar. Kau tahu itu, ini adalah masalah yang lebih besar." Hayabusa sengaja mengulang perkataannya.
"Kau cukup lindungi Fuyumi Iris. Aku rasa ada banyak orang yang mengincar pacarmu itu, Fuyumi Nagato!" Sontak Nagato terkejut mendengarnya. Perkataan Hayabusa membuat Nagato memilih kembali menuju Penginapan Matahari Timur.
"Chibi, antar Hayabusa menuju tempat pembunuh itu. Besok aku akan membelikan ikan mentah untukmu." Nagato mengelus kepala Chibi namun justru cakaran dari Kucing Manis tersebut yang dia dapatkan.
"Meong-Meong..."
Chibi menjilat darah Nagato. Melihat itu Hayabusa tertawa. "Fuyumi Nagato, aku tidak menyangka kau tidak disukai Kucing Manis ini." Sementara itu Nagato mengelap setetes darah yang keluar dari telapak tangannya.
"Chibi sangat membenciku. Ngomong-ngomong cakar kucing ini sangat berbahaya jadi kau harus berhati-hati, Hayabusa?" Nagato justru mengkhawatirkan Hayabusa dibanding dengan lukanya.
"Bodoh, lebih baik kau khawatirkan lukamu itu. Cakar Kucing Manis dapat menimbulkan efek bermacam-macam." Hayabusa menjelaskan sebelum berjalan menuju tempat Guren Toshiko ditemukan. "Aku pergi dulu, Fuyumi Nagato!"
Kemudian Hayabusa berjalan meninggalkan Nagato dan diikuti Chibi dari belakang. Tidak berapa lama Nagato juga kembali menuju Penginapan Matahari Timur.
Tidak butuh waktu lama bagi Nagato untuk sampai di Penginapan Matahari Timur. Suasana di penginapan tersebut sangat ramai, Nagato langsung menghampiri Shirayuki yang sedang berbicara dengan Iris dan Litha.
"Kamu kemana saja, Nagato?" Shirayuki menatap Nagato khawatir.
Nagato menatap Shirayuki. "Bibi Shirayuki, apa Bibi sudah mengetahuinya?" Nagato bertanya dan ingin memastikan Shirayuki mengetahui penyusup dari Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai.
Shirayuki mengangguk pelan. "Bibi Shirayuki sudah mengetahuinya. Kami akan pergi ke tempat ditemukannya mayat Guren Toshiko. Kalian pendekar muda tetap berada di penginapan."
Shirayuki menatap Nagato, Iris dan Litha sebelum berjalan menghampiri Emi.
"Naga, bagaimana?" Iris bertanya pada Nagato. Kemudian Nagato menatap Iris dan Litha cukup serius.
"Hayabusa sedang mencari petunjuk bersama Chibi. Aku disuruh oleh orang itu untuk menjaga kalian." Nagato menggaruk pipinya pelan.
"Aku tidak butuh kamu untuk menjagaku," ucap Iris ketus.
"Nagato, kenapa kamu meninggalkan Chibi? Lalu siapa Hayabusa ini?" Litha mendekati Nagato dan menatap tajam pemuda tersebut. Tidak berapa lama gadis manis itu memiringkan kepalanya. "Oh, Hayabusa adalah orang yang menyelamatkan kita. Aku ingat."
__ADS_1
Mulut Litha membulat. Nagato tersenyum melihatnya. "Lebih baik kita duduk di teras penginapan." Ajak Nagato sambil mengelus rambut halus Litha dan menarik tangan gadis manis tersebut. Kemudian dia tersenyum ke arah Iris.
"Kalian berlima tolong jaga Kakak Oichi." Ichiba tiba-tiba datang bersama Hika dan Tika. "Karena Kakak Oichi sedang hamil." Tambahnya.
"Hah?" Nagato, Iris dan Litha terkejut secara bersamaan. "Hamil?"
Hika dan Tika tertawa melihatnya. "Hika, Hika. Coba lihat mereka bertiga." Tika menunjuk Nagato, Iris dan Litha dengan tangannya.
"Sangat lucu Tika." Hika tertawa lirih dan menatap wajah Iris yang memerah.
"Nagato sama Litha belum tahu ya. Oichi itu sudah menikah secara diam-diam dengan Azai." Ichiba menatap Nagato dan Litha. "Pokoknya jaga Kakak Oichi. Tante Ichiba pergi dulu."
"Aku juga belum tahu!" Iris merasa diabaikan sehingga dia berkomentar.
"Menikah? Hamil? Azai?" Kepala Nagato berputar-putar. "Apa yang Azai lakukan sebenarnya? Dia sangat berbeda dengan Kak Uzui!" Nagato justru terlihat kesal sembari duduk di teras penginapan.
"Aku baru mendengarnya." Litha cukup terkejut mendengar Oichi yang telah hamil. Namun gadis manis itu pernah menguping pembicaraan Oichi bersama Shirayuki, Emi dan Ichiba di Penginapan Bunga Badai. "Nagato, Iris. Bukankah kita telah mendengarnya saat di Penginapan Bunga Badai. Kalau tidak salah nama penginapannya seperti itu?"
Nagato dan Iris menatap wajah Litha yang sedang berpikir. "Benar juga. Tapi kupikir itu adalah hanyalah sebuah candaan." Nagato menanggapi perkataan Litha.
Sementara itu para pendekar muda sedang duduk di teras penginapan menikmati malam yang terus berlalu dengan tenang. Para pendekar senior sedang memeriksa keadaan mayat Guren Toshiko bersama mayat prajurit militer Kekaisaran Rakuza.
Ketika Nagato sedang bercengkrama dengan empat gadis yang duduk disampingnya. Pendekar muda dari Klan Kitakaze menghampiri Nagato.
"Tuan Muda Nagato. Boleh kami ikut bergabung?" Ninjin bertanya pada Nagato dan menatap wajah pemuda itu.
"Silahkan duduk, Ninjin. Lagipula kita adalah teman." Nagato dengan santainya mempersilahkan Ninjin untuk duduk bersamanya.
"Kupikir Fuyumi Nagato adalah orang yang lebih dingin. Tapi dia ternyata anak yang baik." Kenji berkomentar dan duduk di samping Nagato.
Iris sedikit kesal melihat tempatnya diambil oleh Kenji, kemudian dia duduk di samping Litha yang duduknya dekat dengan Nagato.
"Salam kenal, Fuyumi Nagato. Namaku Kitakaze Kenji." Kenji mengulurkan tangannya pada Nagato. Kemudian Nagato menyambut uluran tangan Kenji.
Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Nagato selain anggukan kepalanya. Setelah Kenji dan Ninjin duduk, tidak berapa lama Takao dan Renji juga ikut bergabung.
Sedangkan pendekar muda perempuan dari Klan Kitakaze sedang berbincang dengan Hika dan Tika. Tidak berapa lama Hanabi datang menghampiri Nagato.
__ADS_1
"Nagato, ikut aku! Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" Sontak semua orang terkejut mendengarnya. Bahkan Iris dan Litha tidak percaya Hanabi akan mengajak Nagato secara terang-terangan.
Nagato tidak protes dan langsung mengikuti Hanabi menuju belakang penginapan. Tika yang melihat ekspresi wajah Iris dan Litha yang terkejut tertawa.
"Hanabi ternyata sangat agresif. Jika kalian telat sedikit, maka Nagato sudah menjadi milik orang lain." Ledekan Tika membuat wajah Iris dan Litha berubah. Kedua gadis muda itu langsung mencubit pipi Tika.
"Tika! Kamu sangat berbeda dengan Hika!" Iris menatap sengit mata Tika.
"Kamu lebih mirip Chiaki dibanding Hika!" Litha justru menyamakan sifat Tika yang hampir mirip dengan Chiaki.
"Kenapa aku juga ikutan?" Chiaki kebingungan mendengar perkataan Litha.
Yuri dan Chaika tertawa mendengarnya. Sementara itu Kenji dan Ninjin terkejut dengan Nagato yang selalu dikelilingi banyak gadis muda. Berbeda dengan Renji dan Takao yang lebih memilih bercerita berdua, Kenji dan Ninjin justru mengamati Litha dan yang lainnya.
Di belakang penginapan. Nagato menatap punggung Hanabi dan rambut hitam yang bercampur dengan merah muda itu. "Ada apa, Hanabi?" Setelah itu Nagato bertanya dan mengamati sekelilingnya.
Hanabi berbalik dan menatap Nagato dengan tatapan datar. "Ini kucing peliharaanmu. Tadi ada orang yang mengantarnya kesini." Sontak Nagato menahan tawanya.
Nagato sama sekali tidak percaya dengan perkataan Hanabi. Karena dia pikir Hanabi ingin mengatakan sesuatu yang lebih penting, namun justru karena ingin memberitahu kedatangan Chibi.
Nagato melirik Chibi yang sedang memakan ikan mentah. "Kucing ini!" Batin Nagato kesal.
"Aku pergi dulu. Buang tulang-tulang ikan itu! Ini adalah tempat latihanku! Aku ingin tempat ini tetap bersih!" Hanabi menatap sinis Nagato sebelum beranjak pergi.
Nagato hanya tersenyum karena Hanabi terlihat seperti Iris saat mereka berdua belum saling mengenal. Tanpa menunggu lebih lama, Nagato membersihkan tulang-tulang ikan yang berserakan di tanah. Setelah itu dia kembali ke teras penginapan.
Bersamaan dengan Nagato yang sedang berjalan kembali ke teras penginapan, sesuatu yang menghebohkan terjadi. Pendekar dari kubu timur dan kubu barat berkumpul di tempat ditemukannya mayat Guren Toshiko.
Berita kematian Guren Toshiko menyebar dengan cepat. Dari mulut ke mulut, dari satu orang ke orang yang lainnya. Berita kematian Guren Toshiko menjadi berita heboh yang menimbulkan pertanyaan banyak di benak orang.
Kubu barat menyebarkan berita kematian Guren Toshiko yang dibunuh oleh Sekte Pemuja Iblis dari satu orang ke orang yang lainnya sehingga berita tersebut menyebar dengan cepat.
Sementara itu pendekar dari kubu timur meningkatkan kewaspadaan mereka karena telah mendapatkan laporan dari Yuri, Chiaki dan Litha tentang Hayabusa yang telah datang kembali dan mengatakan penyusup dari Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai berkeliaran dengan bebas di Ibu Kota Daifuzen, Kekaisaran Kai.
Sedangkan Hayabusa sendiri terkejut dengan petunjuk yang dia dapatkan. Sekarang Hayabusa sedang berkumpul bersama Mujin, Shin, Take dan Ohta.
Hayabusa menjelaskan pada mereka berempat tentang petunjuk pembunuh Guren Toshiko yang mengarah ke Kediaman Istana Hizen.
__ADS_1