Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 188 - Kemenangan Hisui


__ADS_3

Pertandingan penentu dalam babak penyisihan cukup mengejutkan karena menyisakan dua peserta, Hisui dan Gurojimaru akan bertarung demi memperebutkan tiket untuk masuk babak 32 besar. Walau terkenal garang ternyata Gurojimaru tidak berani melawan Hisui. Sebelum memulai pertandingan, tiba-tiba dia mengangkat tangan kanannya dan berniat menyerah.


Sachie menatap tajam Hisui yang memakai topeng rubah putih, kemudian pandangannya beralih menatap tajam Gurojimaru.


"Nenek Sachie apakah bisa aku menyerah saja, untuk bertarung melawan Tuan Putri Hisui tentu saja aku tidak berani," ujar Gurojimaru mencari alasan untuk mundur, dia sendiri tidak menyangka akan bertanding melawan Hisui.


Gadis bermata sayu mendengar perkataan Gurojimaru. Tangannya memegang topeng rubah putih dan melepasnya, kemudian dia menatap tajam Gurojimaru dengan matanya yang sayu.


"Aku tidak terima! Bagaimanapun kita harus bertanding!" Hisui merapatkan giginya terlihat kesal, sedangkan di atas tribun Nagato menahan diri agar tidak tertawa. Ekspresi marah Hisui sangat lucu di matanya. Semua orang yang mengenal Hiragi maka akan mengetahui watak asli Hiragi.


"Tu ... an ... putri?" Gurojimaru menelan ludah karena tidak menyangka Hisui akan menolak kemenangannya yang mudah itu, gadis bermata sayu itu sangat berbeda dengan kakaknya.


"Tuan Putri Hisui sangat berbeda dengan Tuan Muda Hiragi. Sungguh dilema keluarga mereka ini." Gurojimaru membatin sambil menghela napas panjang.


Sachie memberi isyarat pada Hisui dan Gurojimaru agar mendekat kemudian dia menatap tajam pemuda berwajah garang yang tidak berani mengayunkan tombaknya pada Hisui itu.


"Gurojimaru ... aku bisa mengerti alasanmu bertindak seperti ini, tetapi kau tidak boleh meremehkan harga diri seorang perempuan!" Sachie menegur Gurojimaru yang terlihat enggan bertarung melawan Hisui.


Gurojimaru berpikir sesaat, setelah berpikir dan memutuskan sesuatu, Gurojimaru menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan cepat.


"Baiklah ... aku tidak akan segan untuk melukaimu Tuan Putri Hisui!" Gurojimaru menelan ludah setelah berbicara mengintimidasi Hisui dengan harapan gadis bermata sayu itu takut, namun justru yang terlihat hanya senyuman senang di wajah Hisui. Semua itu jauh dari perkiraan Gurojimaru.


"Bagus, aku juga tidak akan segan. Jangan meremehkanku," balas Hisui sengit dan kembali memakai topeng rubah putih milik Nagato.


"Dia salah paham..." Gurojimaru membatin menatap Hisui yang sudah menjaga jarak.


Sachie tersenyum sambil memberi isyarat pada Gurojimaru untuk menjaga jarak, kemudian seperti biasa tangannya bergerak menulis sesuatu di udara. Satu menit berselang setelah Sachie menulis, sebuah ledakan tanda aba-aba pertarungan terlihat lebih indah dari biasanya. Ledakan seperti kembang api itu membuat suasana babak penyisihan terakhir Turnamen Harimau Kai yang ada diadakan di Arena Lingkaran Harimau makin meriah.


Hisui tersenyum tipis dari balik topeng rubah putihnya, dia menjetik jarinya sendiri, tidak berapa lama sebuah akar pohon keluar dari bawah tanah mengikat tubuh Gurojimaru.


"Jurus Pengikat Keindahan Alam."


Hisui berjalan pelan mendekati Gurojimaru sambil mengeluarkan tenaga dalamnya, tidak berapa lama gadis bermata sayu itu membatin, "Bagaimanapun aku mewarisi kekuatan Bunda. Lihat aku, kakak tampan. Bukan hanya Kakak Iris saja yang bisa mengendalikan salju."


"Pohon Cemara Ilusi Dalam Musim Dingin."


Sebuah pohon cemara ilusi terlihat sangat jelas di tengah lapangan, tubuh Gurojimaru terikat akar dan menempel di pohon cemara ilusi yang diciptakan Hisui. Tidak berapa lama Hisui kembali membuat penonton berdecak kagum, tangan Hisui meremas udara, bersamaan dengan remasan tangan Hisui di udara terlihat salju-salju mulai berjatuhan.


"Salju Musim Dingin."


Hisui melepaskan aura tubuhnya yang berwarna hijau, tatapan yang sayu tidak terlihat karena tertutup topeng rubah putih. Sore hari yang bisa dibilang cukup panas tetapi pertarungan yang dilakukan Hisui membuat semua orang terdiam dan menikmati jalannya alur pertandingan di bawah sana.


Salju-salju yang turun di atas pohon cemara Ilusi kini berwarna hijau. Semua penonton merasa seperti melihat sebuah pertunjukkan bukan pertarungan.


"Lawan aku dengan seluruh kekuatanmu! Jika kau berpikir aku adalah gadis lemah anak Kaisar Kai maka kau salah besar!" Gurojimaru terkejut melihat Hisui yang berteriak keras padanya, kemudian dia mencoba melepas cengkeraman akar yang mengikat tubuhnya tetapi tetap saja dirinya sulit untuk melepaskan diri.


"Aku tidak meremehkan tetapi kekuatannya ternyata jauh dari perkiraanku, sial!" Gurojimaru membatin kesal, sedangkan dia terus melepaskan tenaga dalamnya untuk mencoba melepaskan diri dari cengkeraman akar yang mengikat tubuhnya.


Gurojimaru memegang dengan erat tombaknya, dia terus mencoba mencari cara untuk melakukan serangan balik, namun tiba-tiba cengkeraman akar yang mengikat tubuhnya semakin kuat seiring salju-salju berwarna hijau mulai menumpuk di tanah.


"Sebutir salju saja bisa membuat cengkeraman akar itu semakin kuat. Apa kau masih berpikir untuk meremehkanku?!" Hisui berkata dengan santainya kepada Gurojimaru. Gadis bermata sayu itu tidak menyadari Gurojimaru yang kesulitan melawannya.


Gurojimaru berteriak mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman akar yang mengikat tubuhnya dengan sekuat tenaga, perlahan akar-akar yang mengikat tubuhnya mulai hancur secara perlahan.


"Putaran Tombak Api Abadi!"


Tangan kanan Gurojimaru yang memegang tombak telah terlepas dari cengkeraman akar, kemudian pemuda berwajah garang itu memutarkan tombaknya untuk menghancurkan akar dan pohon yang mengikat tubuhnya.


Hisui menjaga jarak dari Gurojimaru. Gadis bermata sayu itu mengamati pergerakan Gurojimaru yang sudah sepenuhnya terlepas dari serangannya.


Ratusan daun-daun terbang mengelilingi Hisui dan terlihat seperti melinduginya. Gadis bermata sayu itu bisa melihat Gurojimaru yang terlihat sangat serius, tombaknya dilapisi api dan berwarna merah. Melihat hal itu, Hisui menggerakkan daun-daun untuk menyerang Gurojimaru dengan tangannya.


Daun-daun berterbangan dengan cepat ke arah Gurojimaru. Sekarang debu juga ikut berterbangan ketika Gurojimaru memutarkan tombaknya untuk menangkis serangan yang dilancarkan Hisui.


"Tuan Putri Hisui karena kita telah terlanjur bertanding, lebih baik anda menyerah." Gurojimaru berharap Hisui menyadari kekuatannya tetapi ternyata gadis bermata sayu itu kini mengambil langkah tak terduga.


Hisui maju ke arah Gurojimaru dengan tubuhnya yang dilapisi aura berwarna hijau, dahi Gurojimaru mengkerut melihat Hisui yang sama sekali tidak takut dengan intimidasinya.


"Aku bicara baik-baik tapi dia memaksaku berbuat seperti ini." Gurojimaru membatin sambil memutarkan tombaknya menciptakan lintasan api berbentuk lingkaran agar Hisui menjauh darinya.


Kepalan tangan dan kedua kaki Hisui berwarna hijau kemudian dengan gerakan lincahnya, Hisui menyapu kaki Gurojimaru dengan sapuan bawah. Sapuan bawah yang dilancarkan Hisui membuat Gurojimaru terjungkal jatuh ke tanah.


Kepala Gurojimaru membentur tanah cukup keras, bahkan giginya tidak sengaja mengigit bibirnya cukup keras hingga berdarah.

__ADS_1


"Argh!" Gurojimaru sempat mengerang sesaat, dia tidak menyangka Hisui akan melakukan serangan yang tidak terduga untuk menjatuhkannya. Sapuan bawah Hisui itu diluar perkiraannya.


"Menyerah! Kau terlalu meremehkanku!" Hisui menodongkan ratusan daun-daun yang tajam tepat di depan wajah dan tubuh Gurojimaru.


"Tapi aku tidak puas bertarung denganmu yang terlalu takut menyerangku!" Hisui mendengus kesal, kemudian dia memberi usulan, "Bagaimana kalau kita bertanding ulang?"


Gurojimaru merapatkan giginya tidak tahan dengan sikap Hisui. "Aku sudah kewalahan dengan akar-akar sialan itu! Gadis sialan ini beraninya dia tidak puas setelah memperlakukanku seperti ini! Tunggu pembalasanku!" Batin Gurojimaru sambil memejamkan matanya pura-pura pingsan. Dia membuang harga dirinya jauh-jauh agar pertandingan ini cepat selesai.


"Eh? Dia pingsan?" Hisui memiringkan kepalanya dan memasang ekspresi wajah kebingungan, "Hmmm, ya, sudahlah..." Hisui membalikkan badannya dan memberi hormat kepada Sachie sebelum berjalan menuju Nagato yang sedang melihat dirinya.


Sachie sangat jarang berbicara namun orang-orang sangat menghormatinya, tangannya menulis sesuatu di udara dengan sangat lama.


Hisui berlari dengan cepat menuju bangku penonton tempat Nagato, Iris, Litha dan Tika yang sedang duduk bersama, ketika dia melihat Nagato melirikya, hati Hisui berbunga-bunga dan secara tidak sadar dia tidak melihat ada kayu didepannya.


"Kakak tampan! Apa kau melihat-" Hisui terjatuh tersandung kayu karena terus berlari lurus ke depan. Nagato bangkit dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya hendak membantu Hisui. Wajahnya yang tampan dan sikapnya yang terlihat peduli membuat Hisui sangat senang.


"Apa kau baik-baik saja?" Nagato menatap Hisui dengan wajahnya yang datar dan santai.


"A-Aku tidak apa-apa dan aku baik-baik saja." Hisui dengan gugup menjawab perkataan Nagato, sedangkan tangannya mencoba meraih uluran tangan Nagato tetapi pemuda yang hendak menolongnya itu menarik kembali tangannya.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja." Dengan sinis dan tidak peduli Nagato hendak kembali duduk di bangku penonton tetapi suara Hisui yang meggerutu membuat Nagato berhenti berjalan.


"Bukankah kakak tampan tadi mau menolongku?! Dasar jahat!" Hisui terlihat sangat kesal.


"Tadi kamu bilang jika kamu tidak apa-apa dan baik-baik saja, jadi aku kira kamu tidak perlu bantuanku," jawab Nagato sambil berjongkok menatap tajam Hisui. Tangannya melepas topeng rubah putih miliknya yang dipakai oleh gadis bermata sayu itu.


"Sini, bocah manja." Nagato memegang erat tangan Hisui dan menarik lembut gadis bermata sayu itu untuk duduk disamping Iris, Litha dan Tika.


"Menarik, menarik, calon istri ketiga datang hihihi." Tika menutupi mulutnya dengan telapak tangannya menahan tawa.


"Terimakasih sudah mengambil topeng rubah putihku ini..." Nagato berkata dengan lembut kepada Hisui tetapi setelah selesai berbicara tatapannya sangat tajam, "Tetapi berani sekali kamu memakai topeng rubah putihku tanpa izin dariku!" Litha tertawa kecil melihat Nagato yang sedang menatap Hisui.


"Nagato ucapkan terimakasih dengan benar pada Hisui," tegur Litha sambil tersenyum lembut pada Nagato.


"Litha..." Nagato menatap Litha sesaat kemudian dia menatap mata sayu Hisui dan berkata dengan tulus, "Terimakasih telah mengambil topeng rubah putihku..."


"Kakak..." Hisui terpana melihat senyuman Litha tetapi dirinya langsung takut setelah melihat tatapan mata Iris yang dingin. Tangannya memegang erat lengan kimono Nagato.


"Kakak ... tampan." Nagato berdiri dan berjongkok meniup luka yang ada di lutut Hisui.


"Tidak peka? Kenapa aku sangat kesal mendengarnya!" Batin Iris, Litha dan Tika secara bersamaan ketika mendengar perkataan Nagato.


"Kita lihat nama-nama peserta yang lolos ke babak 32 besar..." Nagato kembali duduk dan menatap Sachie yang ada di lapangan Arena Lingkaran Harimau.


"Aku lupa memakai topeng..." Setelah berbicara serius, Nagato memakai topeng rubah putihnya, ekspresi Iris, Litha dan Tika sangat datar tidak percaya melihat Nagato. Sedangkan Hisui hanya senyum-senyum sendiri mengingat lututnya telah ditiup Nagato.


"Kakak tampan peduli padaku, aku ada kemajuan pesat. Aku tidak akan kalah denganmu Kakak Iris!" Hisui membatin penuh perasaan bahagia. Matanya melirik Iris sesaat kemudian mengalihkan pandangannya karena takut.


Ledakan terjadi dengan asap yang berwarna merah muda, di udara terlihat tulisan nama-nama peserta yang akan bertanding di babak 32 besar.


Nama peserta yang akan bertanding di babak 32 besar Turnamen Harimau Kai adalah :



Himuro Kirigiri


Guren Toshiko


Ashiya Giyumaru


Tiga nama pertama di atas adalah pendekar muda yang mendapat julukan pendekar muda tak bermahkota, sedangkan sepuluh pendekar muda jenius antara lain adalah :


Hiragi


Satha


Seibu Azuki


Seifu Kirisaki


Kuromachi Kurose


Mangetsu Tatara

__ADS_1


Akatsuki Akaza


Muromachi Kise


Kurozawa Mirazawa


Kitakaze Yuri


Sementara peserta yang lolos dengan bertanding di babak penyisihan antara lain adalah :


Kitakaze Renji


Kitakaze Kenji


Kitakaze Chiaki


Misuzawa Hanabi.


Masayu


Fuyumi Tika


Fuyumi Litha


Fuyumi Iris


Fuyumi Nagato


Hisui


Mitsuhisa Osamu


Kakugo


Jaisetsu Kadowaki


Ishikawa Kobayashi


Shinjitakatta Yatsura


Muromachi Midorimachi


Reina Riekho


Mietara Gooru


Hamu Myoko



Semua orang membaca tulisan yang tertera di udara, pertandingan babak 32 besar akan diadakan lusa. Para peserta akan diberikan waktu istirahat selama satu hari.


Nagato berdiri dan kembali menuju Penginapan Matahari Timur diikuti Iris, Litha dan Tika dari belakang, sedangkan Hisui kembali ke tempat Yuki untuk mengajak ibunya itu pergi ke Penginapan Matahari Timur ketika malam hari.


Babak penyisihan telah selesai, tiga puluh dua nama yang akan bertanding di babak selanjutnya akan menjadi generasi muda yang akan membawa perubahan besar untuk Kekaisaran Kai. Mereka semua adalah angin perubahan besar yang menghembuskan angin besar menuju ke arah yang lebih baik atau lebih buruk, jawaban dari semua itu ada di tangan para generasi muda.


Kompetisi yang berjalan dengan sangat meriah itu membuat beberapa orang melakukan pergerakan. Penyusup dari Kekaisaran Rakuza dan Sekte Pemuja Iblis yang diwakili oleh Akuyaku untuk mengamati jalannya pertandingan adalah dua nama yang melakukan pergerakan, namun jauh di dalam perjalanan dua orang yang yang berasal dari Benua Barat datang ke Benua Ezzo untuk mengakhiri keturunan yang menjadi musuh alami Kekaisaran Bahamut dan dua pemegang hak istimewa di Aliansi Bangsa-Bangsa.


___


Mohan maaf kalau penulisan author masih acak adul, jujur author masih pemula, penulisannya walau masih banyak yg salah dari chapter pertama tetapi saya selaku author berusaha mengetik lebih baik di setiap chapter. Kira-kira kalau ada pembaca Budiman yang udah senior, lebih pintar dalam penulis eyd bisa komen ya, yang namanya manusia itu selalu belajar.


Catatan tambahan : sapuan bawah/serkel bawah itu diajarin di silat siapa tahu kalau bahasa dalam novelnya lain gitu kan, author cuma mengingatkan aja ya. Dan kalau serkel bawah kenanya tepat di kaki lawan itu lumayan sakit loh. Soalnya pernah rasain sendiri authornya wkwkwk.


Novel ini actionnya menurut saya sendiri masih kurang, jujur novel ini terinspirasi dari anime&manga One Piece karya Eiichiro Oda. Jadi jangan berharap Nagato punya kekuatan super bisa menghentikan perang besar ini itu, tentu nggak. Kebanyakan komen baca chapter 1 bilangnya udah dibocorin semua cerita dalam novel, siap kaget aja karena alur ini mengarah ke arah yang tak terduga. Ini aja author masih rombak lagi ceritanya, sambil mikiran cara kalau ngalahin musuh yang kuat itu sedikit epik menangnya gitu, bayangin api lawannya magma, tsunami, badai, gunung meletus, gempa bumi, naga dll. Lawan Nagato terlalu over power, tapi Nagato gak sendiri karena dia mempunyai teman-teman yang selalu menerima Nagato apa adanya nanti. Mudah-mudahan aja setelah Arc Cinta ini selesai masih pada ngikut cerita selanjutnya.


Novel ini tahun lalu mengisi waktu luang author sambil menunggu lanjutan manga One Piece di ARC Wano. Karena bosan menunggu, author coba bikin novel sendiri. Tak tik tak tik tuk jadilah cerita novel Kagutsuchi Nagato.


Sebenarnya mau bikin 2 season cuma klo dipikir mending gabung aja, season 1 ini yang sekarang, menceritakan cerita masa kecil Nagato dan season 2 cerita petualangan Nagato dan Nakama-nya. Perlu diingat sekali lagi, novel Kagutsuchi Nagato masih menyatu sama yg Love in Jiu War, dan judul novel LJW itu judul dari Arc di alur cerita Kagutsuchi Nagato. Ibaratnya Love in Jiu War itu cerita sampingan dari Kagutsuchi Nagato. Sebenarnya cerita di LJW menceritakan tentang Keluarga Prabu cuma pengin bikin cerita baru malah jadi novel Love in Jiu War. Keluarga Prabu agak mirip ceritanya sama Keluarga Kozuki di One Piece.


Keluarga Prabu nama-namanya masih kental dengan Indonesia. Karakter yang udah dibocorin namanya Raden Aryaguna, menurut saya sih terdengar nama Jawa gitu ya. Pokoknya masih panjang ceritanya, silahkan dinikmati aja dan semoga kalian tetap suka. Stay dan terus ikuti perjalanan Nagato, mudah-mudahan kita semua selalu diberi panjang umur dan kesehatan, karena author punya target sendiri tahun depan sudah sampai babak Benua Kuru, mudah-mudahan aja kalau lancar jaya gak ada halangan, bulan Agustus atau September suah masuk Arc Kerajaan Sihir Azbec.


Kemarin banyak kata typo maaf banget, karena kemarin author gak sempet jadi editor sendiri.

__ADS_1


Maaf ya curhat panjang lebar.


__ADS_2