Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 211 - Mangetsu Tatara vs Matsuhisa Osamu


__ADS_3

Di tribun khusus tempat Hiragi dan Satha duduk, Satra menghampiri anaknya. "Putraku. Apa tadi kau mengatakan hal yang tidak perlu? Seperti biasa mulutmu itu persis seperti ember!" Satra menatap tajam anaknya.


"Lebih baik mulutku yang seperti ember, daripada mulut ayah yang selalu berkata hal baik tetapi tindakan ayah sangat berlawanan." Satha membalas perkataan ayahnya dengan sengit.


"Putraku jaga ucapanmu." Satra tersenyum lembut pada ankanya dan dibalas anggukan kepala oleh Satha.


Hiragi yang mendengar, melihat Satra dan Satha hanya diam memperhatikan. "Sebenarnya apa yang mereka bicarakan?" Hiragi membatin dalam hatinya.


"Aku tidak berkata apapun ayah. Hanya saja aku tidak suka dengan orang lemah. Orang yang lebih rendah dariku menatapku dengan sinis adalah sebuah penghinaan!" Satha berbohong pada Satra tentang perkataannya yang membeberkan dirinya mempunyai seorang budak. Namun Satha jujur dengan perasaannya yang membenci Kurose.


Satra tersenyum sumringah. "Ini baru putraku." Tangan Satra mengelus rambut Satha. Kemudian pria itu kembali duduk di samping Kaisar Hizen.


"Apa yang kalian bicarakan?" Hiragi bertanya pada Satha dengan wajahnya yang tenang.


"Aku hanya kurang puas dengan kemenanganku, Tuan Muda. Seharusnya tadi aku mampu membunuhnya." Satha membalas pertanyaan Hiragi sembari menatap Hisui yang masih duduk di samping Litha.


Hiragi diam selama beberapa detik. Pemuda itu menatap temannya yang telah lama berteman dengannya sejak kecil. Sementara itu Satha membatin dalam hatinya. "Aku berbicara berlebihan tentang bisnis ayah dan sesuatu yang kami miliki. Tetapi wajah Paman Gyuki itu seperti orang yang patut diwaspadai. Aku rasa dia akan melindungi Kurose, tetapi aku bisa menyuruh anak buah Paman Gore untuk membunuh Kurose."


Bersamaan dengan Hiragi dan Satha yang sedang berbincang, Gyuki langsung beralih ke pertandingan selanjutnya.


"Selanjutnya Mangetsu Tatara dan Matsuhisa Osamu. Dua nama yang kupanggil silahkan maju ke depan!" Gyuki memanggil kedua nama peserta selanjutnya. Pria itu menatap ke arah langit.


Tidak berapa lama suara langkah kaki datang menghampiri Gyuki. Suara langkah kaki yang semakin dekat dengannya itu adalah suara langkah kaki dari Mangetsu Tatara dan Matsuhisa Osamu.


Gyuki mengalihkan pandangannya menatap Tatara dan Osamu. Kedua peserta itu memberi hormat pada Gyuki. Sikap Tatara yang sopan dan memberi hormat kepada Gyuki diikuti oleh Osamu.


Gyuki tertawa lirih. "Kalau dipikir anak muda sekarang tidak takut dengan yang lebih tua." Tangan Gyuki kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Mohon bimbingannya, Senior Tatara." Osamu menatap Tatara dan tersenyum lembut pada pemuda yang akan menjadi lawannya itu.

__ADS_1


Tatara mengangguk lirih dan membalas senyuman Osamu. Tidak berapa lama keduanya menjaga jarak. Tatara dan Osamu berdiri di jarak yang telah ditentukan sembari menunggu aba-aba dari Gyuki.


"Baiklah, pertandingan ketiga belas babak 32 besar Turnamen Harimau Kai antara Mangetsu Tatara melawan Mitsuhisa Osamu dimulai!" Gyuki memulai aba-aba pertandingan. Suara riuh penonton kembali menggema di Arena Lingkaran Harimau.


Gyuki memperhatikan Tatara dan Osamu dengan seksama. "Tatara adalah pendekar muda dari Klan Mangetsu. Teknik pedang air seperti apa yang akan dia tunjukkan di pertandingan ini?" Gyuki membatin melihat Tatara yang memegang sarung pedanganya. Kemudian pandangan matanya beralih menatap Osamu.


"Mitsuhisa Osamu adalah pemula yang baru mengikuti Turnamen Harimau Kai. Dia berasal dari Pedang Naga Sakti. Kita lihat bagaimana jalannya pertandingan ini..." Gyuki membatin kembali.


Tatara dengan tenang memperhatikan pergerakan Osamu yang berjalan mendekati dirinya. Tangannya yang memegang sarung pedangnya mulai menarik pedangnya secara perlahan.


Jarak keduanya semakin dekat. Tatara dan Osamu saling memutari tubuh mereka satu sama lain, mata mereka terlihat sangat tajam dan memfokuskan pada lawannya.


"Aliran Air." Tatara membatin dalam hatinya. Tangannya kini telah menarik pedang yang tersarung rapi di pinggangnya sepenuhnya. Kemudian dengan mahir dia mulai memainkan pedanganya.


Osamu mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam. Pemuda itu melancarkan serangan pembuka yang membuat penonton semakin bergemuruh dan membuat kebisingan di Arena Lingkaran Harimau. "Teknik Pedang Pertama Aliran Pedang Naga Sakti : Cengkeraman Naga." Tebasan pedang Osamu melesat cepat ke arah Tatara.


Tebasan yang membetuk cakar itu mampu ditahan dengan baik oleh Tatara. Pendekar muda yang berasal dari Klan Mangetsu itu melancarkan serangan balik. "Teknik Pedang Air : Hiu Menerkam!" Tebasan pedang Tatara membentuk mulut hiu yang terbuat dari air. Kekuatan elemen bawaan Tatara adalah air. Penonton dibuat berdecak kagum dengan permainan pedang Tatara.


Tubuh Osamu terpental ketika menahan tebasan pedang Tatara, auranya yang berwarna kuning dia pusatkan di kedua kakinya yang sebagai pijakan. Kemudian Osamu mementalkan tebasan pedang Tatara ke tanah hingga terjadi ledakan di tanah yang terkena teknik pedang Tatara yang ditahan oleh Osamu.


Melihat tebasannya ditahan oleh Osamu, tangan kiri Tatara meremas dan mulutnya terbuka pelan-pelan. "Hiu Air Haus Darah!" Tatara menggunakan aura tubuhnya dan tenaga dalamnya dalam jumlah besar untuk menciptakan kedua hiu yang berenang di udara.


Mata Osamu melebar, belum sempat dia bereaksi, Tatara sudah bergerak mendekatinya. "Sepertinya tidak ampun. Senior Tatara memang lawan yang menakutkan!" Osamu membatin dalam hatinya. Pembawaan Tatara yang selalu tenang berbeda ketika pemuda yang berasal dari Klan Mangetsu itu bertarung.


Tatara terlihat santai namun setiap serangannya sangat mematikan. Sekarang pemuda itu mengikuti dua hiu yang berenang di udara, dengan cepat Tatara mempercepat langkah kakinya ketika melihat Osamu hendak menjauh darinya.


"Tebasan Air Deras!" Tatara melepaskan tebasan pedangnya yang dilapisi air ke arah Osamu.


"Tidak! Senior Tatara sangat cepat! Tidak ada pilihan lain!" Osama terperanjat kaget melihat dua hiu air yang sedang berenang di udata mengarah ke arah dirinya secara bersamaan dengan Tatara yang melancarkan serangan tebasan pedangnya. "Teknik Pedang Kedua Aliran Pedang Naga Sakti : Sabit Ekor Keemasan." Benturan tebasan air dan tebasan pedang Osamu yang membentuk sabit itu membuat debu yang mulai menutupi area kiri Arena Lingkaran Harimau.

__ADS_1


Tatara tersenyum tipis dan mendorong pedangnya ke depan, kemudian pemuda itu berusha menebaskan tebasan beruntun pada Osamu, namun tangkisan pedang Osamu membuat Tatara cukup kesulitan melakukan tebasan beruntun.


Mengingat perlawanan sengit Osamu, akhirnya Tatara memilih untuk melompat lima langkah ke belakang dan membiarkan kedua hiu air miliknya mencengkeram tubuh Osamu.


Tepat setelah Tatara menebaskan pedangnya dengan cepat dan melompat lima langkah ke belakang, dua hiu yang berenang di udara langsung menyerang Osamu.


Mata Osamu masih melebar dan dahinya mengkerut. "Dua hiu ini!" Osamu mengumpat dalam hatinya ketika melihat dua hiu air semakin dekat dengannya.


"Teknik Pedang Ketiga Aliran Pedang Naga Sakti : Pengoyak Tanah Kekeringan!" Osamu mengerahkan seluruh tenaga untuk menahan kedua hiu air yang sudah begitu dekat dengannya.


Tebasan pedang Osamu yang membentuk sebuah tebasan berwarna coklat itu memotong dua hiu air menjadi dua. Tidak berapa lama kedua hiu air yang diciptakan oleh Tatara dengan aura dan tenaga dalamnya itu langsung menguap lenyap tak berbekas.


Penonton berdecak kagum, namun di lapangan terlihat jelas Osamu masih terdesak. Tatara tidak memberi lawannya itu untuk mengatur napas apalagi memulihkan tenaganya.


"Teknik Pedang Air : Hujan Membasahi Jiwa Ketenangan!" Tebasan pedang Tatara dengan cepat membentuk sebuah lintasan air yang terlihat seperti sungai di udara, pergerakan Tatara begitu cepat dan menghilang dari pandangan penonton maupun Osamu.


"Selesai!" Tatara berkata pelan pada Osamu ketika tebasan pedangnya telah berada tepat di leher lawannya itu.


Osamu menelan ludah tak percaya melihat kekuatan Tatara. "Dia bisa mengontrol aura tubuhnya dengan baik. Seingatku serangan dua hiu air itu membutuhkan aura dalam jumlah banyak, tetapi Senior Tatara mampu memilah petonsi aura tubuhnya sebaik mungkin." Osamu membatin dalam hatinya dan memuji Tatara.


Matanya perlahan memejam." Aku menyerah!" Tangan kanan Osamu mengepal. Memang berat, tetapi Osamu menyadari kekuatannya masih jauh di bawah Tatara.


"Jangan bersedih. Jadikan ini sebagai pelajaran. Auraku terkuras banyak saat bertukar serangan denganmu." Tatara menatap Osamu sebelum meninggalkan pemuda tersebut.


"Hehe..." Osamu mencoba tertawa sambil berjalan mengikuti Tatara dari belakang. Kedua peserta itu memberi hormat kepada Gyuki yang sedang mengangkat tangan kanannya untuk mengumumkan Tatara sebagai pemenangnya.


"Dikarenakan Mitsuhisa Osamu dari Pedang Naga Sakti menyerah, maka pemenangnya adalah Mangetsu Tatara dari Klan Mangetsu!" Penonton memberi tepuk tangan meriah pada kedua peserta.


Tatara dan Osamu kembali ke bangku penonton masing-masing, sedangkan Gyuki tersenyum lebar karena pertandingan babak 32 besar akan selesai. Namun senyuman lebar di wajahnya tidak sama dengan perasaannya yang gelisah.

__ADS_1


"Malam ini aku akan menemui Satsuma. Aku terus merasakan kegelisahan. Perasaan ini membuatku ingat dengan malam itu." Gyuki membatin dalam hatinya. Tidak berapa lama matanya menatap Ichiba yang sedang menatap dirinya berbinar-binar.


"Apa dia masih mengenaliku?" Gyuki membatin kembali. Kemudian dia begumam pelan, "Perasaan rambutku ini panjang. Aku tidak botak seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya." Sambil bergumam, tangan Gyuki memegang rambutnya dan meremasnya.


__ADS_2