
“Aku tidak menyangka harus membunuh kakakku sendiri!” Magma sedang memegang Tablet dan berbicara dengan Kazan.
“Bunuh dia, apakah kau sanggup?!”
Mendengar perkataan Kazan, raut wajah Magma terlihat buruk, “Tentu aku sanggup! Akan kupastikan dia mati mengenaskan!”
Kemudian Magma melempar Tablet tersebut kepada anggotanya sebelum kembali melepaskan serangan ke sembarang arah.
“Cari Hound dan bawa dia padaku!”
Magma memberi perintah pada tiga anggotanya yang memiliki kekuatan Air Suci. Seketika salah satu dari mereka menggunakan kekuatannya membuat banjir.
“Tidak perlu mencarinya! Dia datang dengan sendirinya pada kita...”
Hound datang dari arah Tambang Ascerik. Terlihat Hound datang sendirian, sementara anggota Magma yang lainnya ada yang menangkap tahanan dan ada juga yang menghampiri Hound.
“Yo, Magma. Ada apa?” Hound merokok dengan santai dan menatap Magma beserta anggotanya.
“Hound! Beraninya kau mencuri Air Mata Phoenix milik ayahmu sendiri!” Salah satu anggota Organisasi Disaster yang memiliki kekuatan banjir memukul perut Hound.
“Ayah? Aku sama sekali tidak memiliki seorang ayah!” Hound menangkis dan langsung melepaskan kekuatannya dalam jumlah besar.
Magma mengernyitkan dahinya sebelum menarik napas dalam dan tertawa sinis, “Kakak, tidak, Hound! Apakah kau tahu tindakanmu ini membuat ambisi ayah tertunda! Cepat katakan padaku, dimana Air Mata Phoenix itu berada?!”
‘Mereka mengira itu adalah Air Mata Phoenix .... Nagato, pergilah dan jangan kembali. Ini pasti berat untukmu, tetapi tenang saja, aku yakin kau bisa melewatinya...’ Hound sudah memikirkan beberapa cara agar membuat Organisasi Disaster berada dalam tekanan.
Hound terus melancarkan serangan yang membuat ketiga anggota Magma menjaga jarak. Melihat itu, Magma merasa murka sehingga melepaskan serangan pukulan magma yang berbenturan dengan pukulan api Hound.
Tubuh Hound terhempas dan tersungkur ke tanah yang bersalju. Tak lama Magma memberi tanda pada ketiga anggotanya untuk menyiksa Hound. Dua dari mereka memukul perut Hound dan menendang secara bergantian. Membuat tubuh Hound terlempar kesana kemari dan menjadi sasaran empuk.
Setelah beberapa serangan dan mereka berdua merasa puas, barulah yang lainnya melepaskan pukulan yang mengenai wajah Hound.
“Sudah cukup basa-basinya! Hound, jawab dua pertanyaanku ini! Kenapa kau mengkhianati ayah! Dan dimana Air Mata Phoenix itu berada?!” Magma mengepalkan tangannya hingga kedua tangannya dipenuh magma yang berjatuhan.
“Bukan aku yang mengkhianati, tetapi kalianlah yang mengkhianati.” Hound tersenyum dan bangkit berdiri sambil menyeka darahnya, “Jika kau bertanya tentang Air Mata Phoenix, aku telah memberikannya pada anak Pandu. Nagato sudah meminumnya! Sekarang aku yakin dia telah kembali ke Kekaisaran Kai dan di bawah perlindungan salah satu Kapten Divisi Ophys! Kau tidak akan menyentuhnya, Magma!”
Hound berbohong, tetapi perkataannya sangat mengancam Magma dan yang lainnya. Raut wajah Magma memburuk, amarahnya memuncak hingga tak segan dia melesatkan pukulan telak pada perut Hound.
Darah segar dalam jumlah banyak keluar dari mulut Hound. Kali ini serangan Magma membuatnya kesulitan berdiri.
“Tuan Magma! Aku mendengar Tambang Ascerik hancur dan banyak tahanan yang melarikan diri! Sementara itu, aku melihat malam ini akan ada badai salju yang melanda hampir seluruhnya wilayah Azbec!”
Salah penyihir datang memberitahukan situasi di Tambang Ascerik.
__ADS_1
Hound merasa ini adalah hal yang baik, tetapi dia khawatir jika Nagato terkena badai salju. Namun dengan ini Magma dan seluruh Organisasi Disaster tidak dapat melakukan pencarian. Selain itu Magma terlihat begitu mewaspadai Kekaisaran Kai setelah mengetahui kabar Ophys yang menjadi Dewi Pelindung Kekaisaran Kai.
“Kalian cepat tangkap kembali para pembangkang itu! Jangan biarkan satupun pemberontak melarikan diri!” Magma tersenyum sinis dan melepaskan hawa membunuh sebelum tangan kanannya dipenuh ceceran magma.
“Kalian pergi ke Kekaisaran Kai! Aku rasa anak Pandu itu masih dalam perjalanan! Bunuh siapapun yang menghalangi! Walaupun orang itu anggota Ratu Iblis!” Magma memberi perintah. Ketiga anggotanya sempat ingin menuju jembatan gantung, tetapi mereka mengikuti perintah Magma dan bergegas menuju Kekaisaran Kai.
Ketika ketiga orang yang mempunyai kekuatan Air Suci pergi, Hound menghubungi Tablet yang dipegang Nagato dan Pahlawan Bintang Lima dari Organisasi Hero. Dia mempunyai dua Tablet. Tablet pertama adalah miliknya pemberian dari Organisasi Hero, sedangkan Tablet kedua pemberian Magma.
Bersamaan dengan Hound yang menghubunginya, Nagato memencet tombol hijau dan mendengar suara napas yang terputus-putus.
‘Hound-San! Kau pasti melindungi aku, kan? Kau merasa bersalah karena ayahmu membunuh orang tuaku, kan?’ Nagato membatin dan berlari kembali menuju Tambang Ascerik. Dalam langkah kakinya yang tertatih, dia mendengar suara Hound.
“Heart! Kode Ezzo! Pahlawan Bintang Tiga dari Hero! Misi menyusup ke Organisasi Disaster, organisasi milik ayahku sendiri! Demi mencegah tragedi yang terjadi akibat perbuatan gila kalian, dan aku adalah anak dari orang bernama Kazan! Serta kakak dari Magma! Misiku ini telah selesai!” Hound berbicara setengah berteriak, sebelum terbatuk-batuk. Nagato melebar matanya mengkhawatirkan kondisi Hound.
“Maaf karena aku karena selama ini membuatmu menderita. Seharusnya aku memberitahumu tentang ini sejak awal .... Selama ini aku berbohong karena aku takut kau membenciku...”
Nagato meneteskan air matanya mendengar perkataan Hound. Bagaimana dia bisa membenci orang yang telah memberinya kesempatan kedua untuk berharap demi kehidupan dan orang yang telah menyelamatkannya.
‘Hound-San! Mana bisa aku membencimu! Jika bukan karena kau ..., aku tidak akan bertahan hidup sampai saat ini!’ Nagato membatin dan terus mempercepat langkah kakinya.
“Hound! Masih berani menghubungi seseorang di saat seperti ini!” Magma melepaskan aura tubuh yang membuat tanah bersalju meleleh dipenuhi magma, “Apa kau mentertawakanku?!”
Hound menaruh Tablet miliknya di saku sebelum melepaskan kekuatannya yang terakhir untuk menahan serangan Magma.
“Aku hanya bahagia karena Nagato akan tetap hidup ... dia pasti akan menjadi orang yang hebat di masa depan. Dan kau, ataupun Iblis keparat itu tidak akan bisa menyentuhnya!” Hound menatap tajam Magma.
Nagato yang mendengar suara Magma dari Tablet yang dia pegang langsung mempercepat langkah kakinya yang tertatih.
“Hound-San! Kau bilang kita akan keluar dari benua ini bersama-sama?! Bukankah kau sudah berjanji! Kumohon jangan tinggalkan aku sendir!” Nagato berteriak dan meneteskan air matanya.
“Nagato akan terus hidup dan kau tidak akan sekalipun bisa menyentuhnya, Magma! Semenjak orang tuanya meninggal, dia sudah menderita selama sembilan tahun ini! Tapi penderitaannya telah usai! Dia bukanlah monster pembawa kematian seperti yang dikatakan orang-orang di benua ini! Dia bukanlah keturunan iblis seperti orang-orang dari luar benua ini menyebutnya! Tidak akan aku membiarkan ambisi dari dua iblis sepertimu dan keparat itu yang berniat membunuhnya berjalan sesuai keinginan kalian!” Hound berteriak dan memuntahkan darah segar. Namun tatapan matanya menatap Magma tajam.
“Selama aku hidup, kau tidak akan bisa menyentuhnya! Mulai sekarang hidupmu dan keparat itu akan dipenuhi ketakutan! Jangan pernah mencari atau mencoba membunuh Nagato! Lewati dulu mayatku ini! Karena dia sudah kuanggap menjadi adik kandungku sendiri!”
Perkataan Hound membuat Nagato menangis bersamaan dengan tubuhnya yang tersungkur ke tanah karena hembusan angin disertai salju yang kencang. Sementara itu Magma semakin murka mendengar perkataan Hound.
Nagato menangis tak dapat lagi membendung air matanya. Dia tidak ingin Hound mengorbankan nyawa demi dirinya.
Ketika Nagato berdiri di depan jembatan gantung yang sudah hancur. Dia menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Agar suara tangisannya tidak menggema.
‘Berjanjilah padaku, apapun yang terjadi kau harus pergi meninggalkan tempat ini!’ Nagato mengingat perkataan Hound kepada dirinya.
Nagato mengingat saat bagaimana pertemuannya dengan Hound. Saat pertempuran di Ibukota Daifuzen sampai saat Hound membawanya keliling Benua Ezzo untuk mencari Air Mata Phoenix dan dokter yang dapat menyembuhkan penyakit jantungnya.
__ADS_1
Bersamaan dengan Nagato yang berdiri mematung di depan jembatan gantung yang hancur. Ledakan yang sangat keras menggema suaranya. Di langit terlihat api yang membentuk matahari kecil dan magma yang membentuk kepala Naga.
Nagato dengan berat hati mengikuti perkataan Hound. Walau dia tidak sanggup, tetapi jika dia mati dan tertangkap oleh anggota Organisasi Disaster dan bawahan Black Madia, maka itu akan menjadi penghinaan untuk Hound yang telah berusaha menyelamatkannya.
Kedua teknik terbesar milik Hound berbenturan dengan salah satu teknik milik Magma membuat kerusakan besar. Pertarungan kedua kakak beradik sesama pengguna Air Suci itu membuat ledakan di langit malam hingga gelap berubah menjadi terang.
Hound tersenyum ketika melihat kekuatannya dimentahkan Magma. Tidak butuh waktu lama bagi Magma untuk melepaskan pukulan pada sekujur tubuhnya.
Hound kembali memuntahkan darah, pukulan demi pukulan membuat perutnya berlubang. Tetapi Hound masih berdiri tegak menghalangi Magma agar percaya jika Nagato telah kembali ke Kekaisaran Kai.
Hound tahu jika Nagato adalah anak yang keras kepala. Setelah mendengar ledakan yang dahsyat. Pastinya Nagato akan kembali ke jembatan gantung itu, sehingga Hound mengkhawatirkan Nagato. Bahkan di ujung kematiannya Hound masih mengkhawatirkan Nagato.
‘Belum ..., saat ini belum saatnya tumbang...’ Hound menatap Magma yang menatapnya dingin dan terus melepaskan pukulan.
Pukulan yang dilapisi magma menembus perut Hound. Hingga tubuhnya dipenuhi dengan kobaran api berlubang bercampur magma. Setelahnya tubuh Hound ambruk ke tanah. Dan kepalanya membentur tanah cukup keras.
“Matilah! Rasakan penderitaan itu!” Magma pergi meninggalkan Hound.
Langit malam yang ditatap Hound terasa sendu. Dia belum menyelamatkan Nagato, saat ini dia merasa dirinya hanya membuat luka di hati Nagato kian membesar.
Nagato, jika aku mati. Apakah kau akan mengingatku?
Dua tahun ini aku merasa bahagia karena kau dapat menerimaku. Tetapi dosa ini tidak akan termaafkan.
Kumohon tetaplah hidup dan jangan menangis. Jika aku menghilang, ingatlah kau tidak sendirian karena aku akan mengawasimu dari atas sana.
Saat ini pasti kau akan kembali dan datang kepadaku membawa tangisan yang memilukan itu. Tetaplah berjalan ke depan, janganlah kembali.
Jangan kemari, dan pergilah yang jauh Nagato!
Diam-diam, tahan air matamu dan tetaplah melangkah walau sesakit apapun itu.
Aku tahu kau pasti akan sangat menderita. Tetapi tetaplah hidup karena teman-temanmu telah menantimu di luar sana. Jangan takut untuk kembali mempercayai seseorang dan tetaplah melangkah.
Walau sesakit apapun itu. Walau sepekat apapun kebencian di dalam hatimu. Tetaplah hidup, karena suatu saat kau pasti akan menemukan kebahagiaanmu sendiri.
Dan sependek apapun harapan hidupmu. Tetaplah hidup dan jangan putus asa, Nagato.
Dengarkan permohonan maaf dan ucapan terakhir dariku ini ..., Nagato, maaf karena aku telah membuatmu menderita.
Hound mengembuskan napas terakhirnya. Di tengah badai salju yang melanda Kerajaan Sihir Azbec. Tangisan Nagato pecah. Tanah bersalju yang membentang luas di tapaki dengan langkah kakinya yang tertatih.
Nagato terus melangkah menuju tempat dimana dirinya dan Hound berjanji untuk bertemu yakni pelabuhan kota yang dekat dengan Pulau Ryushima.
__ADS_1
~The End~
~Next Season 2 : The Dawn~