Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 112 - Kerusuhan Di Kota Kumori


__ADS_3

Nagato memandang perubahan manusia buas Otani dari kejauhan, dalam benaknya dia sama sekali tidak merasakan ketakutan, di dalam pikirannya Nagato hanya ingin menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh Otani.


"Kakek Hyo, izinkan aku untuk melawan orang itu!" ucap Nagato dengan tenang pada Kakek Hyogoro.


Kakek Hyogoro melirik Nagato sesaat, di dalam benaknya dia ingin melihat sejauh mana kemampuan Nagato yang sebenarnya.


"Baiklah, kau urus Otani. Biar kakekmu ini yang akan mengurus kedua orang itu." jawab Kakek Hyogoro mengizinkan Nagato bertarung melawan Otani. Kemudian dia melirik dua orang penjaga Otani yang bersembunyi di balik pohon.


Mata Eiko dan Kazue menatap Nagato yang memakai topeng rubah putih. Nagato menarik pedangnya, kemudian dia berlari ke arah Otani yang mampu mengontrol kekuatan manusia buas.


"Air Suci terlarang, tetapi jenis ini adalah hal yang sangat berbeda dengan Air Suci yang sebenarnya." batin Nagato sambil melihat wujud mengerikan Otani.


Nagato dan Otani saling menatap dingin satu sama lain, tidak berapa lama keduanya melakukan gerakan tipuan untuk mengecoh. Nagato hanya tersenyum tipis dari balik topeng rubah putihnya.


"Pernapasan Pelangi Surgawi : Bentuk Merah." hati Nagato menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya.


Nagato menghindari pukulan tangan besar Otani, dia dengan gesit dan cekatan melompat ke atas tangan Otani. Nagato berlari di atas tangan besar yang kakinya pijak, dia langsung mengincar kedua mata Otani.


Nagato menebaskan pedangnya dari jauh ke arah Otani, tebasan pedangnya membentuk api padat berbentuk sabit melesat dengan cepat ke arah Otani.


Otani menyentuh tebasan api Nagato dengan tangan yang satunya, kemudian dia mengamuk dan berteriak dengan keras.


Nagato mengerutkan dahinya ketika kehilangan keseimbangannya, dengan tenaga dalam yang dia salurkan pada kakinya. Nagato melompat ke bawah.


Nagato berusaha untuk tetap tenang dan mengamati gerakan Otani. Perlahan dia terus berlari menghindari pukulan tangan Otani sambil berpikir.


"Lintasan Jingga!" teriak Nagato dalam hatinya, walaupun wajahnya terlihat tenang dan datar. Tetapi hati Nagato cukup panas membara. Tebasan pedang Nagato memotong tangan Otani.


Keluarga Bangsawan Minami yang melihat Nagato hanya bisa kagum dan terkejut. Sedangkan Kakek Hyogoro dan Litha sudah bertarung dengan dua penjaga Otani.

__ADS_1


"Dia cukup tinggi, andai aku bisa terbang... tunggu dulu, bukankah kedua kakinya itu?" gumam Nagato ketika merasa dirinya tidak diuntungkan, tetapi setelah melihat kedua kaki Otani, dirinya menemukan sebuah celah yang besar bagi tubuh besar Otani.


Nagato mengincar kedua kaki Otani, dia menggunakan pernapasan pelangi surgawi. Dengan cepat Nagato menebas kedua kaki Otani, dengan jurus putaran jarum api dan lautan api.


Otani mengerang kesakitan selama beberapa detik, tetapi beberapa saat kemudian tangan dan kaki Otani yang telah putus, secara perlahan mulai tumbuh kembali.


"Sial! Makhluk yang menjijikan!" batin Nagato berdecak kesal melihat Otani yang mampu menggunakan kekuatan manusia buas, bahkan Otani mampu menggunakan kekuatan regenerasinya.


Nagato mundur beberapa langkah ke belakang untuk menghindari hujan pukulan dari Otani. Secara perlahan dia kembali mengolah pernapasannya dan menatap dingin Otani.


"Perasaan ini? Apakah ini kebencianku yang dulu? Tetapi ini berbeda, kenapa bisa seperti ini?" batin Nagato bertanya - tanya karena dia tidak lagi merasakan kebenciannya.


Nagato menangkis pukulan Otani, keduanya bertukar serangan selama beberapa menit. Nagato cukup terdesak, dia tidak menyangka pukulan Otani cukup kuat dari yang dia pikirkan.


Otani mengeluarkan aura tubuhnya yang berwarna hitam pekat, aura tersebut mampu membuat Nagato kesulitan bergerak.


Nagato mengeluarkan aura putihnya yang mampu menahan aura hitam pekat milik Otani. Kedua aura dengan warna yang saling bersinggungan membuat udara menjadi begitu panas.


"Sirih." hati Nagato menarik napas panjang dalam satu tarikan napasnya. Kemudian dia berlari menggunakan langkah cepatnya, dengan sedikit gerakan tipuan. Nagato mampu membuat Otani kebingungan.


Nagato dengan gesit memegang pedangnya secara terbalik, Nagato menyalurkan tenaga dalam dan auranya pada bilah pedangnya.


"Api Cinta Yang Membara." batin Nagato sambil menebaskan pedangnya pada kedua kaki Otani. Api yang berkorbar di udara membentuk lambang hati yang membara. Setelah Otani terduduk, dengan cepat Nagato mengincar kepala Otani.


"Bocah!" teriak Otani sambil memutarkan tubuhnya dan dengan cepat pukulan tangannya melesat ke arah Nagato.


Nagato tersenyum tipis, "Pukulan ini mengingatkanku, pada saat itu." Nagato menebaskan pedangnya pada pukulan tangan Otani, "Tetapi aku sudah berbeda dengan saat itu."


Nagato berhasil memotong tangan kanan Otani, tetapi lagi - lagi kaki dan tangan Otani tumbuh secara perlahan.

__ADS_1


Nagato sedikit kesal, tetapi dia melihat ada yang aneh dengan gerakan tubuh Otani.


Otani memuntahkan begitu banyak darah dari mulutnya, tidak berapa lama tubuhnya mengembung dengan besar sebelum meledak. Melihat hal tersebut membuat Nagato terdiam selama beberapa saat, dia tidak menyangka akan melihat hal yang membuat kesal kembali.


"Apa yang terjadi padanya?" gumam Nagato bertanya - tanya melihat hal yang menimpa Otani. Dia merasa jika Otani mati terlalu cepat, mengingat perbuatan yang telah dilakukan oleh Otani adalah hal yang telah membuat penduduk Kota Kumori menderita cukup lama.


Seluruh tubuh Nagato terkena darah Otani yang berceceran, di balik topeng rubahnya Nagato sedang tersenyum kecut.


"Sebenarnya siapa pemimpin sekte sialan itu!" hati Nagato mengutuk setiap perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh Sekte Pemuja Iblis.


Setelah merenung selama beberapa menit, Nagato melirik Litha yang sedang bertarung melawan salah satu penjaga Otani.


Nagato menghampiri Litha dan membantunya, dengan cepat Nagato membuat pertarungan mereka berhenti.


"Orang yang kau lindungi telah mati? Apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Nagato pada seorang perempuan yang sedang bertarung melawan Litha.


Perempuan tersebut hanya diam tidak membalas perkataan Nagato, dia sekarang menyerang Nagato dengan jurus pedang airnya.


Nagato menangkis setiap tebasan pedang lawannya tersebut, tetapi elemen miliknya sangat berlawanan dengan air.


Litha membantu Nagato, "Kekuatan elemen milikmu, tidak mempan terhadapnya," Litha menatap Nagato, "Biar aku yang mengurusnya."


Litha dengan penuh percaya diri melawan perempuan tersebut, tetapi setelah perempuan yang menjadi lawannya menggunakan kekuatan auranya. Situasi berbalik dengan cepat, Litha tidak dapat menahan serangan lawannya itu.


Nagato terkejut dan membantu Litha. Dia tidak menyangka melihat seseorang yang mampu memanipulasi auranya menjadi air. Sebuah aura yang berubah menjadi air yang dapat menjadi pelindung dan senjata yang mematikan.


"Litha, orang ini berbeda dengan musuh yang pernah kita lawan sebelumnya." ucap Nagato yang berada disamping Litha.


Litha terkejut mendengar perkataan Nagato, dia bisa mengingat sosok Demet dan Devon saja sudah cukup kuat baginya. Tetapi perempuan yang ada di hadapannya masih lebih kuat dari kedua pembunuh bayaran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2