
Ada kejutan bulan ini. Novel ini akan Hia.. ehem. Kagutsuchi Nagato crazy up akhir bulan. Terimakasih yang masih terus mengikuti. Dari yang kasih like, komentar dan vote, kalian semua luar biasa.(Serasa jadi Boriel, Ariel Noah)
Arc Cinta memang amburadul menurutku, mohon maaf banget. Niatnya Kagutsuchi Nagato kutamatin di Arc Cinta(Sekarang). Jadi untuk Arc selanjutnya di bikin Season 2 dengan judul Kagutsuchi Nagato : Revenge. Selamat malming mblo.
___
Nagato mulai menyerang satu demi satu Manusia Hewan Buas yang menyerangnya. Serangan dari berbagai arah dapat dia atasi dengan kemampuannya. Tubuhnya sekarang terasa lebih ringan ketika aura hitam pekat membentuk sebuah tanda di tubuhnya.
“Teruslah bertarung. Aku akan membuatmu kelelahan lalu menangkapmu, Fuyumi Nagato!” Gunter berdiri menatap Nagato dari arah hutan. Serangan dari berbagai arah yang dilancarkan Manusia Hewan Buas kepada Nagato membuat Gunter tertawa puas.
“Seruling ini sangat berguna. Benar kata Tuan Gore, aku adalah orang terpilih!” Gunter tertawa sendiri dan menikmati pertarungan yang tersaji didepannya.
Nagato tidak menggubris perkataan Gunter. Tebasan pedangnya dia percepat untuk membunuh Manusia Hewan Buas yang menghadangnya. Gunter sudah dekat dengannya, namun Manusia Hewan Buas menghalangi langkah kakinya untuk membunuh pria yang terus meniup seruling tersebut.
Nagato sudah membunuh lima puluh Manusia Hewan Buas. Aura disekitarnya terasa sangat panas. Nagato mengatur napasnya dan bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Gunter namun sekarang justru dirinya dihadang oleh Manusia Hewan Buas kembali.
Nagato kembali menyerang dengan agresif. Setiap tebasannya menciptakan lintasan api yang membara di udara. Serangan demi serangan yang dilancarkan Nagato mulai menumbangkan Manusia Hewan Buas satu demi satu.
“Pernapasan Sirih!”
Nagato mengolah pernapasan dan bergerak dengan kecepatan tinggi mengincar Gunter. Benturan pedang menggema karena Gunter menahan tebasan pedangnya.
“Belum saatnya kau bertarung melawanku...” Gunter memutar tubuhnya dan menendang perut Nagato. Kemudian dia kembali memainkan serulingnya dengan nada yang berganti-ganti.
Nagato kembali melihat puluhan Manusia Hewan Buas yang mengepungnya. Ilusi yang diciptakan permainan seruling itu membuat Nagato memikirkan beberapa cara untuk menghentikannya. Manusia Hewan Buas yang dia bunuh selalu berdatangan, tidak ada habisnya.
Hingga akhirnya Nagato menyadari jika dirinya berada dalam jangkauan kekautaan ilusi, Seruling Ilusi. Ilusi yang ada disekitar Nagato sangat nyata dan membuatnya secara tidak sadar berada di alam mimpi. Sebuah mimpi ilusi yang dikendalikan oleh Gunter.
“Apa dia telah menyadarinya?” Gunter membatin dan berdecak kesal karena merasa Nagato telah menyadari jangkauan ilusi dari Seruling Ilusi.
__ADS_1
Senjata Kuno, Seruling Ilusi, yang dimainkan oleh Gunter dapat membuat Nagato terkena teknik ilusi tanpa sadar. Walau bisa menciptakan Ilusi Hutan Cakrawyuha yang luas, tetapi Gunter tidak dapat mengendalikan sepenuhnya. Dia hanya bisa mengendalikan orang terkena ilusi yang berada di dalam jangkauan serangan ilusi.
Nagato berada di dalam jangkauan tersebut. Memang sejak awal Nagato digiring oleh Gunter agar terkena Seruling Ilusi. Tetapi Gunter telah melakukan kesalahan besar karena terlalu meremehkan Nagato.
Gunter mengira Nagato telah kehabisan banyak tenaganya. Tetapi Nagato masih dapat bertahan dan terus melawan. Semua itu diluar perkiraannya.
“Rasakan serangan gelombang hewan buas ini!” Gunter meniup serulingnya dan menatap tajam Nagato yang sedang bertarung melawan Manusia Hewan Buas.
Gunter tersenyum karena melihat Nagato belum menyadari jika dia telah terjebak dalam ilusi. Manusia Hewan Buas yang mengepung Nagato akan berdatangan tanpa henti setiap Nagato menghabisi nyawa mereka semua.
Nagato terus mengayunkan pedangnya membunuh Manusia Hewan Buas yang menghadangnya. Perlahan serangannya mulai membuat Nagato merasa ada kejanggalan. Perlahan dia berhenti bergerak dan memejamkan matanya.
“Satu-satunya bangun dari mimpi adalah...” Nagato menggumam pelan dan tersenyum menyeringai. Tangannya yang memegang pedang dia arahkan pada jantungnya. Pedang yang memiliki bilah berwarna hitam itu menembus jantungnya.
Gunter tidak percaya dengan apa yang dilakukan Nagato. Tidak mungkin dia dapat menyadari jika dirinya berada di dalam dunia ilusi. Ketika melihat mata Nagato terbuka, dengan cepat Gunter melepaskan aura tubuhnya dan menebaskan pedangnya pada dada Nagato.
“Lambat...” Nagato yang telah lepas dari dunia ilusi tersenyum tipis melihat Gunter. Dia menghindari serangan yang dilancarkan Gunter dan mulai melakukan penyerangan.
Gunter melepaskan energi pedang dan memanipulasi aura tubuhnya. Api membara di sekitar pedang milik Gunter. Keduanya mulai bertukar serangan kembali. Tebasan yang sama-sama dilapisi api itu membuat Nagato dan Gunter menggunakan jurus mereka untuk meningkatkan kecepatan tebasannya.
Nagato memainkan pedangnya dengan begitu lincah. Tebasan pedangnya terus memberikan serangan tanpa henti pada Gunter. Nagato selalu berganti-ganti posisi dari menyerang ke bertahan karena pertukaran serangan yang terjadi sekarang sangatlah cepat.
Selepas bertukar serangan kurang lebih sepuluh jurus, Nagato memejamkan matanya dan melepaskan aura hitam pekat yang membuat wajah bagian kirinya memiliki tanda hitam.
Gunter menghentikan pergerakan dan serangannya. Matanya menatap tajam dan mengamati perubahan yang terjadi pada Nagato. Kekuatan yang sangat terasa mencekam dan tekanan dari Nagato membuat Gunter memilih untuk mengamati terlebih dahulu.
___
Sementara itu Matsuri sedang bertarung melawang anggota Spider yang bernama Zumi. Lawan dari Matsuri menggunakan pedang sebagai senjata. Keduanya kini sedang bertukar serangan.
__ADS_1
Matsuri tidak dapat berkonsentrasi penuh melawan Zumi karena ada puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang mengepungnya. Pasukan dari Kekaisaran Rakuza itu membantu Zumi untuk membunuhnya.
“Tangkap dia! Kalian harus menikmati hidangan Jendral Bunga dari Kekaisaran Kai!” Zumi dengan wajah yang menghina mengatakan hal yang membuat prajurit militer Kekaisaran Rakuza bertambah semangat.
Prajurit militer Kekaisaran Rakuza membentuk formasi pertahanan dan mengelilingi Matsuri dari segala arah. Sekarang Matsuri seperti orang terjebak dalam sebuah labirin. Satu-satunya cara untuk keluar hanyalah dengan menerobos dan membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang menghalanginya.
“Pernapasan Sirih...”
Matsuri mengolah pernapasan dan mulai memainkan pedangnya menyerang setiap prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang menghadangnya. Benturan senjata dan serangan dari segela arah dapat diantisipasi oleh Matsuri.
Matsuri terus menebaskan pedangnya membunuh setiap prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang menyerang dirinya. Sesekali Matsuri sengaja menurunkan penjagaannya karena ingin memancing pergerakan Zumi.
Setelah melepaskan lebih dari dua puluh serangan akhirnya Matsuri membunuh semua prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang. Sekarang dihadapannya berdiri Zumi yang tersenyum mengejeknya.
Matsuri sendiri tidak termakan provokasi dari Zumi. Karena dia sendiri tidak terlalu peduli dengan Zumi. Tidak butuh waktu lama bagi Zumi menyerangnya dengan kecepatan tinggi.
“Matilah kau, Matsuri!” Zumi berteriak sambil bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Matsuri.
Ketika pedang mereka bersentuhan. Keduanya langsung bergerak cepat sambil menebaskan pedangnya. Pertukaran serangan sengit terjadi, bunga-bunga sakura berjatuhan setiap Matsuri mengayunkan pedangnya. Sementara air dari tebasan pedang Zumi juga sesekali mengalir di udara.
Matsuri dan Zumi terus bertukar serangan. Permainan pedang Zumi mampu mengimbangi permainan pedang Matsuri. Namun setelah Matsuri menggunakan kekuatan Pedang Musim Semi. Energi pedang yang terpancar dari pedang yang digenggam Matsuri membuat wajah Zumi berubah menjadi pucat pasi.
“Darah Sakura Bersemi!”
Matsuri bergerak dengan kecepatan tinggi. Zumi masih mampu menahan serangan beruntun dari tebasan pedangnya. Namun Matsuri kembali melepaskan jurusnya setelah merasakan Zumi tidak dapat mengikuti pergerakannya.
“Jurus Pedang Musim Semi : Kehangatan Cinta Yang Bersemi!”
Matsuri mengaliri bilah pedangnya dengan tenaga dalam beserta aura tubuhnya. Cahaya berwarna merah muda menghiasi bilah pedangnya. Dengan kecepatan tinggi, Matsuri membunuh Zumi menggunakan jurus pedangnya.
__ADS_1
Matsuri mengibaskan pedangnya dan mengatur napasnya sambil memulihkan tenaganya terlebih dahulu sebelum mencari keberadaan Hanabi.
***