
“Ophys-sama. Menurutku, manusia barbar itu meracuni mereka dengan asap, lalu menyiksa dengan menusukkan pedang pada tubuh mereka...” Melody melihat pendekar muda seperti Chiaki, Chaika, Yuri dan pendekar muda dari Klan Kitakaze serta klan lainnya terbaring dengan perut yang terpampang jelas luka tusukan pedang.
“Aku akan memberikan pertolongan pertama pada mereka semua. Bantu aku, Melody.” Ophys memejamkan matanya. Seketika Masayu yang memegang pedang hendak memotong kepala Ophys. Namun pedang tersebut patah menjadi dua ketika bersentuhan dengan leher Ophys.
“Serangga sialan! Beraninya kau mengayunkan pedangmu pada Ophys-Sama!” Perempuan berambut merah yang memeluk tubuh Yin Lingling langsung turun dari atas.
“Hentikan, Miko-Chan!” Ophys berteriak pada gadis berambut merah yang mencekik leher Masayu.
“Hehehe... Kalau begitu, baiklah...” Perempuan bernama Miko tersenyum manis dengan wajahnya yang terlihat imut itu.
“Kalian datang ke negeri ini dengan alasan apa?! Apa kalian berniat membunuh kami semua seperti yang dilakukan oleh iblis bernama Ignist itu!” Masayu kembali mendorong tubuh Ophys hingga perempuan yang memiliki telinga panjang dengan paras yang cantik itu terjatuh.
Ophys memeluk tubuh Masayu. ‘Gadis kecil ini terkena racun gas belerang. Tubuhnya melemah, tetapi dia mahir dalam mengolah pernapasan. Sepertinya dia beruntung karena bisa tetap bergerak.’
“Sampai matipun aku tidak memaafkan kalian! Apa yang harus kami perbuat ketika kalian terus menanyakan hal yang sama kepada kami? Kenapa kalian menyiksa orang tanpa pandang bulu? Orang yang kalian cari tidak ada disini! Di sini tidak ada orang yang bermarga Prabu! Tetapi kalian terus menanyakan hal yang sama kepada kami!” Masayu menangis dan memukul perut Ophys.
“Holy Cry.”
Ophys dan Melody mulai menggunakan sihir penyembuh. Seketika langit malam yang menghitam itu semakin gelap dan pekat. Hujan mulai membasahi seluruh wilayah Ibukota Daifuzen. Rintikan hujan itu adalah air yang dapat menyembuhkan luka.
“Berhenti! Mereka lah yang telah menyelamatkanku!” Matsuri berlari dan menghampiri Masayu.
Seketika raut wajah Masayu nampak semakin sedih. Air matanya tidak tertahankan karena air hujan yang membasahi seluruh daratan Ibukota Daifuzen dapat menyembuhkan luka.
“Mereka bukanlah bagian dari Naga Merah itu...” Setelah memberitahu Masayu tentang Ophys dan yang lainnya. Matsuri segera membantu Kyla yang tak sadarkan diri dan bawahannya.
“Aiya, nona kecil yang manis. Racun asap yang kalian hirup telah menghilang berkat sihir dari Ophys-Sama dan Melody-San.” Yin Lingling menurunkan perempuan berambut hijau yang membawa ransel. Sementara dia kembali terbang tinggi dan menjatuhkan Crystal.
“Lingling! Bisa-bisanya kau bercanda dalam keadaan seperti ini!” Tubuh Crystal terhempas ke bawah dengan kecepatan tinggi. Namun Yin Lingling dengan cepat menyambar dan memegang kedua tangan Crystal.
__ADS_1
“Aku akan memberimu pelajaran! Lihat saja!” Crystal menatap Yin Lingling geram ketika kedua kakinya menyentuh tanah.
“Siapa... Sebenarnya kalian? Kenapa kalian datang ke negeri ini?” Masayu berdiri dan menyeka air matanya.
“Kami hanyalah penjahat kriminal yang suka menjelajahi dunia. Hanya itu saja.” Melody menyentuh pundak Masayu dan mendekati perempuan berambut hijau.
“Lingling! Crystal! Bantu aku! Walau gas itu telah menghilang kita harus membantu menyembuhkan orang-orang yang telah menghirupnya!” Perempuan berambut hijau mengeluarkan alat-alat dari dalam ransel.
“Yamarin! Kita ini penjahat buat apa menolong mereka?” Miko memeluk perempuan yang bernama Yama Rin.
“Oi, Miko-Chan. Jangan menyebut nama Rin-Chan seperti sebuah julukan...” Ophys berdiri dan memejamkan matanya sembari tersenyum.
“Kalau Ophys-Sama berkata seperti itu, ya sudah. Aku akan membantumu, Yamarin...” Miko segera membantu Yama Rin, gadis berambut hijau yang baik hati itu. Yama Rin memiliki perawakan yang tidak terlalu tinggi.
“Aku akan membuat penawar racun. Kalian bantu aku. Kumpulkan semua orang yang masih hidup karena menghirup asap gas belerang disini. Dan untuk orang-orang yang terluka parah kita pisah dan Melody-San yang akan memberikan pertolongan pertama pada mereka.” Dengan wajah manisnya Yama Rin menatap Melody dan Ophys.
“Baiklah, Rin-Chan. Kau memang dapat diandalkan.” Melody tersenyum sambil mengelus rambut Yama Rin.
Yama Rin mengangguk. “Bagus. Lebih banyak orang yang membantu, maka lebih cepat selesai. Kau sepertinya dapat diandalkan dibandingkan temanku ini.”
“Oi, Yamarin! Jangan bicara seperti itu dengan wajah manismu!” Crystal terlihat kesal dan segera membantu Yama Rin.
Sementara itu Ophys terbang dengan sayap aura berbentuk kupu-kupu di punggungnya menuju tempat Shirayuki dan Hana berada. Yin Lingling mengikuti Ophys dari belakang.
“Hawa dingin ini bukanlah hanya kekuatan elemen atau unsur bawaan. Ini terasa lebih kekuatan jelmaan.” Ophys berkata sembari menatap Shirayuki dan Hana yang sedang mencoba menyelamatkan dua gadis muda yang terbaring di tanah.
Ophys menghampiri Shirayuki dan menatap Litha dan Iris. Hanya dengan melihatnya saja, Ophys bisa mengetahui kedua gadis muda yang terbaring lemah memiliki tubuh yang spesial. Kemudian dia menoleh melihat Hana yang menangis.
“Aku dapat menyembuhkan gadis itu. Tetapi luka dalam karena terkena pukulan Ignist tidak akan sembuh sepenuhnya. Umurnya tidak akan bertahan lama. Jika dia berumur dua belas tahun, maka dia hanya akan hidup hingga umur enam belas tahun. Tergantung dari semangat hidupnya, mungkin akan sampai tujuh belas bahkan delapan tahun jika semangat hidupnya tinggi.” Ophys berjongkok dan menatap wajah Hanabi yang pucat pasi. “Mungkin hingga tujuh belas tahun. Luka dalamnya terlalu parah. Racun asap itu telah menyatu dengan lukanya.”
__ADS_1
“Tolong sembuhkan anakku!” Hana memohon sebelum dia benar-benar pingsan.
“Apa benar aku akan mati...” Mulut Hanabi menggumam pelan. Matanya sayu dan berusaha untuk berbicara.
“Ya, tetapi aku akan berusaha menyelamatkanmu. Semua tergantung dirimu. Apakah kau punya keinginan yang ingin kau capai?” Ophys bertanya sambil melepaskan kekuatannya. Kekuatan penyembuhan yang menggunakan nyawanya. Kekuatan dari seorang Ras Elf. Ophys sendiri adalah seseorang yang lahir dengan tubuh setengah manusia, setengah Elf. Dalam artian dia adalah Half-Elf.
Hanabi mengingat perkataan Hana tentang cinta. “Kelak jika kamu jatuh cinta pada seseorang, maka langit yang tampak biasa saja itu akan menjadi berwarna.” Matanya menatap Ophys dan berusaha berbicara.
Ophys mendekatkan telinganya pada mulut Hanabi. Suara Hanabi terdengar sangat lirih.
“Aku ingin merasakan jatuh cinta. Setidaknya aku ingin merasakan itu sebelum kematianku.” Ophys tersenyum ketika Hanabi menyelesaikan perkataannya.
“Aku tahu pasti menyakitkan jika kau tahu hidupmu tidak akan lama. Tetapi jangan sampai putus asa. Ciptakan kenangan berharga agar kau tidak menyesal menjalani hidup ini...” Ophys menciptakan sebuah bunga teratai yang menjadi tempat berbaring Hanabi. Seketika tubuh Hanabi bercahaya berwarna merah muda.
“Kalian berdua...” Shirayuki menatap ke arah Ophys dan Yin Lingling.
“Apakah dia anakmu?” Ophys menghampiri Litha dan mengusap wajah manis Litha yang pucat dan bersedih itu. “Dia mengorbankan ingatannya. Pasti kalian telah kehabisan aura. Sehingga gadis kecil ini menggunakan kekuatan terlarang dari tubuhnya. Dia akan kehilangan ingatannya selama sisa hidupnya. Walau bisa disembuhkan, tetapi butuh waktu lama untuk menyembuhkannya. Saat ini detak jantungnya berhenti. Sudah terlambat...”
Shirayuki terkejut mendengar perkataan Ophys. “Litha...” Air mata dari perempuan beranak satu itu mengalir bersamaan dengan dirinya yang ambruk ke tanah dan pingsan.
“Lingling. Bawa tubuh gadis kecil ini. Gunakan kekuatannmu untuk memberikan pertolongan pertama padanya. Setelah itu kau bantu Rin-Chan dan yang lainnya." Ophys memberi perintah pada Yin Lingling dan menciptakan tubuh manusia yang terbuat dari sihir.
Klon tubuh Litha terlihat sangat nyata. Entah apa yang direncanakan Ophys, tetapi dia ingin membuat orang-orang mengira Litha benar-benar telah mati.
“Tidak ada yang akan mengetahuinya kecuali makhluk sebangsaku...” Ophys tersenyum ketika melihat Shirayuki menangis. “Perempuan ini sangat cantik. Sangat mirip dengan Fubuki. Andai saja aku mengajak Fubuki kesini.”
“Fubuki-San tidak akan mau ikut jika Ophys-Sama datang ke Benua Ezzo. Aku rasa Fubuki-San sangat membenci tempat ini...” Yin Lingling melapisi tubuh Litha dengan api berwarna merah.
Ophys sendiri sadar jika Kekaisaran Kai sudah berada di ambang batas. Beberapa negeri yang dipimpin pemimpin palsu, tidak akan bertahan lama. Dia sudah melihatnya berkali-kali.
__ADS_1
“Cepat bawa gadis kecil itu ke markas. Aku akan mencari calon suamiku yang bernama Kagutsuchi Nagato...” Ophys menatap Yin Lingling yang terlihat ingin mendampinginya.
“Hehehe... Baiklah, Ophys-Sama.” Yin Lingling langsung terbang menuju Paus Terbang sambil membawa tubuh Litha.