Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 243 — Arwah Suci Jenis Mythical : Ushi Oni


__ADS_3

“Tidak perlu kusuruh ternyata dia berubah sendiri. Tetapi aku tidak menyangka pengikut Yang Mulia Pandu masih hidup.” Shirayuki menghampiri Panglima Perang Nobu dan membantu Emi.


“Kristal Es!” Tubuh Panglima Perang Nobu membeku. Shirayuki datang dan langsung melancarkan serangannya.


“Wanita cantik! Kau pikir aku dapat kalah semudah ini?!” Petir menghancurkan kurungan es yang membekukan tubuhnya. Panglima Perang Nobu memainkan kapaknya menghancurkan siapa saja yang menghalanginya.


“Ushi Oni? Apakah ini kartu as kalian? Menggelikan. Tidak ada yang bisa mengalahkan Yang Mulia Orochi, ingat itu!” Panglima Perang Nobu mengincar Shirayuki yang tidak takut berhadapan dengannya.


Tangan Shirayuki memegang pedang es yang terbentuk dari tenaga dalamnya. Matanya menatap sinis Panglima Perang Nobu.


“Kalian kurangi pasukan musuh! Harus ada yang menahan pria beringas ini!” Shirayuki memberi perintah pada Emi dan yang lainnya.


“Tarian Pedang Salju!” Shirayuki memainkan pedangnya dengan gemulai. Kecantikan dan keanggunannya di tengah pertempuran membuat Kaisar Orochi yang memperhatikannya tertarik menjadikan Shirayuki menjadi permaisurinya.


“Nah, Shirayuki. Apa kau tertarik menjadi permaisuriku. Istri sahku sudah lama meninggal. Kira, anakku, tidak akan keberatan jika dia memiliki ibu secantik dirimu itu, Shirayuki...” Salah satu kepala ular Yamata No Orochi berada di tengah-tengah pertarungan Shirayuki dan Panglima Perang Nobu.


“Menjijikan! Seumur hidupku aku tidak akan menikah! Orang yang kucinta sudah tiada! Apalagi aku tidak tertarik dengan pria rendahan sepertimu, Orochi!” Pedang es Shirayuki bercahaya. Butiran salju turun di sekitar Shirayuki sebelum dia menebaskan pedangnya memotong leher salah satu kepala Yamata No Orochi yang mengganggu pemandangannya.


Panglima Perang Nobu merah wajahnya karena marah, “Wanita sialan! Beraninya kau memotong kepala Yang Mulia Orochi!”


Serangan yang dia arahkan membabi buta justru membunuh beberapa pasukannya. Sementara itu Shirayuki yang menjadi lawannya dengan santai menangkis dan menahan serangannya.


“Dia menggangguku!” Shirayuki dengan berani terus melayangkan serangan bertubi-tubi kepada Panglima Perang Nobu.


Banyak yang tidak tahu menahu kekuatan Shirayuki. Dahulu ibu beranak satu yang memiliki kecantikan yang dapat membuat pria tunduk padanya itu adalah salah satu anggota Pandu saat ayah Nagato itu diangkat menjadi jendral.


“Elang Badai Salju!” Shirayuki memanipulasi aura tubuhnya membentuk elang raksasa yang berwarna putih karena terbentuk dari es. Sedangkan kedua sayapnya yang mengepak mengeluarkan salju.


“Menarik! Jika aku kalah denganmu, maka aku tidak pantas bernama Panglima Perang Nobu!” Kapak Panglima Perang Nobu bercahaya berwarna ungu sebelum melemparnya ke arah elang salju yang menyerang dirinya.


“Ular Petir Menggelegar!” Ledakan yang teramat keras seperti sambaran petir menggelegar suaranya. Ular yang terbentuk dari aura tubuh Panglima Perang Nobu melilit elang es yang sayapnya mengeluarkan salju itu.


“Apa kau tidak tahu cara melata, pria beringas?” Shirayuki menutup mulutnya dan menatap sinis Panglima Perang Nobu yang mengernyitkan dahinya, “Sudah kukatakan. Elang akan memangsa ular...”


Salju dan es pecah beserta ledakan dari ular yang terbentuk dengan aura tubuh itu. Shirayuki meremas tangannya dan menunjuk Panglima Perang Nobu.


“Serang dia, elang saljuku!” Mata Panglima Perang Nobu terbelalak melihat elang yang baru saja hancur terbentuk kembali bahkan sekarang kepakan sayap elang itu mengeluarkan ratusan tombak es.


Panglima Perang Nobu memainkan kapaknya dan memotong elang salju milik Shirayuki dengan sekali ayunan kapaknya, “Jangan meremehkanku, wanita!”

__ADS_1


Shirayuki menggelengkan kepalanya, “Dasar pria liar!” Ejekan yang keluar dari setiap mulut Shirayuki membuat Panglima Perang Nobu ingin menerkam tubuh perempuan tersebut.


“Rasakan ini!” Petir berbentuk mulut ular melesat ke arah Shirayuki dengan sangat cepat, “Kau sangat cocok menjadi Dewi Perang, Shirayuki!”


“Tembok Es Mawar Biru!” Ledakan terjadi ketika petir berbentuk ular membentur tembok ular bercorak bunga mawar. Shirayuki mengolah pernapasan dan mencari celah untuk terus menahan Panglima Perang Nobu. Jika ada kesempatan, dia ingin membunuh pria di depannya itu.


Hembusan angin dari gerakan Shirayuki setelah tembok es pertahanannya hancur membuat Panglima Perang Nobu tersenyum menyeringai.


“Aku tidak perlu repot-repot datang kepadamu! Ini bagus untukku!” Panglima Perang Nobu menahan tebasan pedang es Shirayuki.


Setiap gerakan Shirayuki sangat tenang dan cepat. Tanpa suara dan mematikan. Es dan petir saling membentur dan menghancurkan. Pedang es yang Shirayuki genggam berkali-kali berusaha menusuk Panglima Perang Nobu.


“Tusukan Seribu Hawa Dingin!”


Gerakan tangan Shirayuki begitu cepat. Tusuakan pedangnya tanpa suara. Tusukan demi tusukan dan benturan demi benturan terus menggema. Betapa dahsyatnya serangan dari Panglima Perang Nobu ketika membalas serangann Shirayuki berkali-kali lipat.


“Raungan Petir!”


Sambaran petir yang menghancurkan pedang es beserta jalanan membuat Shirayuki menjaga jarak dengan Panglima Perang Nobu. Matanya menatap tajam pria yang memegang kapak tersebut.


“Terlalu kasar pada perempuan. Pantas saja tidak ada perempuan yang tertarik padamu, pria beringas...” Shirayuki terus mengejek Panglima Perang Nobu. Posisinya terdesak namun secara mental, justru Shirayuki yang mendesak Panglima Perang Nobu.


“Kau!” Panglima Perang Nobu kehabisan kata-kata. Wajahnya dipenuhi otot-otot karena menahan kemarahannya.


Panglima Perang Nobu berteriak dan membuat ledakan dari petir yang menggelegar di sekitarnya, “Shirayuki!”


Ayunan kapak Panglima Perang Nobu ditahan Shirayuki dengan dua pedang es. Keduanya bertukar serangan dan membuat pertarungan mereka menjadi perhatian prajurit militer Kekaisaran Kai yang mentalnya jatuh karena kekuatan Yamata No Orochi.


Di sisi lain, Takatsugu telah sepenuhnya merubah wujudnya menjadi Ushi Oni. Semua tertuju pada Manusia Hewan Buas yang menjaga jarak dengan kedua Arwah Suci Jenis Mythical yang saling berhadapan itu.



Wujud Takatsugu (Gyuki) yang berubah menjadi Ushi Oni. Seseorang terpilih oleh Arwah Suci Jenis Mythical : Ushi Oni.


(Sumber : Aplikasi Pinterest.)


“Jadi itu ayahmu, Hika, Tika?” Iris tak habis pikir melihat ayah dari kedua sahabatnya yang memiliki kekuatan Arwah Suci Jenis Mythical : Ushi Oni.


“Ya, itu ayahku, Iris.” Hika terlihat gembira, begitu juga dengan Tika yang menangis sesenggukan.

__ADS_1


Nagato dan Litha melihat wujud Takatsugu yang mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni tidak dapat berkata apa-apa selain terus menahan gempuran pasukan militer Kekaisaran Rakuza.


“Tarian Pedang Burung Salju Kembar!” Hika dan Tika membantu pendekar kubu timur melawan pasukan militer Kekaisaran Rakuza.


Ichiba membantu Oichi yang tidak dalam kondisi terbaiknya, “Aku harus melindungimu, Oichi. Bayi didalam rahimmu adalah hasil cinta kalian berdua, percayalah, Azai pasti tidak ingin kau berakhir di tempat seperti ini...”


Oichi masih terima jika harus kehilangan Azai, pria yang dia cintai. Pandangan pertama di Kota Yasai membuat hubungan mereka semakin dekat. Bahkan ketika keduanya tidak sengaja bertemu di Kota Chikuwa, Azai dan Oichi secara sadar menjalin hubungan yang lebih dekat.


Namun kini Azai telah tiada. Itu kabar yang Oichi dengan dari Hawk dan Matsuri. Tentu setelah menikah secara diam-diam, tanpa diketahui Shirayuki dan Ichiba, dua orang terdekatnya. Oichi tidak ingin kebahagiaannya hilang dalam sekejap. Namun takdir berkata lain. Azai meninggalkannya terlebih dahulu, tanpa melihat bayi di dalam kandungannya.


“Terimakasih, Kak Ichiba...,” ucap Oichi dengan suara sendu sebelum melangkahkan kakinya berada di samping Sachie.


“Kita belum sepenuhnya kalah. Kalian berdua jangan lengah.” Sachie terlihat menggambar di udara sambil menasihati Oichi dan Ichiba.


“Kicauan Seribu Merak Alam!”


Dari gambaran tangan Sachie yang memegang Pena Bulu Merak terbentuk serangan dari bulu-bulu merak yang mengarah pada prajurit militer Kekaisaran Rakuza.


“Hebat, Nenek Sachie...” Ichiba memuji Sachie yang dapat memaksimalkan kekuatan Pena Bulu Merak.


“Hanya ini yang bisa kulakukan untuk generasi muda. Aku ingin kalian hidup damai tanpa adanya pertumpahan darah. Tapi itu adalah hal yang sulit...” Sachie menjawab sembari terus melancarkan serangan.


Di alun-alun kota tempat Kaisar Orochi yang memakai wujud Yamata No Orochi sedang terus bergerak, membuat pasukan militer Kekaisaran Kai berlarian dan menjaga jarak dengan Setan Merah dari Rakuza tersebut.


“Takatsugi Si Iblis Sapi, salah satu pengikut Kagutsuchi Pandu. Bagaimana, apa kau tertarik bergabung denganku?” Salah satu kepala Yamata No Orochi terlihat mengejek Takatsugu yang telah mengubah wujudnya menjadi Ushi Oni.


“Ucapanmu tidak dapat kupegang. Aku tidak bisa percaya padamu, Orochi!” Takatsugi membuka mulutnya dan mengeluarkan hembusan angin padat yang menhancurkan tiga kepala Yamata No Orochi.


“Aku justru semakin tertarik membuatmu tunduk padaku, Takatsugu! Jika kau mau bekerjasama denganku, aku pastikan kau dapat membalas kematian Pandu!” Kaisar Orochi sengaja memprovokasi Takatsugu. Dengan kata-kata, bujuk rayu serta hasutan. Kaisar Orochi berharap Takatsugu termakan perkataannya.


Namun Takatsugu sekarang tidak memikirkan hal tersebut. Firasat buruknya membuat Takatsugu merasa jika penyerangan Kekaisaran Rakuza masih belum apa-apa dibandingkan dengan pembantaian malam berdarah yang membinasakan Klan Kagutsuchi.


“Orochi, apa kau percaya dengan Naga?” Takatsugu menatap tajam Yamata No Orochi dengan kedua bola matanya yang tajam.


“Naga? Jangan alihkan pembicaraan! Jika kita dapat merubah wujud menjadi makhluk dalam legenda. Tentu aku percaya Naga itu ada! Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, Takatsugu!” Salah satu kepala Yamata No Orochi menjulurkan lidahnya di depan wujud Ushi Ini, Takatsugu.


“Walau kau gila, tetapi sepertinya ini tidak seperti rumor yang beredar...” Takatsugu sengaja menghina Kaisar Orochi, Setan Merah dari Rakuza.


“Mulutmu ternyata seperti setan!” Delapan kepala Yamata No Orochi menyemburkan api ke arah Takatsugu.

__ADS_1


Pertarungan kedua orang yang memiliki kekuatan Arwah Suci Jenis Mythical tidak dapat terhindarkan. Baik Ushi Oni milik Takatsugu ataupun Yamata No Orochi milik Kaisar Orochi sama-sama membuat kerusakan besar. Pertarungan keduanya kini berada di luar kota setelah bertukar serangan lebih dari sepuluh jurus yang mereka gunakan.


Ledakan beserta raungan memenuhi daerah sekitar Ibukota Daifuzen.


__ADS_2