Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 278 — Pembantaian Sepihak IV


__ADS_3

Karakurt memakai masker dan pakaian pelindung. Dia sengaja membuat ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai tergeletak lemas setelah menghirup asap dari gas belerang.


“Bagianku sudah selesai. Sekarang tinggal kalian.” Karakurt menatap tajam petinggi militer Kekaisaran Rakuza sebelum membunuh mereka.


Beberapa prajurit militer Kekaisaran Rakuza sesak napas dan kejang-kejang. Karakurt tertawa ketika mendengar erangan, melihat kematian manusia yang perlahan-lahan dia nikmati siksaannya. Melihat orang-orang yang tersiksa, justru membuat Karakurt tertawa puas.


“Black Rhino! Ubah wujudmu! Aku sudah menyelesaikan apa yang kau suruh!” Karakurt berteriak cukup keras para Black Rhino yang telah selesai menyiksa pendekar dari Kekaisaran Kai.


“Untuk para petinggi dari sampah ini sepertinya Vendom lebih tertarik pada mereka...” Karakurt duduk di atas batu bata dan membuka tabletnya.


Tablet adalah sebuah alat komunikasi yang ada di dunia ini. Khususnya sering digunakan di luar benua tersembunyi ataupun sebuah negeri yang belum terjamah.


“Halo, selamat malam Tuan Baha Jellikoth. Kami sudah membereskan orang-orang di Kekaisaran Kai. Bahkan di kota reruntuhan ini ada pasukan dari negeri yang bernama Kinai dan Rakuza...” Karakurt berbicara pada seseorang yang sedang berada di Kerajaan Sihir Azbec.


“Bunuh mereka semua dan segera pergi dari tempat itu!” Suara dari tablet terdengar terengah-rengah. Karakurt mengernyitkan dahinya.


Tak lama Baya Jellikoth mengatakan hal yang membuat wajah Karakurt berubah. Senyuman lebar dan keringat dingin mengucur deras di wajahnya.


“Sebuah Paus Terbang, tidak salah lagi...” Suara Baya Jellikoth terputus-putus, “Entah apa yang membuat Ratu Iblis Ophys datang ke Benua Ezzo. Tetapi kalian tidak akan mampu menghadapi orang itu. Aku rasa dia datang bersama seluruh anggotanya! Karena Paus Terbang itu adalah salah satu markas mereka!”


“Apa?! Tidak mungkin!” Karakurt berteriak dan tersentak kaget. Dia mengingat saat Ophys datang bersama dua anggotanya, saat itu dirinya bersama Ignist, Karakurt, Raido, Vendom, Black Rhino memilih pergi dari kediaman Klan Kagutsuchi. Bahkan tujuh belas tahun lalu saat pembantaian, Pemimpin Tujuh Dosa Besar Mematikan dan dua orang bawahan Ignist datang membantu.


Jika Ophys datang bersama seluruh anggotanya menggunakan Paus Terbang, maka perempuan yang dijuluki sebagai Ratu Iblis itu memiliki tujuan tersembunyi datang ke Benua Ezzo.


Mulut Karakurt terbuka namun tidak ada suara yang keluar, tak lama Baya Jellikoth kembali berbicara.


“Jika kalian gagal menemukan keturunan Kagutsuchi yang masih hidup, maka kalian harus menghadap sendiri pada Tetua. Aku tidak ada urusan lagi dengan kalian, sumber daya di negeri ini sangat melimpah. Baik dari batu sihir, alam maupun wanitanya.” Baja Jellikoth mematikan sambungan. Sementara Karakurt menoleh ke belakang ketika melihat Black Rhino datang memakai masker dan pakaian pelindung.


“Ada apa? Wajahmu pucat?” Black Rhino bertanya pada Karakurt.


“Bunuh mereka! Aku akan menjelaskan situasi ini pada Tuan Ignist!” Karakurt pergi meninggalkan Black Rhino yang terdiam.

__ADS_1


“Oi, Karakurt. Situasi apa? Sudah jelas kita akan membunuh mereka semua malam ini! Sekarang situasinya berbeda dengan tujuh belas tahun lalu saat Ratu Iblis itu datang bersama dua anggotanya!” Black Rhino melepaskan aura tubuhnya kemudian mengeraskan tubuhnya. Lalu dia mengubah wujudnya menjadi Arwah Suci Jenis Beast : Badak Hitam.


Karakurt tertawa mendengar perkataan Black Rhino karena temannya itu tidak menyadari situasi yang tidak terduga ini.


“Sayangnya orang itu akan datang. Ophys datang dengan Paus Terbang yang melegenda itu. Saat itu dia datang bersama Lingling dan Melody. Tetapi saat ini dia datang bersama seluruh anggotanya. Aku baru saja mendapatkan kabar ini dari Tuan Baha Jellikoth.” Karakurt memberikan penjelasan singkat pada Black Rhino.


“Apa katamu?!” Black Rhino berteriak. Dia setengah tidak percaya dengan perkataan Karakurt.


“Kita harus hadapi mereka! Jangan meremehkan pasukan dari Panglima Empat Penjuru! Tuan Ignist akan melawan wanita keparat itu!” Black Rhino melampiaskan kemarahannya pada prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang tergeletak di tanah.


“Aku akan memberitahu Tuan Ignist. Jika dia memilih untuk melawan Ratu Iblis itu maka kita harus bersiap-siap!” Karakurt kembali berjalan meninggalkan Black Rhino.


“Oi! Katakan padaku pendekar silat dari Negeri Jaya!” Black Rhino bertanya pada prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang sekarat.


Prajurit militer itu hanya menggumam tidak jelas. Melihat ekspresi wajah menyedihkan itu. Black Rhino memotong tangan dan kaki prajurit tersebut. Kali ini dia tidak segan menyiksa seluruh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang tadi berniat melarikan diri.


Suara erangan setelah Black Rhino menginjak ataupun menyeruduk perut prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang sekarat terus terdengar. Sudah tidak terhitung prajurit yang telah bertarung mati-matian justru mati di tangan orang asing yang datang dari Kekaisaran Bahamut.


“Kali ini aku akan membunuhnya!”


Setelah berkata demikian, Black Rhino kembali membunuh prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang masih hidup.


Di sisi lain, Vendom justru menikmati ribuan prajurit militer Kekaisaran Kinai yang mencoba melawannya. Setelah mengubah wujudnya menjadi Werewolf tentu saja Vendom memiliki kekebalan tubuh yang lebih kuat.


“Ada apa? Saat ini kalian mengepungku tetapi kenapa kalian menjaga jarak dariku?” Vendom menjilat darah segar yang ada di telapak tangannya. Kemudian dia bergerak dengan kecepatan tinggi mencakar dan meremas kepala orang-orang yang sedang mengepungnya.


Darah yang mengenai wajahnya menambah sensasi kenikmatan tersendiri bagi Vendom. Dengan cakarannya yang tajam layaknya sebuah pedang. Kuku-kuku dari kedua jari tangan Vendom membuat prajurit militer Kekaisaran Kinai yang mengepungnya ketakutan.


Ratusan prajurit militer Kekaisaran Kinai berkeringat dingin, beberapa dari mereka berlarian mencoba melarikan diri dari dalam Ibukota Daifuzen. Setelah mengira Kekaisaran Kai akan berakhir, justru malapetaka datang yang akan menghancurkan ketiga pihak, baik itu Kekaisaran Kai, Kekaisaran Rakuza dan Kekaisaran Kinai.


“Tidak mungkin kita selamat dari perang ini! Kita tidak akan menang melawan mereka!” Salah satu prajurit militer Kekaisaran Kinai berteriak histeris.

__ADS_1


“Apa di masa depan tidak ada kedamaian di tanah Ezzo ini! Aku sudah lelah hidup di bawah penguasa tirani!” Prajurit lainnya berteriak histeris dan terduduk di tanah memasrahkan dirinya.


“Kalau begitu matilah!” Vendom menusuk leher prajurit militer Kekaisaran Kinai yang terduduk di tanah. Setelah merasakan tulang barulah dia meremas dan melepaskan aura tubuhnya.


Vendom tersenyum lebar dan kembali membunuh orang-orang yang sedang melarikan diri. Kecepatan langkah kakinya begitu gesit. Tidak butuh waktu lama bagi Vendom untuk dapat mengejar mereka. Ditambah dengan kekuatan dari Werewolf, tentunya Vendom sekarang dalam kondisi terbaiknya untuk bertarung.


Dibandingkan dengan bertarung, justru Vendom terlihat seperti borang yang membunuh tanpa pandang bulu. Dia sadar di Benua Ezzo tidak mungkin ada orang yang dicari oleh Tetua Bahamut. Tetapi dia merasa orang-orang yang memiliki hubungan dengan Keluarga Prabu, Kagutsuchi, Tsukuyomi, Muramasa dan Kitsune tidak akan akan memberitahu dan lebih memilih mati.


Vendom sudah sering membunuh orang yang berhubungan dengan kelima marga itu. Tetapi dia selalu melihat kesetiaan ataupun harapan menjelang kematian. Khususnya saat Ignist dan pasukannya menundukkan Negeri Jaya. Saat itu juga Vendom mengingat perkataan pemimpin dari Negeri Jaya sebelum dieksekusi mati oleh Ignist


“Menantang dunia? Tidak mungkin ada orang bodoh yang berani mengusik Aliansi Bangsa-Bangsa maupun tiga negara pemegang hak istimewa!” Vendom sendiri merasa Tetua Bahamut terlalu takut dengan ramalan keluarga Prabu.


Setelah membunuh orang-orang yang mencoba melarikan diri darinya, Vendom menatap prajurit militer Kekaisaran Kinai yang mematung dan tidak bisa bergerak.


“Apa kau tahu tentang marga Kagutsuchi?” Vendom bertanya pada prajurit militer Kekaisaran Kinai.


“A-aku tahu... tetapi Klan Kagutsuchi sudah lama tiada. Bahkan keturunan terakhir dari Kagutsuchi Pandu mati di tangan orang bernama Kazan...” Prajurit militer Kekaisaran Kinai menelan ludah setelah menjawab pertanyaan Vendom. Jantungnya berdetak kencang karena ketakutan. Wajahnya dipenuhi keringat dingin karena melihat tatapan mata Vendom yang begitu tajam.


“Jadi anak dari orang yang bernama Kagutsuchi Pandu ini dimana? Apakah kau mengetahuinya?” Vendom sengaja bertanya kembali karena melihat tatapan mata prajurit itu menatap dirinya penuh harap. Penuh harap akan sebuah pengampunan.


Prajurit militer Kekaisaran Kinai tersebut berharap Vendom tidak akan membunuhnya jika dirinya menjawab pertanyaan darinya.


“Aku dengar anak dan istri dari Pandu juga telah mati...” Prajurit militer itu tidak dapat berbicara banyak. Dia menelan ludah dan kesulitan untuk berbicara karena merasakan aura mencekam dari Vendom.


Setelah mendengar jawaban yang kurang memuaskan. Vendom langsung melepaskan tendangan mengincar kepala prajurit militer Kekaisaran Kinai yang mematung di depannya. Tendangan kakinya langsung melepas kepala prajurit itu dari tubuhnya.


Darah muncrat layaknya air mancur. Vendom hanya tertawa dan menatap prajurit militer Kekaisaran Kinai yang lainnya. Semua orang menatap Vendom penuh ketakutan.


Sekilas Vendom melihat Ignist dan Karakurt berbicara. Terlihat Ignist begitu marah entah karena alasan apa, tetapi Vendom merasakan firasat buruk karena merasakan angin malam yang membuat bau amis semakin menyengat terasa berbeda.


“Sangat jarang aku melihat Tuan Ignist memarahi Karakurt...”

__ADS_1


Vendom menggumam pelan. Kemudian dia mengamati Black Rhino yang melakukan hal yang sama seperti dirinya.


__ADS_2