Kagutsuchi Nagato : The Dawn

Kagutsuchi Nagato : The Dawn
Ch. 130 - Aku Tidak Akan Melarikan Diri


__ADS_3

Green Vas tertawa dan menatap sinis Nagato dan Litha, perlahan tangan kirinya yang terpotong mulai tumbuh kembali. Berbeda dengan manusia buas yang dapat beregenerasi cepat tetapi harus kehilangan akal sehatnya, kekuatan yang diperoleh Green Vas sangat berbeda karena tangan kirinya kembali tumbuh menjadi tangan kera iblis berwarna hitam.


"Kenapa jadi seperti ini?!" Green Vas menaikan alisnya karena dia tidak menyangka dengan mengorbankan 500 orang tidak bersalah dia hanya mendapatkan kekuatan yang terlihat menjijikan.


"Kenapa tanganku seperti ini!" teriak Green Vas dengan keras. Teriakan Green Vas membuat preman dan orang buangan yang mendengarnya langsung menjauh.


"Ada apa dengan dia?" Nagato waspada karena kali ini tubuhnya terluka cukup parah dan dia merasa Green Vas sangat berbeda dengan sebelumnya.


Green Vas mencoba kekuatannya dan menyerang Nagato, pukulan tangannya membuat kerusakan yang besar. Tanah berlubang bahkan Nagato terhempas karena pukulan tangan Green Vas.


Nagato tidak dapat memaksakan tubuhnya lagi ketika melihat Green Vas kembali melancarkan serangan, tangkisan pedangnya tidak bertahan lama.


Green Vas tidak berniat untuk berlama - lama di Kakato karena dia ingin bertanya pada Black Madia tentang cara mengembalikkan tangan kirinya.


"Mati kau!" Green Vas terus memukul tubuh Nagato yang sudah babak belur.


Nagato tidak menyangka dia akan selemah ini, ingin rasanya dia berteriak karena latihannya selama beberapa tahun terakhir tidak membuahkan hasil apapun.


Satu pukulan telak mengenai perut Nagato hingga keluar darah segar dari mulut Nagato. Green Vas terus memukul Nagato yang sudah tidak berdaya.


"Nagato!" teriak Litha histeris ketika melihat tangan kiri Green Vas bercahaya hijau dan hendak memukul kepala Nagato.


"Enyahlah, bocah!" Green Vas tersenyum lebar dan melesatkan pukulannya pada kepala Nagato tetapi tangannya ditebas oleh Dorobo yang membawa kapak besar.


Green Vas menatap dingin Dorobo dan tidak menyangka jika satu per satu gangguan selalu menghadangnya untuk menghabisi Nagato.


"Dorobo!" Litha bersyukur karena Dorobo datang bersama seluruh anggota pencuri Ashikubi.


"Lepaskan Nagato!" Dorobo menebaskan kapaknya pada Green Vas.


Dorobo dan Green Vas saling menahan serangan satu sama lain, Nagato mencoba bangkit berdiri dan melihat Dorobo yang datang bersama yang lainnya.


"Dorobo..." gumam Nagato melihat Dorobo yang bertarung melawan Green Vas.


Dorobo melesatkan tebasan kapak terkuatnya hingga membuat Green Vas mundur beberapa langkah ke belakang. Dorobo berniat menggunakan kesempatan ini untuk menjaga jarak dan melarikan diri, Dorobo bukanlah orang yang naif karena dia tahu Green Vas adalah orang yang lebih kuat dari dirinya dan mereka semua.


Dorobo berasumsi jika tidak ada orang yang bisa membunuh Green Vas baik itu dirinya dan anggota pencurinya maupun Nagato dan Litha yang telah terkapar.


"Kenapa kalian disini?!" Nagato melihat Usup yang menghampiri Litha yang terluka parah sedangkan Nagato dibantu untuk tetap berdiri oleh pencuri Ashikubi yang lain.


"Kau terluka cukup parah, Litha! Jadi benar, aku tidak melihat Asha sama sekali!" Usup mengangkat tubuh Litha yang tidak dapat bergerak.


"Usup..." gumam Litha pelan menahan rasa sakitnya.


"Kuas melihat kalian diserang bawahan Black Madia, sekarang dia mengikuti Asha yang dibawa kakak kandungnya." Usup mencoba menenangkan Litha.


"Sial!" Nagato menatap tajam Green Vas dan berusaha untuk tetap berdiri tegak.


"Nagato!" tegur salah satu pencuri yang melihat Nagato ingin menyerang Green Vas.

__ADS_1


Green Vas menguatkan tubuhnya berkali - kali lipat dan berjalan pelan mendekati Dorobo dan yang lainnya.


"Jadi kau orang yang merawat anak jelata ini!" Green Vas berdecak kesal karena Dorobo menggagalkan rencananya untuk membunuh Nagato.


"Aku adalah Pemimpin Ashikubi!" Dorobo menodongkan kapaknya pada Green Vas,"Aku tak tahu kenapa kau begitu ingin membunuh kedua anak ini, aku sebagai pengasuh mereka berdua tidak akan membiarkanmu menyentuh dua anak ini sedikitpun!"


"Meskipun aku hanya dititipi kedua bocah tengik ini selama setahun, aku tak akan membiarkan siapapun menyentuh anggota keluargaku!" Dorobo tersenyum sinis menatap Green Vas.


"Perempuan yang memiliki tubuh bagus sepertimu menjadi pencuri," Green Vas menatap setiap lekuk tubuh Dorobo,"Baiklah, coba lindungi dua bocah ini, jika kau kalah aku akan menikmatimu bersama gadis kecil ini!"


Green Vas tersenyum lebar menatap Dorobo dan Litha.


"Bos, lebih baik kita pergi." salah satu pencuri perempuan yang bernama Celes mengajak Dorobo segera melarikan diri.


"Ketika aku menggunakan jurus terkuatku, kalian semua gunakan kesempatan itu untuk melarikan diri..." ucap Dorobo pelan pada seluruh anggota pencuri Ashikubi.


Seluruh pencuri Ashikubi mengerti maksud Dorobo, dengan gerakan santai mereka semua mengambil ancang - ancang untuk berlari.


"Bawa Litha..." Usup menyerahkan Litha pada Celes.


"Satu... dua... tiga..." Dorobo menarik napas panjang dan melemparkan kapaknya ke arah wajah Green Vas.


Green Vas tidak melihat Dorobo yang sudah bersiap untuk menyerangnya karena pandangan matanya terhalang kapak.


"Pukulan 100 Ton."


Dorobo menggunakan kesempatan ini untuk memukul wajah Green Vas, pukulan tangan Dorobo membuat Green Vas mundur beberapa langkah ke belakang bahkan membuat wajah Green Vas berdarah.


"Apa yang kalian berdua lakukan?!" teriak Celes ketika melihat Usup mencoba menarik tangan Nagato.


Dorobo terkejut melihat Nagato yang tidak melarikan diri, melihat tindakan Nagato membuat Dorobo mengingat perkataan Kakek Hyogoro.


Pandu akan menghabisi siapapun yang berani menyentuh temannya ataupun keluarganya. Pada saat dia seperti itu, di mataku Pandu adalah orang yang tidak peduli jika dia kehilangan nyawanya, asalkan orang yang dia cintai selamat maka saat itu dia baru akan tenang.


Dorobo mengingat perkataan Kakek Hyogoro,"Jangan bilang..." Dorobo tidak menyangka Nagato akan bertindak seperti yang Kakek Hyogoro ceritakan.


Aku melihat Nagato memiliki sifat yang sama seperti Pandu. Ketika Litha terluka maka Nagato akan berubah kepribadiannya, aku yakin bukan hanya Litha saja, siapapun orang yang telah menjadi temannya maka Nagato akan melindunginya...


Dorobo berhenti berlari dan kembali menghampiri Nagato yang berniat melawan Green Vas.


"Cepat, Nagato! Kau tidak akan bisa menang melawannya!" Usup menarik paksa tangan Nagato tetapi Nagato tetap tidak bergeming sedikitpun dari hadapan Green Vas.


"Aku tidak akan melarikan diri!" Nagato menarik tangannya yang dipegang Kuas.


"Apa yang kau katakan, bocah tengik?! Tujuh penyihir bawahan Black Madia adalah orang yang kejam! Dia bukanlah lawan untuk bocah ingusan sepertimu!" Kuas meledak emosinya karena Nagato tidak bergeming sedikitpun justru sebaliknya kini Nagato mengeluarkan aura tubuhnya yang berwarna putih dan emas secara bersamaan.


"Na-Nagato... lepaskan... aku..." Litha mencoba untuk mendampingi Nagato karena dia tahu Nagato adalah orang yang tidak pernah melarikan diri dari sebuah pertarungan.


"Jangan, Litha. Lukamu saja sudah cukup parah!" Celes menahan Litha. Melihat Litha yang tetap ngotot akhirnya Celes membuat Litha pingsan dengan memukul ulu hatinya.

__ADS_1


Dorobo menyuruh anggotanya untuk pergi lebih dulu membawa Litha dan dia berjanji pada mereka semua jika dia akan membawa Nagato kembali dengan selamat.


"Aku tidak akan melarikan diri? Kau cukup percaya diri sekali!" Green Vas murka karena Nagato terlihat sama sekali tidak takut padanya.


"Aku hanya ingin mengukur sejauh mana kekuatanku, jika aku tidak dapat mengalahkanmu maka aku tidak dapat memenggal kepala orang itu!" Nagato membalas perkataan Green Vas dan menebaskan pedangnya dengan cepat.


Dorobo membantu Nagato dan mengayunkan kapaknya mengincar kepala dan badan Green Vas. Serangan dari dua sisi membuat Green Vas tedesak sementara.


"Argh!" Nagato memuntahkan darah segar dalam jumlah yang banyak. Tubuhnya sudah tidak dapat mengikuti tekadnya untuk tetap berdiri.


"Nagato!" Dorobo terkejut melihat Nagato yang memuntahkan darah sambil menangkis pukulan Green Vas.


Nagato menggertakkan giginya dan mengolah pernapasan, pukulan Green Vas membuatnya sulit untuk tetap bertahan.


"Bara Api!"


Teriakan Nagato membuat seluruh aura tubuhnya terlepas keluar dan berubah menjadi api, demi membunuh Green Vas mau tidak mau Nagato harus melewati batas kemampuannya.


Green Vas tersenyum lebar melihat Nagato yang masih tetap berdiri dan memberikan perlawanan.


"Anaconda Punch."


Green Vas memukul Nagato dengan pukulan yang dilapisi aura hijau. Benturan pedang Nagato dan pukulan tangan Green Vas membuat kayu - kayu rongsokan terlempar.


Nagato melihat Dorobo hendak menebas kepala Green Vas. Nagato berharap kerja sama antara dirinya dan Dorobo membuahkan hasil.


Dorobo menebas kepala Green Vas tetapi gerakannya masih kalah cepat dengan Green Vas yang memutar badannya dan melancarkan serangan pada Dorobo.


Green Vas memukul perut Dorobo dengan pukulan Anaconda Punch. Nagato terkejut karena Green Vas dapat bereaksi cepat bahkan ketika dirinya sedang menahan pukulannya.


Nagato melancarkan serangan pada Green Vas tetapi setiap tebasan pedangnya dapat ditahan Green Vas dengan pukulan tangannya.


Green Vas mengambil kapak yang dipegang Dorobo kemudian menebaskan kapak tersebut pada badan Dorobo.


"Dorobo!" teriak Nagato yang telah gagal menyelamatkan Dorobo.


Dorobo meringis kesakitan menahan rasa sakit yang luar biasa, tangannya menyentuh badannya yang bersimbah darah.


"Kubunuh kau!" Nagato menebaskan pedangnya kembali yang dilapisi api membara di udara pada badan Green Vas.


Tebasan pedang Nagato sangat dalam membuat pertahanan Green Vas terbuka dan hancur, darah segar mengucur dibadan Green Vas.


"Dorobo, bertahanlah!" Nagato memegang kepala Dorobo.


Melihat Dorobo yang bersimbah darah membuat Nagato khawatir jika Dorobo mati karena kecerobohannya.


"Breng-" belum selesai Green Vas berbicara dirinya ditatap dingin Nagato.


"Matilah kau!" Nagato mendelik matanya menatap dingin Green Vas. Aura tubuhnya yang berwarna hitam pekat keluar secara paksa dan melepaskan aura kematian ke arah Green Vas.

__ADS_1


Green Vas berkeringat dingin ketika aura hitam pekat Nagato terhirup olehnya. Tidak sampai satu menit, perlahan tubuh Green Vas memuntahkan darah segar dan mengerang kesakitan sebelum mati.


Dorobo sudah tidak sadarkan diri, di sisi lain Nagato mulai kehilangan kesadarannya sebelum tubuhnya terjatuh di tanah.


__ADS_2