
Setelah aura tubuhnya pulih sepenuhnya. Seluruh pendekar muda maupun pendekar dewasa yang masih mampu untuk bertarung mulai membantu pertempuran kembali.
Berkat kedatangan bala bantuan. Kini pendekar dari Kekaisaran Kai mulai memukul mundur prajurit militer Kekaisaran Kinai. Sementara prajurit militer Kekaisaran Kai yang dipimpin Hawk, Tsumasaki dan Budou bertempur melawan prajurit militer Kekaisaran Kinai yang dipimpin petinggi Spider.
Matsuri sendiri memimpin pasukannya untuk memukul mundur prajurit militer Kekaisaran Kinai. Serangan dari dua arah membuat pasukan militer Kekaisaran Kinai terhimpit. Kesempatan itu tidak disia-siakan pendekar kubu timur yang bergabung.
Serangan gabungan beserta semangat pertempuran membuat pihak Kekaisaran Kai mengalami kemenangan yang besar. Hampir tujuh ribu prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai gugur dalam pertempuran tersebut. Sementara pihak Kekaisaran Kai juga mengalami kerugian yang tidak kalah besarnya.
Banyak nyawa yang gugur dalam pertempuran ini. Perlahan sore hari mulai gelap. Api yang membakar bangunan membuat pertempuran masih tetap berlanjut. Lampu di Ibukota Daifuzen padam, namun terlihat sebuah api dan asap dari arah Kota Mikazuchi yang semakin jelas terlihat.
Chosu, Takatsugu dan Satsuma menyadari hal tersebut. Mereka betiga berniat memukul mundur pasukan militer Kekaisaran Rakuza dan pasukan militer Kekaisaran Kinai ke luar Ibukota Daifuzen.
“Orochi! Enyahlah dari tanah Kai!” Takatsugu membuka mulutnya dengan lebar dan memadatkan angin disekitarnya. Bahkan petinggi Spider yang sedang bertarung melawan Hawk, Tsumasaki dan Budou mencari tempat untuk menghindari serangan tersebut.
Sementara Orochi yang mengubah wujudnya menjadi Yamata No Orochi menghadang Takatsugu dengan penuh percaya diri.
Angin semakin padat dan membentuk bola besar yang memutar di udara. Takatsugu melepaskannya ke arah Orochi dan prajurit militer Kekaisaran Rakuza. Ledakan besar terjadi. Tiga kepala Yamata No Orochi hancur akibat serangan tersebut.
“Lihat! Kau membunuh ratusan pion kesayanganku!” Salah satu kepala Yamata No Orochi berteriak dan menyemburkan api secara membabi-buta.
Ketika matahari sepenuhnya terbenam. Pendekar dari kubu timur membentuk formasi di dalam kota agar saling melindungi.
“Jangan lengah! Kita harus mengepung mereka semua! Kita beri pelajaran pada mereka yang berani mengusik kita!” Namida menggertakkan giginya karena tidak menyangka pertempuran akan seperti ini.
Bahkan melihat prajurit militer Kekaisaran Kinai saja, membuat Namida begitu marah. Prajurit militer Kekaisaran Kinai terlihat seperti orang yang ditakdirkan mati dalam medan perang.
Sementara prajurit militer Kekaisaran Rakuza masih bertempur dan berusaha menaklukkan prajurit militer Kekaisaran Kai maupun prajurit militer Kekaisaran Kinai.
Situasi semakin kacau. Api yang mewarnai langit malam Kota Mikazuchi membuat orang-orang yang berasal dari Kekaisaran Kai merasakan firasat buruk. Api itu terlihat tidak wajar. Bahkan terlihat seperti kebakaran yang lebih besar dari pertempuran yang terjadi sekarang di Ibukota Daifuzen.
“Namida, Mio, Hana. Aku pergi dulu. Ada sesuatu yang harus kuurus!” Emi berlari dan menyuruh Ichiba memimpin pendekar perempuan dari Klan Fuyumi. Terlihat Oichi juga sedang mengontrol aura tubuhnya.
“Aku harus mengetahui masa lalu itu. Hancurnya Klan Kagutsuchi. Setidaknya aku bisa mengetahuinya sebelum aku mati!” Emi berlari dan membunuh siapa saja yang menghadangnya.
Prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai yang sedang bertempur membeku tubuhnya ketika Emi mengibaskan pedangnya.
***
“Hanabi, terimakasih...” Nagato berkata pada Hanabi yang sedang bertarung dan menyentuhkan punggungnya pada punggung Nagato.
“Simpan rasa terimakasihmu. Sekarang kita benar-benar telah terkepung!” Hanabi mengernyitkan dahinya karena sekitar tiga ratus Manusia Hewan Buas mengepung pendekar muda dan membentuk formasi.
__ADS_1
Seolah-olah ada orang yang mengendalikan Manusia Hewan Buas. Nagato menyadari ada orang yang mengincar dirinya. Sehingga dia mulai melepaskan aura tubuhnya dan membuat pelindung dari api.
“Tidak ada habisnya!” Iris mengibaskan pedangnya setelah membunuh Manusia Hewan Buas.
“Ada yang tidak beres. Mereka berniat mengepung kita. Bukankah Hewan Buas ini ada beberapa yang keluar dari kota...” Litha berpikir keras dan mengamati pergerakan Manusia Hewan Buas yang membentuk lingkaran yang berlapis.
Melihat formasi pertahanan yang memfokuskan pada pengepungan itu. Litha mengingat bentuk Hutan Cakrawyuha. Tidak ada jalan keluar yang pasti. Mereka semua telah berada di labirin yang tak ada jalan keluar.
“Hati-hati Hika!” Tika menarik tangan Hika ketika salah satu Manusia Hewan Buas yang berwujud Hewan Buas Kalajengking Merah menyerang Hika dari belakang.
“Hampir saja...” Hika terkejut karena lengah. Dengan hati-hati, gadis manis kembar itu mulai saling melindungi bersama Tika.
“Teknik Pedang Air : Hiu Menerkam!”
Tatara membunuh Manusia Hewan Buas yang memiliki wujud Hewan Buas Kalajengking Merah. Tika yang melihatnya menghela napas panjang karena dia sendiri baru memulihkan tenaganya.
“Terimakasih...” Tika berkata pada Tatara sambil mulai menyerang Manusia Hewan Buas bersama Hika.
“Mereka semakin menghimpit kita. Bagaimana ini, Fuyumi Nagato?” Tatara justru bertanya pada Nagato karena mengira pemuda yang sedang berdiri itu memiliki rencana.
“Kalian yang laki-laki berada di samping kiri dan kanan, perempuan-perempuan ini. Aku akan menjaga bagian belakang, sementara Tatara, kau bagian depan.” Nagato berkata pada pendekar muda yang terkepung bersamanya.
“Baiklah, kami siap...”
“Naga, aku tidak terlalu lemah untuk kalian lindungi...” Iris berbisik dengan penuh nada kesal di telinga Nagato.
“Dengarkan saja perkataanku!” Nagato membalas bisikan Iris.
“Sepertinya kalian berdua sangat akrab...” Hanabi yang menyandarkan punggungnya pada punggung Nagato melirik Iris yang juga menempel pada mereka berdua.
“Membekulah!”
“Eh?”
Nagato, Iris dan Hanabi saling berpandangan. Tak lama pendekar muda yang sedang menyusun rencana terkejut dengan kedatangan Shirayuki yang membekukan tiga ratus Manusia Hewan Buas dalam sekejap.
“Hebat! Nona Putri Salju benar-benar hebat!” Akai dengan penuh kekaguman menatap Shirayuki yang menghabisi Manusia Hewan Buas dalam sekejap itu.
Iris menatap Shirayuki dan merasa ibunya itu memaksakan kekuatannya. Terlihat dari hawa dingin yang semakin terasa bahkan salju-salju yang turun disekitar Shirayuki sangat tidak wajar.
Iris merasa Shirayuki telah sampai pada batasnya, hanya saja ibunya menggunakan teknik yang sama dengan Hisui. Itu adalah hal yang paling dia takutkan. Mengorbankan nyawanya demi aura yang besar.
__ADS_1
“Cepat ikuti aku! Kita bantu pasukan militer yang dipimpin Matsuri!” Shirayuki berteriak dan mulai berlari menuju tempat Matsuri berada.
Nagato dan yang lainnya mengikuti Shirayuki. Terlihat jelas ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai mengepung prajurit militer Kekaisaran Kai yang semuanya adalah perempuan dan dipimpin oleh Matsuri.
Nagato melirik Iris yang melebar matanya dan berlari ke arah Shirayuki. Tak lama Litha juga berlari ke arah Shirayuki.
“Bibi Shirayuki...” Nagato terkejut Shirayuki memuntahkan darah dalam jumlah yang banyak.
Semua pendekar mengkhawatirkan Shirayuki. Namun mereka mengikuti perkataan Shirayuki untuk membantu pasukan yang sedang dikepung itu.
Pendekar dari Klan Akatsuki menyerang prajurit militer Kekaisaran Rakuza dari samping, sedangkan pendekar dari Klan Kitakaze menyerang prajurit militer Kekaisaran Kinai dari belakang.
“Bantu mereka!” Tatara berteriak. Kemudian pendekar muda melepaskan teknik serangan mereka hingga membentuk serangan gabungan.
Prajurit militer Kekaisaran Kai yang dipimpin Matsuri mulai menyerang dari dalam. Dalam situasi terkepung itu, keadaan terbalik. Kini ribuan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan prajurit militer Kekaisaran Kinai terkepung dari empat arah.
“Ibu hanya kelelahan. Tenang saja...” Shirayuki mencoba menenangkan Iris dan Litha.
Nagato melepaskan auranya dan memainkan pedangnya ketika ada puluhan prajurit militer Kekaisaran Rakuza yang berniat menyerang Shirayuki.
Punggung Nagato yang dibalut perban terlihat ada tanda hitam yang menyebar di lengan kirinya. Tanda tersebut membuat Nagato memainkan pedangnya dengan brutal.
Bahkan Shirayuki mengernyitkan dahinya melihat Nagato. Ibu beranak satu itu merasa Nagato terpukul melihat dirinya terluka.
“Fuyumi Nagato!” Suara yang tidak asing datang dengan ratusan prajurit militer Kekaisaran Rakuza dan anggota dari Spider.
“Kau!” Mata Nagato melebar, sedangkan Shirayuki, Iris dan Litha berdiri.
Hanabi diserang oleh salah satu anggota Akuyaku yang bernama Ren. Namun Hanabi dapat menangkisnya dengan cepat, bahkan berkat bantuan Masayu dan Yuri, perlahan Ren mulai menjaga jarak.
“Hisui telah mati. Menangkap satu mangsa justru kita menangkap keempatnya...” Ren tersenyum menyeringai dan berdiri menatap Hanabi.
“Sepertinya kalian berempat tidak perlu bantuan kami.” Salah satu anggota Spider mendekati Ren.
Nagato melepaskan serangannya mengincar Kousuke yang berada didekat Ren.
Dalam satu kali hentakkan kakinya. Aura hitam pekat milik Nagato justru membentuk sebuah tanda di tubuh kirinya. Kecepatan Nagato meningkat pesat. Satu tebasan pedangnya membunuh anggota Spider yang berbicara kepada Ren.
“Kembalikan pedang itu!” Nagato menatap Kousuke tajam sebelum keduanya mulai bertukar serangan.
Shirayuki melepaskan aura tubuhnya dan membekukan anggota Spider beserta Akuyaku dihadapannya. Namun hanya dua anggota Spider yang membeku, sedangkan yang lainnya dapat menghindari.
__ADS_1
Api yang semakin menyala-nyala di Ibukota Daifuzen justru memancing kedatangan keempat orang yang sedang membumihanguskan Kota Mikazuchi. Walau sebenarnya tujuan keempat orang ini tak lain adalah Ibukota Daifuzen. Sampai mereka mendapatkan apa yang mereka cari, maka mereka harus menemukannya.