My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Mimpi Ami


__ADS_3

Ami benar-benar di buat kesal oleh Nathan. Hari ini Nathan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan akan diurus oleh pak Bagas sisanya, Ando juga demikian pria itu diperbolehkan untuk liburan ataupun kembali ke Jakarta. Dan Ando memilih untuk menghabiskan waktu sehari semalam untuk menjelajahi kota M, termasuk menjelajahi kuliner malam yang enak rasanya. ehem..


"By engh." Ami terus menggeliat dibawah tubuh Nathan, keduanya sama-sama mengejar pelepasan untuk sekian kali.


"Jangan kuat-kuat shh." Ami merasakan sedikit kram di bagian perut bawahnya.


Nathan yang melihat reaksi istrinya perlahan mengurangi kecepatan temponya.


"Engh, apa masih sakit ah." Nathan menatap wajah sayu Ami yang bercucuran keringat terlihat begitu seksih.


"Lebih dalam." Bukannya menjawab Ami malah meminta sesuatu yang langsung membuat Nathan terseyum menyeringai.


"Just for you."


Nathan mengabulkan permintaan sang Istri, membuat Ami semakin keras mendesahh dengan rintihan.


"By..ough." Ami membusungkan dadanya, tumbuhnya bergetar dengan kedua tangan mencekram erat lengan Nathan.


"Ah, kenapa semakin tersiksah tapi_


Arrghh


Tak lama Nathan juga melesakkan sesuatu yang begitu panas didalam rahim sang Istri, berharap sesuatu dari sana bisa menghasilkan kecebong junior.


"Love you." Nathan mengecup bibir Ami sekilas.


"Berat by." Keluh Ami karena Nathan masih menindih tubuhnya.


"Ahh."


Lenguhan keduanya ketika Nathan mengeser tumbuhnya.


"Kenapa rasanya masih sama terus." Gumam Nathan sambil mengendus leher Ami yang basah khas bau keringat Nathan menyukainya.


"By, emh." Ami merasa risih, apalagi bibir Nathan mengecupi lehernya. "Aku lelah." Ucapnya memejamkan mata.


Seharian Nathan mengurungnya di kamar hotel, dan permintaan Nathan begitu membuatnya jengkel.


Ami tidak boleh memakai baju tertutup, apalagi Ami juga tidak boleh memakai dalaman. Jadi Nathan menyiapkan baju untuk Ami hanya kaus tanpa lengan yang kebesaran dan kaus Nathan sendiri.

__ADS_1


Ami yang baru saja selesai membersihkan diri merasa dongkol, tapi permintaan suaminya tidaklah bisa dia cegah.


Karena dirinya juga menyukai sentuhan Nathan yang selalu memabukkan.


"Entahlah, perasaan ku akan lebih baik jika seperti ini." Ucap Nathan yang masih pada kegiatanya.


Ami yang masih mendengar hanya diam, baginya suaminya jika seperti ini biasa saja, yang membuat aneh jika Nathan merasakan mual dan ingin muntah begitu Nathan memeluknya akan mereda sendiri.


Ami membiarkan suaminya dengan kegiatannya sendiri, meskipun tubuh nya lelah, dan mata mengantuk tak membuat Nathan berhenti untuk memberikan sentuhan-sentuhan kecil pada dirinya.


"By, aku ngantuk." Ucap Ami yang matanya sudah begitu berat.


"Hm, tidurlah sudah cukup bikin adonan hari ini." Ucap Nathan dengan tersenyum sendiri.


Seharian mengurung istirnya di dalam hotel membuat Nathan begitu senang, apalagi Istri kecilnya tidak menolak dengan permintaannya.


Nathan mengusap wajah Istrinya yang sudah terlelap, baru saja istrinya berucap tapi napasnya sudah teratur, tandanya Ami sudah terbang ke alam mimpi.


"Apa disini sudah ada Nathan junior." Ucap Nathan dengan mengelus perut rata Istrinya dari balik selimut.


Nathan begitu menginginkan istrinya untuk hamil, meskipun masih sekolah tapi dengan kekuasaan dan uang yang dia miliki, pasti sekolah Ami tidak akan terbengkalai.


Proyek di pinggiran kota lima puluh persen sudah akan jadi, dan niatnya Nathan ingin membuat kejutan untuk sang Istri.


Disana rasa cinta Nathan tercurahkan, seberapa besar cintanya kepada sang Istri.


Mungkin masih terhitung bulan bagi Nathan untuk begitu cepat mencintai istri kecilnya, tapi semua itu tidak ada yang mustahil jika Tuhan sudah berkehendak.


Jam masih menunjukkan pukul sembilan, hampir satu jam pergulatan panas mereka yang terakhir kali.


Nathan memungut celana yang berceceran di lantai dan memakainya untuk beranjak masuk ke kamar mandi.


Setelah membersihkan diri, Nathan mengambil laptop untuknya bekerja, Nathan duduk disamping istrinya yang terlelap.


Pekerjaanya yang di Jakarta juga menumpuk, dan papanya mengirim sebagian pekerjaan lewat email.


Rencananya besok Nathan akan mengajak istrinya berkeliling kota dan berbelanja seperti kebanyakan wanita pada umumnya jika berpergian maka akan membeli oleh-oleh.


"Engh.." Ami meleguh dalam tidurnya. "Jangan pergi By." Gumamnya dengan mata terpejam.

__ADS_1


Nathan yang berada di sampingnya menoleh dan mengelus pucuk kepala istrinya.


"Tidak akan sayang." Kecupan Nathan daratkan dipelipis Ami.


"Jangan by, jangan tinggalin aku." Suara Ami begitu pilu.


Nathan medekat dan memeluk tubuh istrinya.


"Sttt, kamu hanya mimpi." Nathan menatap wajah istirnya yang begitu gelisah dalam tidurnya.


"Sayang hey.." Nathan menepuk pipi Ami pelan, karena Ami semakin bergerak gelisah.


"Jangan By, jangan tinggalin aku." Tangan Ami bergerak untuk menggapai sesuatu dan Nathan langsung meraihnya.


"Sayang..bangun..!" Nathan mengeraskan suaranya agar Ami tersadar.


"Hah..hah..By." Napas Ami memburu dan memeluk tubuh Nathan erat.


"Tenanglah, kamu hanya mimpi," Nathan mengusap punggung Istrinya yang masih polos, bisa Nathan rasakan detak jantung Istrinya berpacu cepat.


"Jangan berpikir aku akan meninggalkanmu, karena itu tidak akan pernah terjadi." Ucap Nathan menangkup kedua pipi Ami.


Nathan melihat kecemasan di bola mata coklat terang itu. "Percayalah."


Ami hanya mengangguk.


Entah mengapa mimpinya seperti nyata, baginya. Nathan meninggalnya dengan wanita lain dan dimimpi itu dirinya sedang mengandung.


"Ya tuhan semoga ini hanya bunga tidur. " batinya memeluk kembali suaminya.


.


.


Gaesss sebenarnya Otor punya cerita baru, tapi baru 3bab🤧 Karena beberapa part lagi PEMBANTUKU CANDUKU2 akan segera SELESAI. Dan karya batu Otor masih belum stabil update.


Jangan lupa mampir yaa 🥰🥰🥰


"DINIKAHKAN DENGAN PRIA LUMPUH"

__ADS_1



__ADS_2