My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Sunset


__ADS_3

"Sayang..ah sakit tau." Nathan meringis ketika merasakan bok*ngnya mencium lantai dan terasa ngilu.


Kejadian yang di alami keduanya menyita perhatian para pengunjung yang lalu lalang, dan banyak dari mereka yang menertawakan.


"By.." Ami meringis ketika tubuhnya menimpa tubuh suaminya.


Ami membantu Nathan untuk berdiri. "Kenapa malah pasang badan sih." Ami menatap Nathan yang meringis.


"Kamu kalau jalan hati-hati kalau tidak ada aku kamu pasti sudah cidera tadi." Ucap Nathan dengan tangan menyentuh bok*ngnya.


"Maaf By." Lirih Ami merasa bersalah.


"Sudah, ayo katanya mau makan." Nathan merangkul bahu Ami dan mengajak istrinya masuk ke restoran yang Ami inginkan.


Ketika akan jatuh Nathan yang melihatnya langsung menarik lengan Ami, tapi naas karena dirinya malah menjadi bantalan tubuh Istrinya yang jatuh.


Meskipun sakitnya tidak seberapa, tapi malunya Nathan luar biasa. Di tempat umum dirinya ditertawakan dan itu demi melindungi istrinya. Demi Istri seorang Nathan Adhitama rela menanggung malu di tempat umum.


Ami duduk di meja yang kosong, dan Nathan memesan makanan sesuai pesanan sang Istri.


"Kamu tidak salah pesan?" Tanya Nathan lagi setelah kembali kemeja yang Ami duduki.


"Tidak, aku memang ingin makan itu." Jawab Ami tersenyum.


Nasi plus rendang jengkol, dan ternayata Ami melihat nama menu itu di depan restoran Nusantara.


"Tapi setelah makan gosok gigi yang bersih ya." Ucap Nathan yang bergeridik, ketika membayangkan bau tak sedap dari makanan yang tidak dia sukai.


Menurutnya baunya begitu menyengat dan m


Nathan sangat anti dengan bau makanan seperti itu.


"Belum juga makan by."


"Iya nanti sayang, setelah makan." Terang Nathan lagi.


Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Jika Ami memesan masakan khas Betawi makan Nathan memilih memesan makanan khas kota ini.


"Coba by, tidak bau." Ami menyodorkan sendok berisi makanan yang paling Nathan tidak sukai.


"Tidak, dan jangan coba-coba." Tegas Nathan, membuat Ami menciut.


"Makanlah, jika kurang kamu bisa nambah." Ucapnya lagi dengan lembut karena merasa bersalah sudah bicara tegas hanya karena makanan.

__ADS_1


Ami hanya diam, dirinya mulai melahap makanan yang begitu lezat baginya, bahkan baunya sudah tidak terasa sama sekali dan Ami lahap memakanya.


Nathan hanya meringis membayangkan jika nanti baunya seperti apa kalau ke kamar mandi.


Eeggh


"Upss." Ami menutup mulutnya setelah bersendawa. "Maaf." Cicitnya yang merasa malu karena kelepasan.


Nathan hanya geleng kepala.


.


.


Sore menjelang Nathan membawa istrinya ke pantai yang terkenal di kota M, dan kebetulan istrinya ingin melihat sunset.


Mengajak Ami kepantai sama saja seperti mengajak anak kecil bermain, Nathan yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Bini gue emang masih bocil." Gumam Nathan terseyum.


Meskipun sudah tujuh belas tahun, Ami tetap saja seperti gadis belia lainnya.


"By sini..!!" Ami berteriak di pinggiran pantai dengan ombak kecil yang menerpa kakinya. Sedangkan Nathan berdiri sedikit jauh di dataran memandang sang Istri yang berlarian kecil dengan senyum terus mengembang.


"Lihat sebentar lagi sunset." Ami menunjuk kearah matahari yang kian tenggelam dan semakin lama meninggalkan semburat jingga.


"Hm.." Nathan memeluk Ami dari belakang, dengan kedua tangan yang melingkar di perut sang Istri.


Keduanya menatap laut lepas dan pemandangan langit jingga yang kian indah membuat Ami terseyum senang.


"Terima kasih sudah membawaku kesini." Ami masih tersenyum, matanya tak lepas menatap langit jingga.


"Kamu suka." Nathan menciumi kepala dan pipi Ami.


"Hm," Ami mengangguk. "Aku tidak pernah melihat sunset seindah ini."


Keduanya saling menatap indahnya panorama sunset me jelang petang.


"I love you By." Ucap Ami lebih dulu, dengan senyum mengembang.


Nathan yang mendengar Istrinya mengungkapkan cinta lebih dulu merasa senang, jantungnya ikut berdebar.


"I love you more." Nathan meraih dagu Ami dan memanggut bibir sang Istri lembut.

__ADS_1


"By, aku habis makan jengkol." Ucap Ami setelah menghindar dari pangutan bibir Nathan.


"Tidak bau." Ucap Nathan yang kembali menyerang bibir sang Istri.


Langit sore yang indah menjadi saksi kedua insan yang saling mencintai, mencintai tanpa syarat dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Nathan adalah pria yang sulit jatuh cinta, dan kini cintanya berlabuh pada gadis belia yang sudah sah menjadi Istrinya, Istri kecilnya yang nakal, Istri kecilnya yang suka membuatnya darah tinggi.


Tuhan maha adil dengan menciptakan pasangannya, dan Tuhan tidak akan salah menjodohkan pasangan kita, jika salah mungkin kalian diberi kesempatan untuk mencoba yang lain lebih dulu. 😂


.


.


Nathan membawa pulang sang Istri yang sudah lelah bermain seharian, Ami tertidur hingga tidak terasa sudah berbaring di ranjang hotel.


Nathan yang tidak tega membangunkan memilih untuk mengemas barang yang akan mereka bawa pulang ke Jakarta besok pagi.


Karena Nathan memilih pengembangan di jam sembilan pagi.


Nathan duduk disamping Ami yang berdiri, menatap lekat wajah damai yang terlelap.


"Mimpimu hanya bunga tidur sayang," Tangannya terulur mengelus rambut Ami. "Jangan pernah berpikir jika aku akan meninggalkanmu." Kecupan lembut Nathan berikan dipunggung tangan Istrinya.


Mimpi yang di alami Ami, dan ketakutan istrinya di pagi tadi membuat dirinya terus berpikir, apalagi istrinya sampai menangis seperti itu.


"Cintaku hanya untukmu, tidak akan ada yang lain."


.


.


Jangan lupa, LIKE,,KOMEN,,,RATE BINTANG 5 sayangg di beranda Author yakk🥰🥰


.


.


Author punya cerita rekomedasi yang bagus untuk dibaca karya Author Tessa Amelia 😘


Yuk mampir, dijamin gak kalah seru lohh🤗🤗


__ADS_1


__ADS_2