My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Membawa Hawa kerumah


__ADS_3

Adam yang baru saja pulang, melihat Mike yang akan mencium Hawa membuatnya kesal. Tiba-tiba saja ide jail terlintas di otaknya.


"Awa ada kecoak nakal didepanmu..!!" Adam berteriak heboh.


Plak


Reflek tangan Hawa mendarat mulus didepan bibir Mike.


"Ya ampun, kak maaf." Ucap Hawa yang baru saja menyadari perbuatannya.


Mike memejamkan mata menahan amarahnya, marah tentu saja. Karena mendapat tamparan langsung dari Hawa.


"Kak Adam, mana kecoaknya!!" Teriak Hawa dengan posisi kaki naik di atas sofa.


Sedangkan Adam tertawa puas tanpa suara melihat Mike mendapat tamparan dari adiknya.


"Sudah pergi, lagian kamu tidak bisa melihat kecoak nakal sebesar itu." Ucap Adam melirik Mike dengan dada berdebar menahan tawa.


Adam tahu jika Mike kesal dan menahan amarahnya.


Mendengar itu Hawa langsung menatap Mike, yang juga menatapnya. "Apa?" Tanya Mike ketus.


Hawa menggeleng, dirinya baru sadar jika kakaknya mengerjainya.


Mike menatap tajam adam yang menatapnya remeh. "Adam sialan." Umpat Mike dalam hati.


Setelah berhasil mengerjai Mike, Adam berlalu pergi dengan rasa senang, seharian berkutat di sekolah dan di kantor membuatnya sedikit terhibur dengan ulahnya barusan.


.

__ADS_1


.


.


Tiba di mana hari Mike mengajak Hawa untuk weekend ke puncak, Mike menjemput Hawa dirumah dan mengajaknya lebih dulu mampir kerumahnya. Karena Mike meminta Hawa untuk menyiapkannya perlengkapannya.


Meskipun ada maksud, tapi Mike seperti menyelam minum air, selain kerena membutuhkan Hawa, Mike juga akan menunjukkan sesuatu untuk Mario.


"Sayang kamu sudah datang." Kedatangan Hawa disambut oleh Vania dengan senyum mengembang, Vania memeluk dan mencium pipi Hawa sebagai rasa sayang.


"Iya mah, mama Vania apa kabar." Tanya Hawa sambil membalas senyum Vania.


"Baik sayang, Mama senang kamu datang kemari." Vania tidak bohong, dia memang suka jika Hawa datang kerumahnya.


"Mah, Mike ajak Hawa kekamar dulu untuk menyiapkan keperluan Mike." Ucap Mike sambil merangkul bahu Hawa.


"Baiklah, Mama akan masakan makanan kesukaan kalian." Vania tersenyum senang, dan mengusap wajah Hawa.


Keduanya meninggalkan Vania, Mike membawa Hawa menaiki tangga untuk menuju kekamarnya. Dan siapa sangka jika baru saja akan naik tangga, Hawa melihat Mario yang baru akan turun.


Mario menuruni tangga sambil memainkan ponselnya, dirinya belum sadar jika didepan sana ada gadis yang terkejut melihatnya. Meskipun Hawa sudah tahu Mario kakak Mike, tapi bertemu Mario seperti ini membuat jantungnya berdebar kencang.


Ehem


Mike berdehem, "Sepertinya kakak ku itu mau pergi."


Sontak Mario mendongak saat sebelumnya dia fokus menunduk.


Deg

__ADS_1


Mario menatap Hawa yang juga menatapnya, rahangnya mengeras melihat Mike merangkul pinggang Hawa dengan sengaja.


Mike terseyum menyeringai. "Sayang kenalin kakak aku satu-satunya, pasti kamu belum pernah melihatnya kan." Ucap Mike melirik Mario sinis. Entah hanya sindiran atau sungguhan, Mario melihat jika Mike sengaja membawa Hawa kerumah hanya untuk membuatnya cemburu.


"Em, ka-kakak." Tenggorokan Hawa tercekat, bukan baru mengetahui fakta, tapi entah mengapa dirinya merasa sepetinya menjadi tersangka, ditatap tajam seperti itu oleh Mario.


Mario mencoba menetralkan perasaannya, pria itu kembali berjalan dengan santai dan tersenyum.


Jelas senyum itu untuk Hawa, "Hay, Calon adik ipar." Mario tersenyum, senyum yang biasa Hawa lihat saat mereka berdua.


Hawa hanya menggaguk dan tersenyum tipis, lidahnya terasa kelu, entah mau menjawab apa.


Mike kesal, saat Mario menatap Hawa seperti tatapan pria yang memuja wanitanya, dan itu sengaja Mario lakukan untuk memperlihatkan pada Mike jika dirinya juga menginginkan seorang Hawa Malika Adhitama.


Cup


Mike langsung mencium pipi Hawa spontan, didepan Mario. Sedangkan Hawa membulatkan kedua matanya, "Kak..!!"


Bugh


Reflek Hawa mendorong kuat dada Mike, membuat Mike yang tidak siap terjungkal kebelakang.


"Lika..!!"


Untung saja Mike cekatan berpengangan di besi pembatas tangga, kalau tidak dirinya bisa jatuh terjungkal kebelakang, meskipun baru lima anak tangga, jika jatuh pasti sakit juga.


Mario tertawa tanpa suara, menutupi mulutnya dengan tangan. "Good girl." Mario berjalan sambil mengusap kepala Hawa lembut, ucapan Mario hanya bisa didengar oleh Hawa saja.


Bukannya merasa bersalah, Hawa malah tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2