My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Extra part~Bau parfum


__ADS_3

Genap satu bulan usia Adam dan Hawa. Kedua bayi kembar itu semakin terlihat menggemaskan dan lucu, meskipun belum bisa berekspresi selain menangis, tapi kedua bayi itu sudah merebut hati semua orang yang tinggal di sana.


Aileen sedang hamil dua bulan selalu menginap di rumah utama, ketika Ditya bertugas dan tidak pulang dalam waktu sampai tiga hari, dan Aileen meminta ijin untuk tinggal dirumah kedua orangtuanya.


"Dek mau ini?" Ucap Aileen saat Ami melewati dirinya yang sedang duduk di sofa depan TV.


"Tidak kak, aku mau ambil buah saja." Tolak Ami ketika Aileen menyodorkan cake keju yang sedang dia makan.


Keduanya tidak bisa merubah panggilan kesehariannya, jika diluar dan ditempat umum mereka bisa menempatkan diri dikhalayak umum.


Ami kedapur untuk mengambil buah yang dia inginkan, Ami ingin mamakan asupan yang bernutrisi untuk ASI-nya, dia juga menjaga pola makan untuk mengembalikan tumbuhnya seperti dulu, karena memang bagian tubuhnya nampak berisi dibagian tertentu, dan Ami sudah mulai insecure melihat bodynya sendiri.


Meskipun begitu Ami tidak melupakan asupan untuk kedua buah hatinya, agar terpenuhi dengan stabil.


"Kak, tumben sudah pulang?" Tanya Aileen yang melihat Nathan sudah pulang dari kantor, padahal masih jam tiga sore.


"Hm, habis bertemu klien tidak jauh dari rumah." Jawab Nathan sambil berlalu dari ruang keluarga dan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Ami keluar dari dapur, tidak tahu jika suaminya sudah pulang wanita itu kembali kekamarnya setelah menyapa Aileen.


Ceklek

__ADS_1


Ami membuka pintu kamarnya, matanya melihat kemeja suaminya berserakan di lantai, Nathan membuangnya asal ketika masuk kedalam kamar mandi.


"Ck, kebiasaan baru dimulai." Ucap Ami sambil memunguti pakaian suaminya dilantai.


Ami berniat ingin memasukkan pakaian Nathan ketempat baju kotor, tapi indera penciumannya tiba-tiba mencium aroma wangi kemeja Nathan yang berbeda.


"Baunya bukan parfum ku." Gumam Ami sambil mengendus-endus kemeja Nathan dengan hidupnya.


Ami mencium bau parfum perempuan, bercampur bau parfum suaminya. Dan Bu parfum perempuan itu bukanlah bau parfum dirinya.


Deg


Jantung Ami tiba-tiba berdebar, otaknya langsung berpikiran negatif.


Ami memasukkan pakaian itu keranjang pakaian, setelah mendengar suara pintu kamar mandi akan terbuka.


Ami mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh, dan berjalan menuju lemari untuk menyiapkan pakaian ganti suaminya.


Nathan keluar dari dalam kamar mandi dengan berbalut handuk putih yang melilit pinggangnya, meskipun sudah memiliki anak, Nathan seperti hot Daddy yang memiliki tubuh sixpack dan atletis.


"Hm, aku mencarimu tadi dikamar tidak ada." Nathan memeluk Ami dari belakang, saat menaruh baju di atas ranjang.

__ADS_1


"Em, aku dari dapur." Jawab Ami seadanya. "Aku mau melihat twisn." Ucap Ami lagi melepas tangan Nathan yang memeluk perutnya.


Dengan terpaksa Nathan melepaskan tangannya dari perut sang istri, dan sebelum pergi Nathan menyematkan kecupan dibibir Ami sekilas.


"I love you Mama." Ucap Nathan dengan senyum menawan, dan Ami hanya membalas senyum Nathan seadanya.


Wanita itu keluar dari kamar dengan perasaan yang sedang tidak baik-baik saja.


Ami bersandar didaun pintu dengan kepala mendongak dan memejamkan mata.


Pikirnya tidak bisa memikirkan hal positif setelah apa yang dia cium dikemeja kerja Nathan tadi.


Sebagai seorang istri yang baru saja melahirkan perasaannya benar-benar sensitif, apalagi mengingat Nathan yang sering memintanya untuk memuaskan hasratnya, meskipun mereka belum bisa berhubungan suami istri.


"By, kamu tega." Ucap Ami dengan dada yang sesak.


"Sayang kamu kenapa?"


.


.

__ADS_1


Oalah si Hubby minta disunat dua kali kayaknya..😏


__ADS_2