My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Author kipasan


__ADS_3

"Engh By." Ami menggeliat menyentuh kepala Nathan yang berada dipucuk dadanya, meskipun masih merasakan kantuk, tapi sensasi geli dan nikmat yang Ami rasakan mengalihkan kantuknya untuk menikmati sentuhan sang suami.


"Emm, maaf sayang aku membangunkan mu." Nathan mendongak melepaskan bibirnya dari pucuk dada yang sudah ikut mengeras itu.


Nathan menatap wajah Ami yang sayu setelah membuka mata, membuat dadanya kambali bergejolak.


Ami terseyum, "Tidak apa-apa." Wanita itu malah memajukan wajahnya untuk meraup bibir tebal suaminya yang selalu memberinya kenikmatan disekujur tubuh.


"Eng, shhh byy.." Ami mendongak ketika bibir Nathan mulai menyusuri wajahnya sampai keleher dan menyesap kulit lehernya yang putih menjadi banyak bercak merah keunguan, tanda kepemilikan selalu Nathan sematkan saat bercumbu.


Nathan selalu bisa membuat gairah Ami terpancing, meskipun hanya dengan sentuhan bibir, tumbuhnya bisa merespon dengan cepat, bahkan Ami tidak kuat dan memintanya lebih.


"By, aku tidak tahan lagi." Ami menggeliat seperti cacing kepanasan, wanita hamil itu merasakan gelombang panas yang siap meledak ketika miliknya semakin dibuat Nathan nikmat menggunakan bibir dan juga lidahnya.


"Ugh...byy arrgh.." Tubuh Ami bergetar dengan kedua tangan yang mencekram erat sprei kanan dan kiri.


Napas Ami memburu, dengan peluh yang sudah membanjir wajahnya.


Nathan tersenyum, tumbuhnya naik dengan ibu jari mengusap sudut bibirnya yang basah dan mengecupnya.


"Byy, Ami yang melihatnya tak percaya, meskipun sudah berulang kali, tapi saat melihatnya Ami merasakan sesuatu yang tidak nyaman melihat Nathan yang bisa melakaukan hal yang menurutnya jorok.


"Manis sayang." Ucap Nathan dengan senyum, tumbuhnya berbaring disampingnya tubuh sang istri agar tidak menimpa perut Ami yang buncit, Nathan langsung kembali melumatt bibir tipis yang sudah sedikit menebal akibat ulahnya tadi, cumbuan itu semakin menuntut, ketika pusat tubuhnya mendapat elusan lembut dari tangan kecil Ami.


"Enghh, shh sayang." Nathan menggerang dalam cumbuannya, ketika tangan Ami mencekram miliknya yang sudah menegang dengan tenaga.


"Aku mau memanjakannya." Ucap Ami ketika tautan bibir mereka terlepas.

__ADS_1


Ami menatap Nathan dengan senyum menggoda, perlahan tubuh bergerak untuk bangun dan memposisikan ditengah-tengah kedua paha Nathan.


"Sayang, tidak usah." Ucap Nathan yang merasa tidak tega setiap bibir kecil sang Istri memanjakan singkong premiumnya yang besar dan berurat, Ami memang suka memanjakan milik Nathan, saat masa preode dulu Ami suka memuaskan Nathan menggunakannya bibir mungilnya.


"Uhhh Ahhh." Nathan memejamkan matanya, saat bibir dingin menyapa miliknya yang sudah mengeras dan linu nikmat itu.


Nathan merasakan nikmatnya yang begitu ingin membuat kepalanya meledak hingga urat lehernya menonjol dengan ketara.


"Shh sayang lebih cepat ugh." Tangan besar Nathan mencekram kepala ranjang dibelakangnya, rasanya kepalanya benar-benar ingin meledak merasakan sensasi yang Ami lakukan dengan mengulumm, mwnjilatt, dan menyesap dengan seksih.


"Sayang, aku menginginkan milikmu ughh." Nathan mengigit bibir kuat, rasanya tidak bisa dia tahan lagi, akal sehatnya mulai memudar seiringnya kenikmatan yang menyeruak disekujur tubuhnya. Nathan benar-benar dibuat melayang oleh keliaran Ami yang Nathan sukai.


"Ahhhh..." Nathan mendesahh ketika bibir Ami melesakan Milikinya.


Napas keduanya saling memburu, Ami yang menatap Nathan penuh minta, sedangkan Nathan tidak bisa menyembunyikan tatapan liarnya, melihat pemandangan wanitanya yang begitu seksih.


Ahhh


Desahaan keduanya, saat dua kelamin melakukan penyatuan. Nathan memejamkan mata dengan kedua tangan yang sudah siap untuk bekerja memanjakan kelembutan sang istri.


"Ughh, Byy ah."


Tidak dipungkiri jika sepasang suami istri sangat menyukai dan kecanduan dengan tema gelud diatas ranjang goyang.


Siapa yang tidak akan menyukai gelud satu itu jika sudah menjadi suami Istri, disaat memiliki banyak pekerjaan dan kepenatan yang menguras tenaga, dengan bercinta bisa membuat pikiran kembali fress mencurahkan semua dengan bercinta maka semua akan menjadi lebih baik.


Keduan insan yang sendang mereguk kenikmatan tidak perduli ketika hujan badai menerjang, suasana diluar sedang hujan tapi tidak menyurutkan gairah panas keduanya yang masih sama-sama mengejar kenikmatan yang begitu tidak bisa dijabarkan.

__ADS_1


"Turus by, ahh mau sampai engh." Suara Ami sudah tak bisa lagi ditahan, sejak tadi dirinya selalu merancau dengan suara seksih yang begitu merdu ditelinga Nathan.


"Eng, bersama sayang." Nathan semakin cepat bergerak dibelakang tubuh Ami yang setengah terlentang dan miring, posisi seperti ini sangat enak dinikmati untuk ibu hamil seperti Ami selain women on top.


"Ahh by." Napas Ami tersengal dengan mulut yang terbuka, tumbuhnya terguncang namun tidak mengurangi rasa nikmat yang Nathan lakukan.


"Arrghh.." Keduanya mengerang keras bersama. Sama-sama meledakkan sesuatu kenikmatan yang tidak ada tandingannya melebur jadi satu.


"Istirahat sayang." Nathan mengecup perut dan kening Ami, menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.


Mata Ami terpejam dengan napas yang belum teratur, tangannya meraih tangan Nathan yang berada diatas pahanya, menyentuhnya dan menaruhnya di atas dada. "Love you by." Ami mengecup punggung tangan Nathan, membuat hati Nathan yang lemah langsung memeleh.


"Love you to more my wife, love you forever." Bibirnya tersenyum dengan hati yang berbunga-bunga, Nathan menghujami bahu Ami yang polos dengan kecupan.


.


.


Mak author, sampe kipasan 😩


.


Tak karungin boleh ngak sih...😩


.


__ADS_1


__ADS_2