My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Cemburunya Nathan


__ADS_3

"Mah, kenapa si Om lama sekali di ruang kerja papa." Ucap Hawa yang sejak tadi clingak clinguk gelisah menatap kearah pintu ruang kerja Nathan.


Ami geleng kepala, melihat tingkah putrinya yang begitu terlihat khawatir.


"Jadi kamu benar-benar jatuh cinta sama Mario." Ucap Ami membuat Hawa berbalik menatap Mamanya.


"Mahh, apaan sih." Jawab Hawa dengan pura-pura merajuk, padahal hatinya tersenyum dengan detak jantung yang tak beraturan.


"Kamu seperti gadis yang sedang kesem-sem sama Om-Om_"


"Seperti Mama dulu dengan papa." Potong Hawa dengan senyum menyeringai.


Ami membulatkan kedua matanya. "Kamu udah bisa meledek Mama." Ucap Ami membuat Hawa tertawa.


Hawa masih tertawa dan memeluk Mamanya dari belakang, menyandarkan kepalanya dipunggung Ami yang sedang menyiapkan makan siang.


"Mah, bagaimana Om Mario menurut Mama." Ucap Hawa dengan rasa takut melihat reaksi Mamanya.


"Apa nya yang bagaimana?" Tanya Ami balik dengan mengulum senyum.


"Emm, yaa apa aja." Jawab Hawa dengan rasa yang tak menentu.


"Mama belum mengenal Mario lama, tapi Mama bisa melihat jika dia pria baik, dan Mama melihat cinta dikedua matanya untuk putri mama ini." Tangan kiri Ami menyentuh pipi Hawa dari samping.


Hawa tersenyum bahagia mendengar ucapan Mamanya yang membuat hatinya semakin berdesir mengingat sosok Mario.


"Tapi sepertinya Mario harus menaklukan papamu." Ucapan Ami seketika membuat senyum Hawa luntur, dia lupa jika disana Mario sendang berhadapan dengan papanya.


"Apa papa tidak akan menyukai Om Mario?" Tanya Hawa dengan pelan.

__ADS_1


Ami membalikkan tubuhnya, dan kini berhadapan dengan Hawa.


"Memangnya apa yang kamu inginkan? bukankah kamu sudah bertunangan dengan Mike adik Mario." Ucap Ami sambil menangkup wajah putrinya.


Hawa menuduk, dirinya ingin mengatakan sesuatu tapi takut membuat orang tuanya kecewa.


"Mah, apa Awa boleh bicara jujur?" Ucap Hawa menatap ibunya dengan tatapan sendu.


Ami tersenyum, tangan kanannya mengelus pipi Hawa lembut.


"Tentu saja, karena Mama tidak pernah mengajarkan anak-anak Mama untuk berbohong."


Hawa menarik napas dalam dan mengeluarkan dengan perlahan. "Awa tidak ingin menikah dengan kak Mike mah." Ucap Hawa dengan rasa bersalah.


"Kenapa?"


"Yakin karena itu? bukan karena_"


"Tidak Mah, bukan karena Om Mario." Potong Hawa sambil menggeleng.


"Bukan Mario yang Mama maksud tapi, tapi_"


"Kalian sedang bicara apa?" Ucap suara seseorang yang sangat familiar di telinga mereka.


"Papa." Hawa tersenyum melihat papanya yang sudah berdiri di belakangnya, tapi ketika melirik kebelakang dirinya tidak melihat keberadaan Mario.


"Kamu cari siapa nak?" Tanya Nathan yang ikut menoleh kebelakang.


"Tidak Pah, hanya saja_"

__ADS_1


"Sudahlah kita makan dulu, papa sudah lapar." Nathan mendekati Ami yang sedang berdiri menaruh gelas diatas meja makan. "Kamu masak apa sayang?" Ucap Nathan sambil melingkarkan tangannya dipinggang sang Istri dan mencium pipi Ami.


"Byy, ish malu di lihat Calon mantu." Ucap Ami melirik Mario yang baru datang, sepertinya pria itu tadi sedang kekamar kecil. Dan Hawa yang belum menyadari masih membelakanginya Mario.


"Biarkan saja, dia saja tadi sudah kurang ajar padaku." Kesal Nathan mengingat ucapan Mario yang tadi menyindirnya, padahal itu kenyataan.


"Kenapa? bukan kah kamu sudah kalah dengan permintaannya?" Ucap Ami lagi sambil melirik suaminya yang berwajah masam.


"Ya, karena itu dia jadi besar kepala." Nathan mendengus kesal melihat wajah Mario yang tersenyum padanya.


"Pah, mah, Awa mau kekamar aja deh." Ucap Hawa yang tiba-tiba mood nya berubah.


"Loh kenapa sayang, bukannya kamu tadi sangat bersemangat untuk_" Ami menjeda ucapanya melihat wajah Hawa yang terlihat lesu tidak ceria seperti tadi.


"Udah ngak laper mah." Potong Hawa cepat, sebelum Mamanya melanjutkan ucapanya, dan membuat papa tahu jika sejak tadi mereka membahas Mario.


"Yakin ngak laper."


Hawa membalikkan tubuhnya dan kedua matanya membulat sempurna. "Om masih disini?" Ucap Hawa dengan spontan.


Mario tersenyum dan mengaguk. " Dari tadi aku disini." Jawaban Mario membuat Hawa menuduk malu.


Nathan melengos, menatap pria yang membuat putrinya jatuh cinta, dirinya merasa cemburu.


"Kenapa byy, wajah mu kayak mangga muda asem." Ucap Ami membuat Nathan semakin kesal.


Ami tersenyum geli, melihat tingkah Nathan yang menurutnya lucu. "Cemburu nih ceritanya." Ledek Ami.


"Dasar Go_rio-rio." Dengus Nathan kesal.

__ADS_1


__ADS_2