My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Titik terang


__ADS_3

Drt..Drt...Drt..


Ando yang sedang menatap tajam Sekar, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Pria itu merogoh ponselnya tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari wanita yang duduk dengan wajah pucat pasi, rasanya Sekar ingin menghilang dan dari hadapan pria yang bisa saja membuatnya hancur.


"Hallo Dit, bagaimana?" Tanya Ando pada seseorang diseberang sana.


"...."


Ando menyeringai, dengan tatapan tak biasa pada Sekar, sedangkan Sekar nyalinya semakin menciut.


"Bagus, kami akan sampai sana nanti malam,"


Tut..


Ando memainkan lidahnya di dalam mulut, pria itu memutari Sekar yang duduk tanpa mau mengangkat kepalanya.


Melihat itu Ando terseyum sinis.


"Baiklah Nona, sekarang waktunya kamu kembali ke asalmu." Ando mendorong kursi roda Sekar keluar dengan kesal pria itu mendorongnya kuat.


"Tuan, pelan-pelan." Tubuh Sekar gemetar, jika saja dirinya bisa kabur, sejak tadi Sekar sudah melarikan diri.


"Kenapa? takut?" Suara Ando terdengar mengerikan ditelinga Sekar. "Menjadi korban sekaligus pahlawan saja nyalimu begitu besar, lalu kemana nyalimu satu Minggu lalu." Katanya sinis dan dingin.


Sekar mengatupkan bibirnya rapat, setelah ini tidak tahu nasibnya akan seperti apa, ini semua ulah kedua orang tuanya yang menjadikannya korban.


Ando membawa Sekar menuju bandara, pria itu belum memberitahu Nathan, Ando yakin jika Nathan masih menjinakkan kucing manis yang berubah menjadi singa buas.


"Om.." Ando mendorong Sekar, menuju dua pria berbeda generasi yang sudah menunggunya di sana.


"Ayo, sebentar lagi kita berangkat." Ucap Allan.


Pria paruh baya itu adalah Allan, dia dan Ando yang mengurus insiden kebakaran itu terjadi, karena mereka yakin jika Nathan tidak bisa berpikir jernih dengan apa yang sudah terjadi padanya, pria itu pasti hanya akan merasakan penyesalan.


"Lu dorong tu rubah." Ucap Ando pada Niko yang berdiri disamping Allan.


Niko mendelik menatap Ando yang menatapnya tidak suka, Ando memang masih tidak suka dan sepertinya pria itu juga dendam padanya.


Niko menurut, dirinya merasa bersalah lantaran teringat ucapanya pada Ami tempo lalu.


Mereka akan terbang kelaur kota, disana mereka sudah ditunggu, terutama Ditya. Ando meminta Ditya mengurus insiden yang dari awal memang mencurigakan untuk Ando. Dan Ando meminta Ditya terbang keluar kota untuk kasus ini, bahkan Nathan sendiri tidak tahu, Ando hanya bicara dengan Allanaro.

__ADS_1


Nathan mengusap pipi Ami yang basah, keduanya duduk didalam mobil, tapi kendaraan itu tidak berjalan.


Ami sejak tadi hanya diam, dia enggan bersuara dan menatap Nathan, meskipun tidak ingin menangis tapi air matanya tidak mau berhenti.


Nathan tidak tahu mau bicara apalagi, dirinya sudah menjelaskan bagaimana dirinya bisa menikah siri dengan Sekar. Dan sampai sekarang sudah lebih dari satu jam Ami sama sekali tidak bersuara.


"Ay, Aku_"


"Ceraikan Aku." Sepatah kata namun mampu membuat Nathan seperti patung. Hanya hatinya yang merasakan sakit.


Nathan menggeleng. "Tidak akan..!!" Tegasnya, yang mampu membuat Ami menoleh.


"Aku benci di poligami, aku benci pria yang serakah _"


Bremmm


"Aaaa.." Ami berteriak ketika mobil Nathan bergerak dengan cepat kecepatan tinggi, membuat Ami menjerit.


"Gue ngak mau mati, Nathan..!!" Teriak Ami yang tidak dipedulikan oleh Nathan, pria itu semakin menambah kecepatannya diatas rata-rata seperti orang kesetanan.


"Nathan.. Berhenti..!" Ami berpegangan erat pada tali sealbead yang dia pakai, karena ketika dimasukkan paksa ke dalam mobil, Nathan langsung memasangkan sealbead pada Ami.


"Gue bilang berhenti Nat. Lu gila..!!" Ami menoleh pada Nathan sebentar, pria berwajah dingin dengan tatapan tajam sama sekali tidak menghiraukannya.


Ciiitttttt


Kepala Ami terhantup kedepan, beruntung tidak menyentuh dasboard mobil, gadis itu memejamkan mata dengan napas tersengal. Sungguh apa yang Nathan barusan lakukan, membuat nyawanya seperti terbang melayang.


"Kau mau apa?" Ami yang belum sepenuhnya sadar dari ketakutannya, sudah kembali dibuat terkejut ketika Nathan langsung menggendongnya seperti karung beras.


"Turunkan aku..!!"


"Nathan sialan..!! turunkan aku..!!"


Kaki Ami meronta, dengan tangannya yang memukuli punggung Nathan, tapi tak berarti apa-apa untuk pria seperti Nathan.


Plak


"Auww, kau.."


Bugh


Ami terlempar di atas ranjang, gadis itu tidak menyadari jika dirinya dibawa pulang keaparteman.

__ADS_1


"Pria brengsekk, aku membencimu Nathan..!"


Ami melempar bantal kearah Nathan, pria itu hanya diam dengan tatapan tajamnya yang dingin, perlahan Nathan membuka semua pakaian yang di pakai, dan Ami memalingkan wajahnya.


"Pergi, Nat.." Ami terisak dirinya tidak memiliki kekuatan untuk melawan, sungguh dadanya masih terasa sakit.


"Tidak akan." Ucap Nathan dingin.


Ami memeluk tubuhnya sendiri, dirinya enggan melihat wajah dan tubuh Nathan yang sebenarnya dia rindukan, tapi untuk sekarang Ami menyesali apa yang sudah dia rindukan dari pria itu.


Nathan yang sudah polos mendekati Ami yang terduduk di atas ranjang, dia yang sebenarnya tidak ingin melakukannya, hanya saja otaknya sudah tidak bisa lagi berpikir mendengar kata cerai dari sang istri, rasanya Nathan ingin menghabisi Ami saat itu juga.


"Pergi Nat...!! Pergi..!!"


Nathan menarik paksa kedua kaki Ami, membuat gadis itu merosot terlentang dan Nathan langsung mengungkungnya.


"Emph.."


Dengan lembut Nathan mengecup bibir yang sangat dia rindukan melumatt dan menyesapnya penuh perasaan. Nathan sadar dirinya sudah sangat menyakiti sang istri, bahkan dalam cumbuannya bibir Ami bergetar.


Nathan melepas tautan bibirnya, menatap wajah Ami yang sudah basah dengan air mata.


Cup


Cup


Nathan mengecup kedua mata yang basah. Perasaanya benar-benar hancur.


"Jangan mengeluarkan air mata untuk pria brengsekk sepertiku." Nathan menatap kedua bola mata coklat Ami dalam, tatapan penuh cinta itu hilang berganti dengan tatapan kecewa dan terluka.


Ami menatap mata Nathan yang sayu, tatapan penuh penyesalan dan kesedihan.


Emph...


.


.


Author sedih wehh, komentar tiga baba yang ada hanya hujatan 😭😭


Konfliknya terlalu berat, author jahat, readernya pada ngamok 😭😭


Sabar... hidup tidak semulus jalan toll,,, jalan toll aja penuh tikungan 🤧

__ADS_1


__ADS_2