My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Rumah sakit


__ADS_3

"Kak.."Hawa terlihat begitu pucat saat dirinya merasakan sakit kepala yang luar biasa.


"Iya Sayang sabar ya, sebentar lagi sampai rumah sakit." Mario begitu panik melihat keadaan kekasihnya yang sudah lemas dan pucat, apalagi sejak tadi Hawa mengeluh kepalanya terasa sakit.


Hawa tidak membuka matanya, dia hanya ingat jika yang menggendongnya tadi adalah Adam, dan dia pikir sekarang dirinya ada di pangkuan Adam.


"Dam, lebih cepat."


Adam berdecak kesal, sudah puluhan kali pria itu terus memerintah dirinya agar lebih cepat.


"Panik sih panik, tapi tidak menjadi bodoh." kesal Adam yang melihat Mario tidak sabaran.


Padahal kecepatan mobil yang Adam bawa sudah diatas rata-rata, hanya saja memang rumah sakit yang berada sedikit jauh dari sekolahan.


Tak lama mobil Mario yang Adam kendarai sampai di rumah sakit.


Mario lebih dulu keluar dengan mengendong Hawa yang suhu tubuhnya semakin panas.

__ADS_1


"Dokter, suster tolong pasien..!!" Mario berteriak memanggil pertolongan, dan tim medis yang mendengar teriakan Mario langsung menghampirinya.


Adam hanya geleng kepala melihat kecemasan Mario yang begitu ketara, apalagi pria itu juga panik.


"Sayang, bertahanlah semua akan baik-baik saja." Mario menggenggam tangan Hawa yang terasa panas, mengikuti brankar yang mengisi Hawa menuju UGD.


"Tuan anda tidak boleh masuk, dokter akan menangani pasien." Ucap suster yang mencegah Mario untuk ikut masuk.


"Tapi sus_"


"Udah lu serahin ke dokter, dokter pasti melakukan yang terbaik untuk Hawa." Ucap Adam menepuk punggung Mario dari belakang.


Mario akhirnya menurut, pria itu mundur dan duduk di kursi tunggu dengan gelisah.


"Kenapa bisa terjadi." Tanya Mario pada Adam yang duduk disebelahnya.


"Entahlah, kata Sasa, Hawa terkena bola voli dikepalanya, tapi sejak pagi memang dia sudah tidak terlihat baik-baik saja, tapi memaksakan untuk sekolah." Tutur Adam dengan jujur.

__ADS_1


Kedua pria itu sama-sama menyadarkan kepalanya di dinding, dengan posisi duduk di kursi tunggu.


"Suhu badannya terasa panas, dan aku sangat kahawatir." Mario berkata lirih dengan nada yang tersirat akan kekhawatiran.


Adam menghela napas sambil tersenyum. "Adek gue cewek kuat, gue yakin dia tidak akan kenapa-napa. Saat kecil dimana kami sedang belajar sepeda, Hawa sering kali jatuh dari sepeda karena tidak bisa menjaga keseimbangannya, bahkan kedua lutut dan siku nya sudah lecet dan berdarah tapi Hawa kecil tidak menangis dia terus berusaha agar bisa naik sepeda, sampai saat dirinya bisa mengendarai sepeda dah tidak terjatuh, justru Mamalah yang menangis karena melihat perjuangan Hawa yang pantang menyerah." Adam tersenyum saat menceritakan masa kecil mereka yang bahagia.


Bahkan dirinya juga merasa bangga pada saudara kembarnya itu karena Hawa tidak cengeng dan penuh semangat, hanya saja jika hatinya terlukai gadis itu tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Dan Adam begitu memahami sifat kembarannya itu.


Ceklek


Pintu UGD terbuka Mario dah Adam langsung berdiri menghampiri dokter yang baru saja keluar.


"Dokter bagaimana keadaannya." Tanya Mario lebih dulu, karena tidak sabaran.


"Pasien mengalami demam tinggi, daya tubuhnya lemah, kami sedang mengambil sampel darah untuk dicek ke lab, karena bisa saja pasien mengalami gejala DBD, itu masih dugaan kami, karena hasil lab nanti yang akan menentukan sakit pasien." Jelas dokter.


Mario hanya mengaguk, setidaknya Hawa tidak memiliki riwayat penyakit parah, tapi tetap saj dirinya masih khawatir saja

__ADS_1


.


Semangat Bestie 🤣🤣


__ADS_2