My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Kasak-kasuk


__ADS_3

Nathan mengantar sang Istri sampai disekolah, pria itu sengaja mengantarnya sampai disekolah karena Nathan juga ingin menemui kepala sekolah.


Ami celingak-celinguk didalam mobil, keadaan diluar masih ramai dan Ami masih takut untuk keluar dari mobil Nathan.


"Mau sampai kapan?" Tanya Nathan yang masih betah memandangi wajah istrinya, dimana Ami yang sedikit panik malah terlihat menggemaskan.


Ami menoleh dengan wajah yang ditekuk. "Tadikan aku sudah bilang turun di depan." Kesalnya.


Nathan hanya tersenyum. "Tidak usah disembunyikan, sebentar lagi satu sekolah pasti akan tahu." Ucap Nathan yang langsung keluar dari mobil.


Ami mengerutkan keningnya berpikir. "Satu sekolah tahu." Gumamnya.


"Ayo keluar." Ami sampai tidak sadar jika Nathan sudah berdiri dan membukakan pintu untuknya.


Dengan wajah cemberut Ami pun segera keluar.


"Yang rajin sekolahnya." Dengan sengaja Nathan menepuk kepala Ami lembut. Membuat Ami membulatkan kedua matanya.


Pasalnya disana masih ada beberapa siswa/i yang melihat mereka, dan pasti mereka menunggu Nathan.


"Ish, nyebelin." Ami pun segera pergi sari sana sebelum mereka melihatnya berinteraksi dengan Nathan lebih lama.


Ami berjalan di lorong kelas untuk menuju kelasnya, dan telinganya pun mendengar kasak kusuk teman-temannya yang menggosip.


"Kenapa gak gue aja sih yang jadi Miami, enak bener nasibnya dikelilingi cowok tampan dan tajir."

__ADS_1


"Ck, mana mau mereka sama Miami yang miskin kalau ngak dia jual apemnya."


Banyak yang memuji kedekatan Ami dengan Nathan yang mapan dan tampan, banyak juga yang menghujat Ami yang hanya gadis miskin bisa dekat dengan seorang pengusaha muda yang tampan, dan pasti ada imbalan yang Ami beri agar bisa dekat dengan Nathan.


"Yakin deh kalau udah bosen dipakai pasti di tinggalin."


"Cih, ternayata tidak jauh beda sama si Nesya, dan seharusnya Miami dikeluarkan dari sekolah."


Deg


Ami yang tidak sengaja mendengar ucapan terakhir temanya membuat jantungnya berdebar kencang. Nesya yang ketahuan sedang melakukan hal yang tidak pantas dikeluarkan dari sekolah, dan Ami gadis pelajar itu hamil karena sudah menikah ketika duduk di kelas sebelas.


Ami berjalan cepat menuju kelasnya, agar tidak lagi mendengar sindiran dan hujatan rekan sekolahnya.


"Terima kasih pak." Nathan pun ikut tersenyum.


Dan pembicaraan mereka tak sengaja didengar oleh siswa lain yang berada di depan pintu yang terbuka.


"OMG ternayata Miami sudah hamil duluan." Ucap salah satu siswi yang kebetulan akan ke UKS, dan tidak sengaja mendengar karena pintu terbuka.


"Wah, bakalan seru nih kalau satu sekolah tahu." Gadis itu nampak mengangguk mendengar ucapan temannya.


Mereka yang tidak suka dengan keberuntungan hidup Ami, mencoba untuk menjatuhkan lawannya, dan sekarang mereka mendapatkan senjata untuk membuat Ami tidak bisa lagi percaya diri, dan mungkin saja bisa menghancurkan sekolahannya.


"Mi kamu kenapa?" Olive yang melihat wajah murung dan sedih Ami penasaran dan juga bingung.

__ADS_1


"Mi, kamu kenapa?" Olive semakin panik ketika buliran air mata jatuh dipipi gadis itu.


Ami hanya menggeleng dan mengusap air matanya. "Gue laper." Alibinya dengan bibir yang dipaksakan senyum.


Olive hanya menggeleng, "Kamu gak bisa bohongi aku Mi, cerita kalau ada masalah."Ucap Olive sambil mengusap lengan sahabatnya.


Ami hanya mengangguk mengaguk, mungkin setelah jam pelajaran Ami akan bercerita dengan Olive.


Tak lama guru mereka masuk kelas, Ami terseyum pada Olive menandakan jika dirinya baik-baik saja, dan Olive hanya tersenyum.


Olive sudah tahu jika sahabatnya itu tangah berbadan dua, dan pasti Olive mendapatkan berita dari sumber yang akurat siapa lagi jika bukan pria yang suka mengatainya gembul jika bukan Ando.


Saat mengatarkan pulang Olive, tidak sengaja Ando berkata jika Ami hamil, karena jika sampai Ami yang memakan makanan beracun itu pasti orang yang berniat jahat tidak akan mendapatkan ampun dari Nathan. Dan dari sana Olive tahu jika sahabatnya itu sedang mengandung, dan Olive masih diam karena ingin mendengar sendiri dari mulut Ami.


Nathan sudah pergi dari sekolah sang Istri, pria itu pergi ke tempat pembangunan yang hampir selesai dipinggiran kota. Niatnya Nathan akan menghadiahkan itu kepada istrinya untuk menjadi rumah baca dan beberapa tempat tinggal untuk anak-anak yang memang ingin belajar disana, anggap saja Nathan mendirikan asrama khusus untuk anak yang kurang mampu, dan di sana Nathan akan memfasilitasi semua lengkap agar mereka merasa nyaman tinggal disana.


"Nat." Dafa menghampiri Nathan yang baru saja tiba.


"Bagaimana, apa mengalami kesulitan." Tanya Nathan dengan memakai kaca mata hitam.


"Tidak ada, dan sesuai prediksi semua akan selesai diwaktu yang diperkirakan." Dafa tersenyum.


Nathan pun tersenyum senang. "Ya, dan gue gak sabar kasih hadiah ini ke Istri gue." Ucap Nathan yang mendapat anggukan dari Dafa.


"Istri lu bakalan pingsan bro kalau lihat ini." Ujar Dafa membuat Nathan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2