
Bibir Ami sejak tadi ditekuk, ibu hamil itu mogok bicara pada suaminya.
Nathan keluar dari kamar sudah rapi, seperti biasa dia mencari Istrinya untuk memakaikan dasi untuknya.
"Sayang ini masih pagi, jagan suguhkan aku dengan wajah masam mu itu." Nathan mendekati istrinya dan mencuri ciuman dipipi.
Ami mendelik. "Memangnya kenapa kalau aku naik motor itu." Jawab Ami yang masih membahas masalah naik menaiki.
Nathan menghela napas, Istrinya itu apa tidak tahu jika dia menghawatirkan keselamatan dia dan bayinya.
"Aku bisa mengantarmu kemanapun, jadi tidak perlu menggunakan motor." Ucap Nathan yang ikut duduk didepan Ami, saling berhadapan.
Nathan mengulurkan dasi di tangannya. "Kalian adalah segalanya bagiku, dan aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu." Tangannya menyentuh pipi Ami.
"Tapi aku ingin By." Ucapnya sambil memasangkan dasi dikerah baju suaminya.
"Kamu bisa kemanapun dengan ku, dan ada pak Husein yang bisa mengantarmu, jadi jangan pernah menggunakan motor itu jika tidak denganku."
Ami tersenyum lebar ketika otaknya mencerna sesuatu.
"Oke." Jawabanya dengan semangat, dan membuat Nathan malah heran.
Nathan menunjukan wajah memelas dan tertekan, bagaimana tidak jika dirinya yang sudah rapi menggunakan jas, harus menuruti permintaan sang Istri.
"Kamu tadi bilang, bisa menggunakan motor ini jika dengan kamu." Ucap Ami untuk mengingatkan ucapan Nathan tadi.
Nathan menggaruk kepala. "Tapi juga tidak sekarang sayang, aku mau kekantor." Jawab Nathan dengan wajah memelas.
Apa kata para karyawan jika dirinya kekantor menggunakan motor matic berwarna pink terang dan berlogo hello Kitty, Nathan tidak bisa membayangkan, bisa hancur reputasinya sebagai CEO.
"Memangnya kenapa? apa kamu malu?" Tanya Ami dengan memincingkan mata.
Nathan semakin merasa nelangsa, dengan wajah tertekannya. Dia pikir orang ngidam tidak mempersulit orang lain, tapi ternayata pikirnya salah.
"Ayolah By, keburu siang." Ami menggoyangkan lengan suaminya, merengek agar Nathan mau menuruti permintaannya.
"Kita naik mobil saja, biar cepat sampai." Nathan menarik tangan Istrinya untuk masuk ke dalam mulutnya mobilnya.
"By, aku mau naik motor." Rengek Ami lagi yang enggan untuk masuk ke dalam mobil Nathan.
"Nanti sore, kita jalan-jalan naik motor itu. Kau janji." Ucap Nathan serius agar istrinya percaya.
Nathan menutup pintu mobil lalu memutar dari depan untuk masuk dan duduk dikursi kemudi.
__ADS_1
.
.
Sekolah sudah ramai dengan beberapa wali murid yang sengaja datang ke sekolah.
"Kami ingin gadis yang bernama Ayana dikeluarkan dari sekolah ini..!!" Ucap salah satu wali murid yang ikut berdemo.
"Ya benar..!!
"Mau jadi apa sekolah ini jika ada siswi yang hamil, apa sekolah ini mau menjadi tampungan siswi hamil."
Ibu-ibu yang sepertinya menjadi ketua di depan kepala sekolah dan berapa guru itu terus bicara dan di ikuti oleh ibu dan bapak wali murid yang lainnya.
"Ibu-ibu dan bapak-bapak mohon tenang, ini masih pagi jangan buat keributan disekolah." Ucap kepsek yang merasa sangat terganggu dengan kedatangan mereka, apalagi para siswa/i melihat aksi demo yang mereka lakukan.
"Kami hanya ingin minta anak jal*ng itu dikeluarkan, kami tidak mau anak-anak kami tertular." Ibu yang paling vokal itu terus bersuara.
Pihak sekolah juga tidak tahu, siapa yang sudah menyebar rumor tentang Ayana yang sedang hamil. Salah satu guru berbisik pada pak kepala sekolah.
"Sebaiknya saudara sekalian ikut saya." Ucap kepsek yang menyuruh para wali murid untuk ikut keruanganya.
Banyak anak murid yang melihat aksi demo wali mereka diantaranya, dan pasti hari ini sekolah akan mengalami kendala tidak belajar mengajar, karena para siswa/i pasti juga ikut berdemo.
Karena sibuk dengan Nathan, Ami sampai tidak mengecek ponselnya yang banyak pesan masuk dari Grub sekolah dan sahabatnya Olive dan Loli, padahal disana sedang ramai membahas dirinya.
"Keluarkan Ayana..!!
"Keluarkan Ayana..!!
"Keluarkan ja*ang sekolah..!!"
Ami yang tidak mengerti menutup telinganya, bahkan dirinya sampai dilempar kertas yang sudah di guling. Para murid menghakimi Ami yang batu saja datang.
"Mi.." Olive berlari dan langsung memeluk Ami yang hanya diam berdiri dengan menutupi wajahnya agar pemaparan mereka tidak mengenai wajahnya.
"Kalian semua stop..!!!" Loli yang juga menghampiri Ami berteriak, tapi teriakan Loli kalah dengan ratusan murid yang berdemo.
Hari ini Loli baru masuk sekolah dan dia begitu terkejut melihat berita yang ramai digrup sekolah. Karena ketika dirumah sakit Loli sangat penasaran dengan adanya Nathan disana, dan pria yang di puja para siswi disekolah itu, sangat posesif pada Ami dari sana Loli bisa menyimpulkan jika mereka memiliki hubungan yang serius. Tapi Loli belum tahu jika Ami sudah menikah dengan Nathan, pria tampan dengan kekayaan yang melimpah.
"Dasar miskin, kau pantas menjadi jal*ng. Makanya kau hamil diluar nikah..!!" Ucap salah satu murid dengan teriak.
"Huuuuuuu, Ayana jal*ng... Ayana jal*ng." Mereka semua malah bernyanyi dengan mengniha Ami.
__ADS_1
"Mi, kita masuk." Olive mengajak Ami yang sudah menangis, gadis itu hanya syok ketika dirinya diserang tiba-tiba dirinya diserang dengan semua murid yang menghinanya.
Jika hanya satu dan dua Ami bisa melawan mereka, tapi sekarang satu sekolah sedang menghujatnya, Ami yang syok tidak bisa melawan, mendengar suara mereka yang mengatai dan menertawakannya seakan seperti alarm yang terus bernyanyi dikepelanya.
"Jal*ng sekolah harus dikeluarkan."
Bugh
"Auuwss.."
"Ami..!!" Olive membulatkan kedua matanya, ketika bola basket menghantam perut Ami yang sengaja di lempar oleh salah satu murid disana.
"Mi,.." Olive sudah menangis, melihat sahabatnya meringis sakit memegangi perutnya.
.
.
Nathan baru saja sampai di kantor, pria itu melangkah masuk seperti biasa.
Ando yang menunggu Nathan di ruangannya sudah panik bukan main, apalagi sejak tadi panggilanya tidak Nathan angkat.
"Lu bener-bener Nat." Ando yang kesal ingin keluar dari ruangan Nathan, namun siapa sangka jika dirinya malah melihat Nathan terseyum menyapa karyawan.
"Nathan..!!" Ando langsung menyeret Nathan masuk kedalam ruanganya.
"Lu, apa-apaan sih. Main seret aja." Kesal Nathan karena Ando berbuat seenaknya.
"Ponsel lu mana? mana ponsel lu." Ando mengeledah saku jaket dan celana Nathan, seperti seorang polisi yang sedang razia.
"Lu apaan sih Ndo..!!" Bentak Nathan, namun tak membuat Ando berhenti sampai menemukan ponsel Nathan di saku jas dalamnya.
"Lihat.." Ando menunjukkan banyak nya panggilan darinya dan sana tertera nama kepala sekolah yang memanggil sampai puluhan kali.
"Ini.." Nathan segera meraih ponselnya, untuk menghubungi kembali.
"Istri lu dihujat satu sekolahan, dan para wali murid sedang demo meminta istri lu di keluarkan." Ucap Ando dengan kesal, karena Nathan masih sibuk menghubungi kepala sekolah.
Deg
.
.
__ADS_1
Pagi...🤣🤣 jangan lupa kasih RATE lima bintang dong 🤭 author maksa🤣