My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Extra part~Kampus 2


__ADS_3

"Ayana kamu tidak apa-apa." Dion tiba-tiba menyentuh lengan Ami sambil bertanya.


Jelas saja perlakuan Dion membuat pria yang masih berdiri didepan Ami mengeraskan rahangnya.


Plak


Nathan menepis tangan Dion yang sudah lancang menyentuh lengan Istrinya.


"Jauhkan tangan kamu." Suara Nathan terdengar berat dengan tatapan tajam menatap pemuda yang sok peduli.


Dion mengernyitkan keningnya, sedangkan Ami berdiri disamping Nathan dan mengelus lengan suaminya agar tidak terbawa emosi.


"By, sudah." Ami berbisik, matanya mengedar melihat semua orang yang didalam kelas dan luar kelas menatap kearahnya semua.


"Anda siapa? saya hanya bertanya." Kesal Dion yang mendapat tatapan tajam serta wajah pria tinggi didepanya yang datar.


"Kau mau tahu siapa aku." Nathan tersenyum miring.


Dion menatap Nathan dari atas sampai, bawah pemuda itu menyandarkan bok*ongnya di salah satu meja dibelakangnya.


"Tuan Aldrick Nathan Adhitama." Ucap Dion tersenyum. "Tapi sayangnya ini kampus tempat menimba ilmu, bukan tempat untuk berbisnis." Ucap dion santai.


Nathan hanya menatap remeh pemuda yang umurnya lebih jauh muda darinya.


Ami menatap suaminya dari samping dengan tatapan sendu, dia tidak ingin membuat keributan saat pertama dirinya masuk kuliah.


"Ay..!" seruan dari pintu, mengalihkan antensi beberapa orang yang sedang menatap Nathan dan Dion dengan tegang.

__ADS_1


"Kak." Ami terseyum saat melihat Niko menghampirinya.


"Kamu masuk kampus sinis?" Tanya Niko tidak mempedulikan kedua pria yang masih saling menatap penuh permusuhan.


Ami mengaguk. "Iya kak."


Niko terseyum, dan tatapnya beralih pada kedua pria yang masih bersitegang.


"Bang, lebih baik kau tidak membuat onar." Ucap Niko pada Dion. Niko adalah adalah ketua senat dikampus, sedangkan Dion adalah ketua BEM.


Keduanya memang memiliki tugas masing-masing, tapi karena sama-sama memiliki tanggung jawab mereka sering bertemu di forum kampus.


Dion melirik Niko tidak suka, Dion terkenal memiliki watak keras jika sudah disenggol ataupun dibuat kesal dengan oleh orang.


"Ay," Niko memberi isyarat agar Ami membawa suaminya pergi.


Nathan tidak bergeming, dia masih menatap Dion tajam.


Sedangkan Dion santai dengan wajah angkuhnya, "Heran dibayar berapa kau sama pria ini." Ucap Dion melirik Ami dan menatap Nathan angkuh.


Bugh


Aaawww


"Bajin*gan!!" Nathan melayangkan tinjunya pada wajah Dion sampai membuat pria itu tersungkur.


"By..!" Ami menjerit dan memeluk Nathan dari depan, wanita itu memejamkan matanya. "Sudah By.." Lirih Ami ketika Nathan masih ingin memberikan Bogeman.

__ADS_1


Semua orang yang melihatnya histeris dan teriak.


"Ck, cari masalah sih lu." Niko membantu Dion berdiri, tapi ditepis oleh pria itu.


Dion menyentuh sudut bibirnya yang nyeri dan sedikit berdarah.


"Satu pukulan untuk pria sombong dan angkuh seperti dirimu." Nathan berucap dengan suara beratnya. "Jika kau masih berani bicara sampah! ingat ada aku yang akan menghabisi mu!!"


Nathan menarik Ami keluar dari kelas yang menyebutnya naik darah.


Ami hanya menurut, dia sudah tidak lagi memikirkan kuliahnya, jika hari pertama dia masuk saja sudah seperti ini.


"Ck, lu sih bang. Bandel dia adek gue. Pria tadi suaminya." Ketus Niko dengan suara yang tidak pelan, tapi mempu membuat seisi ruangan dan yang berada diluar tercengang.


"What? istri?" Dion memebelalakan matanya, apakah dirinya tidak salah dengar, mungkin jika seorang Nathan sudah memiliki Istri dia tahu, tapi tidak tahu jika wanita muda dan cantik tadi adalah Istrinya.


"Ya, dan gue harap lu minta maaf, sebelum sekolah lu jadi taruhannya." Ucap Niko lagi memperingatinya, bukan tanpa alasan Niko melakukan itu. Karena dia tahu jika Nathan tidak akan memberi kesempatan orang yang sudah menghina Istrinya.


"OMG, ternyata." Rena lemas dengan wajah syok, begitupun para semut yang mengikuti Nathan dan mendengarnya.


.


.


Thor jangan tamat...!


Otor_ aku kasih Extra part aja tipis" 😩

__ADS_1


__ADS_2