My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~Siapa namanya?


__ADS_3

"Mario kapan kamu sampai?" Julio menatap putranya yang sudah duduk di meja makan bersama Vania, sedangkan Julio baru saja sampai rumah bersama Mike dari kantor.


Julio mendampingi Mike untuk memimpin rapat, meskipun Mike sudah hampir satu tahun membantu perusahaan, tapi Julio belum bisa melepas Mike begitu saja, masih banyak yang harus Julio ajaran pada putranya itu, apalagi dunia bisnis tak semulus seperti yang kita lihat pada umumnya.


"Tadi Pah, apa kabar." Mario menerima pelukan papanya.


"Baik, grandma sehat." Tanya Julio pada ibunya.


"Sehat Pah, sebenarnya grandma ingin tinggal bersama papa, tapi grandma tidak tega meninggalkan aku tinggal di sana sendiri." Ucap Mario dengan senyum.


"Long time no see my brother." Ucap Mike yang bergantian memeluk Mario.


"Yes, now you are busy boss."Ledek Mario sambil tertawa.

__ADS_1


"Ck, papa yang meminta ku." Jawab Mike dengan nada sedikit kesal melirik Julio yang sudah duduk dikursi kepala keluarga untuk makan malam.


"Lagi pula, ini semua juga untuk kamu." Vania menimpali.


"Jika semua untuk Mike, lalu kenapa Mike harus ada syarat menikah dulu." Ucapan Mike membuat Vania menoleh pada Julio.


"Ck, sudahlah Mike, jangan bahas masalah itu jika kamu sendiri tahu jawabnya." Tegas Julio yang kesal setiap membahas masalah ini, dan ujung-ujungnya hanya ada pertengkaran yang ada.


Mario kembali menatap adik dan juga papanya. "Sebenarnya kenapa kamu tidak mau dijodohkan Mike, apa kamu memiliki pilihanmu sendiri?" Tanya Mario dengan menelisik wajah Mike yang masih kesal.


Sebenarnya kedua orangtuanya lah yang bersikeras untuk menjodohkan mereka, Mike tahu betapa Mamanya sangat menyayangi tunanganya itu, tapi rasa kesal yang Mike rasakan terlampiaskan saat bertemu Hawa. Entah kenapa Mike selalu ingin melampiaskan kekesalannya tentang perjodohan dengan Hawa.


"Masuk SMA?" Mario menatap kedua orangtuanya, dirinya memang sama sekali tidak tahu bagaimana rupa dan latar belakang calon jodoh Mike, selama ini Mario tidak pernah ikut campur.

__ADS_1


"Ya, apakah ini tidak konyol." Mike berucap sarkas.


"Malika gadis baik Mike, dan Mama tidak ingin ada yang mendahului memiliki gadis itu, kamu tahu sendiri bagaimana Mama menyayangi gadis itu." Ucap Vania dengan jujur.


Vania memang tidak ingin ada pria yang mendahului putranya untuk mempersunting gadis cantik baik, Hawa memang tidak ada celah untuk keburukan, meskipun dari keluarga kaya raya, tapi Hawa yang memang diajarkan berprilaku baik membuat siapa saja pasti menginginkan gadis belia itu.


"Ck, Alasan." Mike pun meninggalkan meja makan yang belum tersentuh hidangannya, pria itu selalu kesal ketika membahas perjodohan konyol menurutnya.


Mario hanya diam, mencerna ucapan Mamanya yang menyebutkan nama yang tidak asing, tapi bukankah nama Malika itu banyak tidak hanya satu.


"Mah, Malika siapa yang Mama maksud?" Karena rasa penasaran yang terlalu tinggi, dan pikiranya tidak tenang, meskipun dirinya berpikir bukan Malika gadis yang dia maksud, tetap saja Mario merasa penasaran, lebih baik bertanya dan mendapat kejelasan dari pada penasaran karena berburuk sangka.


"Dia putri rekan papamu, gadis cantik dengan segala kelebihan yang dia miliki tapi dia begitu baik dan juga memiliki atitud yang baik." Vania tersenyum saat mengingat wajah Hawa.

__ADS_1


"Lalu namanya?" Tanya Mario yang tidak sabaran, bukan pujian seperti yang Mamanya ucapkan yang Mario ingin dengar, tapi nama gadis itu yang menggelitik telinganya.


"Namanya Hawa Malika Adhitama."


__ADS_2