
"By, kita mau ke mana?"
Mobil Nathan membelah jalanan kota sore hari, setelah menghadiri acara sekolah sang istri Nathan membawa Ami menuju tempat yang sudah dia siapakan.
Bahkan Allan dan Indira sudah pergi lebih dulu sebelum mereka.
"Ketempat yang belum pernah kamu lihat." Jawab Nathan dengan fokus menyetir.
Ami tidak lagi bertanya dirinya hanya menurut kemanapun Nathan akan membawanya.
"Kenapa? kamu tidak suka?" Tanya Nathan melirik Istrinya sekilas, karena melihat Ami hanya diam saja.
"Tidak." Ami menggeleng. "Lagian kemanapun kamu pergi aku akan ikut." Lanjut Ami dengan wajah tersenyum.
Nathan ikut tersenyum. "Hm, kamu semakin buat aku tambah cinta tau ngak." Nathan mengacak rambut Ami.
"Ish, By.. jangan digituin." Kesal Ami, karena rambutnya berantakan.
"Kenapa? kamu tetep cantik kok." Goda Nathan lagi dengan menoel dagu Istrinya.
"Kamu salah makan apa By?" tanya Ami yang melihat Nathan hari ini bertingkah, dari mulai Nathan yang bernyanyi. Ternyata suaminya memiliki suara merdu, dan sekarang pria kaku dan datar ini bisa menggodanya.
"Bahkan aku belum makan kamu? Bagiamana aku bisa salah makan."
Ami memincingkan matanya, "Otak kamu selalu mesum By." Kesal Ami, mengalihkan pandangannya lurus kedepan.
Nathan malah tertawa. "Mau bagaimana lagi, hanya kamu yang bisa membuat singkong premium ini puas."
Ucapan frontal Nathan semakin membuat Ami bertambah kesal. Dia tidak tahu ternyata selain memiliki otak mesum, ucapan Nathan juga mengandung unsur omes.
Tak lama kendaraan Nathan berhenti dipinggir jalan yang tidak jauh dari tempat yang Nathan siapkan.
"Kenapa kesini, bukankan kepinggir kota sebelah sana." Ucap Ami yang memang tahu jalan daerah situ.
Nathan keluar dari mobil, tanpa menjawab ucapan Ami, pria itu membukakan pintu untuk Ami.
"Tutup mata kamu dulu." Ucap Nathan yang sudah memegang kain berwarna hitam untuk menutup kedua mata Ami.
"Kenapa harus ditutup, kamu mau menculik ku." Ami menatap Nathan tak percaya.
Nathan menghela napas dalam. "Bodoh, untuk apa aku menculik gadis sepertimu, jika aku saja bisa mengurungmu dikamar DNA tidak bisa berjalan."
Plak
"Auuwss, yang sakit." Nathan memegangi lengannya yang panas akibat geplakan dari tangan Ami.
"Kamu hanya memikirkan napsumu By." Kesal Ami dengan mengerucutkan bibirnya.
Nathan malah tertawa, istrinya itu lucu sekali. "Terkadang ucapan kamu memang benar sayang."
__ADS_1
Ami membulatkan kedua matanya. "Tapi tidak sepenuhnya benar sayang, karena kamu bukan hanya memancing napsuku tapi juga_"
"Stoopp..!" Ami mendelik tajam, membuat Nathan mengulum senyum.
"Lupakan, atau aku tidak mau ikut." Kesal Ami yang telinganya terasa gatal mendengar ucapan Nathan yang sejak tadi menjerumus urusan ranjang.
"Hm, apalagi melihat kamu bergerak naik turun dengan_"
"Byyyy..!!" Ami menyerang Nathan membabi-buta, gadis itu memukuli tubuh Nathan yang bisa dijangkau oleh tanganya.
"Hahaha.. sudah, aku mau menunjukan sesuatu padamu." Nathan memutar tubuh istrinya agar memebelakangi dan memasangkan tutup mata.
"Ck, awas aja kalau ngerjain." Keluh Ami dengan nada ketus.
"Awas aja, hukuman kamu bakalan bertambah."
"Byyy.." Rengek Ami dengan menghentakkan kedua kakinya, membuat Nathan kembali tertawa renyah.
Ami bahagia dalam hati bisa membuat pria berwajah datar dan kaku seperti kanebo itu tertawa. Karena Nathan memang jarang tertawa, bahkan tidak pernah.
"Ayo..jalan.." Nathan menggandeng tangan istrinya, dan satunya menyentuh bahu Ami untuk memapah.
"Byy, kamu membuatku deg-degan." Ucap Ami dengan kaki perlahan berjalan mengikuti instingnya.
"Em, kenapa bisa begitu, apa saat malam pertama kita, kamu juga merasa deg-degan." Goda Nathan lagi dengan mengulum senyum, tapi Ami tidak bisa melihatnya.
"Kenapa berhenti?"
"Kita sudah sampai sayang." Nathan menyentuh kedua bahu istrinya dari belakang.
"Oh, jadi aku boleh buka tutup matanya?" Tanya Ami lagi yang tanyanya sudah ingin membuka penutup kepalanya.
"Eiits, nanti dulu. Kamu tidak sabaran sayang." Nathan mencegahnya.
"Tunggu apa lagi, aku ingin segera melihatnya." Ucap Ami yang sudah penasaran dan juga kesal, karena Nathan terlalu lama.
"Tunggu sebentar."
"By, mau kemana?" Tangan Ami menggapai-gapai tubuh Nathan tapi tidak mendapatkannya.
Nathan meninggalkan Ami sendiri. Hingga Ami mendengar suara Nathan yang sedikit jauh darinya.
"Sayang, hitungan ketiga. Kamu buka penutupnya." Teriak Nathan sedikit keras.
"Satu.."
"Dua.."
"Tiga.."
__ADS_1
Tangan Ami terangkat untuk membuka ikatan kain dikepelanya, dan dia membuka mata perlahan dengan wajah penasaran.
"Congratulation Ayanaaa..!!"
Ami menutup mulutnya tak percaya, melihat orang-orang terdekatnya berdiri dengan senyum bahagia, apalagi ternayata disana juga ada anak-anak yang dia bantu dipinggiran kota.
"Ini.." Ami tidak percaya, matanya kembali tidak bisa menahan rasa haru dan juga senang, bahagia.
Semua keluarganya berkumpul, sahabat dan temannya Loli pun juga ada, terutama suaminya yang tersenyum dengan membawa buket bunga uang.
"Selamat sayang, kamu membuat bunda bangga." Ucap bunda Raya memeluk dan mencium putrinya, wanita yang sedang mengandung itu tidak percaya jika putrinya mendapat peringkat di akhir sekolahnya.
"Iya bunda, itu semua berkata doa bunda." Ami membalas pelukan bundanya.
"Selamat sayang, Mama juga bangga sama kamu." Indira juga ikut maju dan memeluk menantunya.
"Mama, terima kasih." Indira membalas pelukan mertua serasa ibu kandung.
Nathan maju, pria itu dengan gagahnya berdiri didepan Istrinya.
"Congratulation sayang, selamat atas apa yang sudah kamu capai." Nathan memberikan buket bunga uang yang berupa lembaran kertas dolar.
Ami menerima dengan membulatkan kedua matanya. Sedangkan Olive dan Loli sibuk dengan sosial media mereka yang menggugah video live.
"By, ini_ ini beneran buat aku?" Tanya Ami tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Gila bunga dolar gaess..
"Siapa lagi wanita yang aku cintai didunia ini selain Mama." Ucap Nathan membuat Ami terseyum lebar.
"Masih byy, makasih." Ami langsung menubruk tubuh Nathan untuk di peluk, sontak mereka semua langsung bertepuk tangan melihat keromantisan dua sejoli seharian ini.
"Wahh gila gaess, buket nya ngak tanggung-tanggung, bisa buat beli mobil baru." Ucap Loli pada akun yang dia pakai untuk live. Gadis itu seperti kameramen yang memutari pasangan sedang berpelukan dengan buket bunga besar ditangan Ami.
"Ingat, hidup itu tidak hanya butuh cinta, tapi juga butuh materi untuk merawat diri, Soo jangan bilang cewek itu matre, kalau ternyata kamu yang kere..!" Ucap Olive pada akun miliknya yang juga menampilkan siaran live.
Akun mereka diburu, para netizen dan reader yang sejak pagi juga mengikuti siaran live keduanya di area sekolah.
Ehem
Olive yang mendengar deheman seseorang berbalik dan tanpa tahu jika jarak mereka sangat dekat, membuat Olive lumbung hingga akan jatuh jika tidak di tangkap oleh orang itu.
"Kak_"
.
.
Kadang otor mau masukin gambar, tapi tiba-tiba ngak bisa. ngak tau kenapa.. padahal Otor udah siapin buket bunga sultan untuk Miami,, ngak kaleng-kaleng namanya "Buket bunga sultan." ðŸ¤ðŸ¤§
__ADS_1