My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Hawa galau


__ADS_3

Yang dia katakan Vania benar, jika Hawa juga menyatunya. Hanya saja Livia tidak tahu jika Mario juga anak angkat mereka.


"Sebentar lagi Hawa akan menikah Mama mau membelikan kado untuknya." Vania tersenyum senang, meskipun tidak menjadi istri Mike. Tapi setidaknya Hawa juga akan tetap menjadi menantunya.


"M-menikah?" Livia semakin tercekat, dengan siapa Hawa menikah.


Livia lupa jika disaat dirinya menikah Hawa selalu di kawal dengan seorang pria yang dirinya belum kenal.


"Iya, kalau jadi minggu depan dan dia akan menjadi menantu Mama."


Jleb


Bagaikan disayat, jantung Livia ingin lepas dari tempatnya, Menantu dirumah ini, itu berarti Hawa kemungkinan akan menikah dengan_


Tidak, ini tidak boleh. Dirinya tidak akan membiarkan ini terjadi, apalagi membiarkan Mike menikah lagi.


Vania beranjak dari duduknya, dan meninggalkan Livia yang masih terdiam dengan pikirannya yang berkecamuk.


Keberangkatan Mario ke Swiss tidak terjadi halangan apapun, pria keturunan bule itu sudah sampai di negara kelahirannya. Sampainya di Swiss Mario langsung menuju kantor miliknya yang di pegang Fabio, pria itu lupa tidak memberikan kabar pada gadis pujaannya yang ada di tanah air, perbedaan waktu Keduanya membuat Mario tidak ingin menganggu sang kekasih. Karena Mario akan fokus pada pekerjaannya dan akan menyelesaikannya dengan cepat.


"Kau sudah sampai." Fabio cukup terkejut dengan kedatangan Mario yang langsung terbang ke Swiss. padahal baru kemarin dirinya memberi kabar. Hanya saja Fabio tidak menyangka jika Mario akan secepat ini, mengingat pernikahan sahabatnya itu tinggal menghitung hari.

__ADS_1


Mario hanya tersenyum, dan mendekati Fabio. "Mana mungkin aku meningkatkan sahabatku sendiri menghadapi masalah perusahaan ku." Ucapan Mario membuat Fabio tertawa.


" Ya kau benar, kau tidak akan membuatku sesusah sendiri karena masalah ini hanya kau yang bisa." Ucap Fabio.


Memang Fabio kemampuannya tidak sebanding dengan Mario, tapi jika keduanya disatukan untuk berkolaborasi maka akan menjadi dua pria yang tangguh dengan keahliannya masing-masing.


Mario segera melakukan apa yang dia bisa, berkutat didepan layar komputer dengan alat-alat yang dia desain sendiri. Fabio membungkuk dibelakang Mario melihat bagaimana Mario bisa meretas pintu masuk perusahanya yang sudah membuat sedikit kekacauan di perusahaan H&M.


Jari-jari Mario berkutat dengan cepat, entah apa yang dia lakukan hanya kedua orang itu yang tahu.


Di Jakarta Hawa menghela napas lega, dirinya baru saja menyelesaikan ujian hari kedua.


Keduanya selesai menyelesaikan dengan lancar tanpa hambatan.


"Eh kamu kenapa murung begitu." Sasa menatap wajah Hawa yang terlihat sendu.


Hawa menunjukan layar ponselnya pada Sasa, dan gadis itu hanya geleng kepala.


"Mungkin Si Om, sibuk karenakan katanya ugren diperusahaaan jadi kamu harus mengerti." Ucap Sasa yang mencoba menenangkan sahabatnya.


"Tapi Udah hampir dua hari Sa, masak si Om lupa beri kabar." Hawa menghela napas kasar, dirinya tidak bisa menguhungi Mario, dan pesan yang dia kirim juga belum terkirim apalagi terbaca, karena masih centang satu.

__ADS_1


"Ya namanya juga lagi sibuk, pasti deh si Om itu kerja lembur biar ngak sampai sepuluh hari dia pergi." Sasa bicara sabil tertawa. Apalagi melihat wajah Hawa yang cemberut.


"Ish, kamu mah ngak ngerti rasanya galau Ngak ada kabar dari ayang, rasanya bikin apa-apa males." Jawab Hawa sambil memanyunkan bibirnya menatap layar ponsel.


Jika di Jakarta Hawa sedang galau, di sana Mario sedang tertawa senang, akhirnya usahanya siang malam membuahkan hasil.


"Ck, kamu. Mereka pasti kalang kabut meyelamatkan aset." Ucap Fabio.


"Itu, balasan untuk mereka yang berani menganggu kekuasaan milikku." Mario tersenyum puas, melihat hasil begadangnya tanpa istirahat.


Fabio ikut mengangguk. "Emang ya, aura calon pengantin itu menyeramkan kalau sedang mood disenggol." Ucap Fabio sambil tertawa.


Mario melirik Fabio, ucapan Fabio mengingatkan dirinya dengan sang kekasih.


"Sial..!!!" Dirinya baru ingat belum memberikan kabar pada Hawa.


.


.


Next tungguin yaa💋

__ADS_1


__ADS_2