
Ami terseyum ketika melihat kedua mata suaminya yang terbuka, bersama dengan itu suara tangis bayi menggema diruangan operasi dengan begitu kuat.
Oeekk..Oeekk...
Setetes air mata jatuh dipelupuk kedua mata Ami, wanita berusia genap 19tahun itu telah melahirkan buah hatinya kedunia.
"Sayang, maaf." Suara pelan Nathan mengiringi Isak tangis keduanya, Ami terseyum dengan bibir bergetar menahan tangis.
"By, kamu bangun." Ucap Ami dengan suara bergetar.
"Nyonya selamat bayi pertama laki-laki." Ucap dokter Sarah, menunjukan bayi tampan dengan tali pusar yang masih utuh. "Ya Tuhan, tuan anda bangun!" Dokter Sarah yang baru menyadari jika pasien koma selama hampir dua minggu itu bangun terkejut, jika saja dia tidak memegang erat bayi laki-laki itu, pasti sudah terlempar karena terkejut.
"Dokter..!" Pekik seorang perawat yang menunggu, bayi kedua segera diberi tidakan.
"Ah, ya. Maaf saya masih syok." Dokter Sarah langsung kembali mengambil tindakan untuk mengeluarkan bayi kedua.
Oeekk....Oeekk...
Kali ini tangisannya lebih kencang dan melengking, membuat bayi laki-laki yang sudah diam kembali ikut menangis.
__ADS_1
"Selamat nyonya dan tuan, bayi kalian kembar sepasang." Ucap dokter Sarah terseyum haru. Apalagi melihat Nathan yang sudah sadar dari komanya dan bisa menemani sang istri dalam proses melahirkan.
"Terima kasih sayang." Tangan Nathan menggenggam erat, dan mencium tangan Ami berulang kali, bahkan air matanya sampai menetes dipungung tangan mulus itu.
Logikanya ingin bangun dan memeluk serta mencurahkan kebahagiannya untuk sang Istri, tapi tubuhnya masih terasa lemas dan tidak bertenaga, Nathan hanya bisa berbaring dengan air mata yang mengalir bahagia, melihat buah cintanya lahir dengan selamat dan ibunya yang juga baik-baik saja.
"By, anak kita sudah lahir." Ami tak kuasa menahan tangis, wanita itu menangis dengan suara tertahan. Menangis bahagia dengan kehadiran kedua malaikat kecilnya, ditambah suaminya yang sadar dari komanya setelah hampir dua Minggu, sungguh Ami tidak menyangka jika tuhan mengirimkan mukjizat untuk suaminya.
Dokter memulai kembali melakukan tugasnya, sedangkan dua suster sedang membersihkan kedua bayi tampan dan cantik itu.
"Sayang, selamat ulang tahun." Ucap Nathan dengan suara parau.
"Em, terima kasih By." Keduanya terseyum dengan perasaan sama-sama bahagia, bagaimana bisa kebahagiaan mereka begitu lengkap dan penuh suka cita untuk segala prosesnya.
Diluar ruangan, kedua wanita saling berpelukan ketika mendengar suara bayi menggema. terdengar hingga keluar, itu berarti cucu mereka sudah lahir.
"Selamat Nda." Mustafa bergantian memeluk Istrinya dengan hangat.
Bunda Raya tersenyum haru, dengan mata yang berkaca-kaca. "Terima kasih Mas."
__ADS_1
Mereka juga baru saja kembali menjadi orang tua setelah melahirkan bayi laki-laki yang usianya sudah menginjak tiga bulan. Raya juga melahirkan dengan cara operasi, mengingat usianya yang sudah dewasa.
"Abang.." Indira memeluk Allan erat. "Kita sudah menjadi Kakek dan nenek." Ucapnya terkekeh sambil menangis.
"Ya, Nathan dan Ayana memberikan kita cucu kembar." Allan mengusap punggung Istrinya.
"Nathan Pah, apa dia juga bisa mendengar tangis kedua bayinya?" Tanya Indira yang mengingat jika putranya sedang koma dan itu kembali membuat air mata Indira mengalir deras.
"Dia mendengarnya Sayang, dan pasti Nathan juga bisa merasakan."
Ceklek
Pintu ruang operasi terbuka, suster keluar dengan wajah tersenyum.
"Suster bagaimana keadaan cucu dan menantu kami?" Sambar Indira cepat, saat seorang suster keluar.
"Selamat tuan dan nyonya, kedua cucu anda sudah lahir dengan selamat, mereka sepasang bayi kembar laki-laki dan perempuan." Ucap suster itu semakin membuat Indira mengharu biru. "Dan kabar bahagia lagi, jika tuan Nathan sudah sadar dari komanya menjelang twisn lahir."
Indira menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sungguh berita yang baru disampaikan membuatnya tak bisa lagi berkata selain air mata bahagia yang sudah Ia luapkan semejak mendengar tangisan bayi.
__ADS_1
"Ya Tuhan terima kasih." mereka saling berpelukan dengan pasangan masing-masing, meluapkan kebagian yang bertubi-tubi. Bahkan Nathan yang mereka kira masih koma, ternyata sudah sadarkan diri. Sungguh kebahagiaan yang tidak bisa diutarakan lagi selain ucapan bersyukur.