My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Ingin cepat-cepat menangih janji


__ADS_3

Flashback


Mario mendatangi kantor, pria itu disambut ramah oleh sekretaris Julio.


"Silahkan Mas, pak Julio ada didalam." Sekertaris Julio mempersilahkan.


"Terima kasih Mbak." Mario melangkah masuk.


Julio yang sedang menunduk dengan kedua tangan di keningnya mendongak ketika mendengar pintu ruanganya di buka.


"Mario." Julio terhenyak saat Mario mendatangi kantornya, meskipun bukan pertama kali, tapi Mario memang cukup lama dan jarang tidak pernah menyambangi kantor papanya.


"Apa aku menganggu pekerjaan papa?" Tanya Mario.


Julio tersenyum tipis. "Tidak, ada apa kamu sampai menemui papa dikantor." Julio duduk disofa single, sedangkan Mario duduk di sofa panjang.


"Tidak apa-apa hanya mampir saja, tadi kebetulan lewat." Jawab Mario.

__ADS_1


Tak lama seorang OB masuk membawakan minuman, obrolan mereka sempat berhenti dan dilanjutkan setelah OB itu pergi.


"Sepertinya papa banyak masalah." Tanya Mario melihat wajah lelah Julio yang sepertinya banyak pikiran.


Julio menghela napas. "Kamu tahu, seharusnya Mike sudah membantu papa disini, tapi kamu tahu sendiri anak itu. Setelah perjodohannya batal Mike makin susah diatur." Tukas Julio yang merasa sudah lelah mengatur Mike yang susah diatur.


"Dan sekarang perusahaan sedang mengalami krisis, papa tidak tahu bagaimana caranya untuk mengembalikan agar kembali stabil, papa tidak sanggup memberi tahu namamu." Julio menatap sendu Mario dengan raut wajah tak seperti biasa.


"Lalu dimana Mike?" Mario menatap ke sekeliling. "Bukankah dia mengingkan posisi disini."


Julio menghela napas, entah mengapa Mike begitu susah diatur, untuk membantunya di kantor saja masih banyak kesalahan yang Mike lalukan, bahkan Mike pernah melakukan kesalahan dan menyebabkan rugi yang tidak sedikit.


"Jika papa butuh bantuan, aku akan bantu papa sebisaku." Ucap Mario dengan serius.


Julio menatap wajah Mario, disana dirinya melihat keseriusan yang Mario tawarkan.


"Tapi perusahaan kamu yang di Swiss?" Julio tahu jika Mario cukup memiliki power di negara Swiss dengan perusahaan yang dia dirikan sendiri. Julio tetap bangga dengan Mario yang dia asuh sejak kecil, Julio berharap jika Mike akan seperti Mario tapi kenyataanya tidak sama.

__ADS_1


"Ada Fabio yang mengurusnya, Papa tenang saja aku akan membantu papa sebisaku."


Dari sanalah Mario masuk perusahaan Julio,. sebagaimana mestinya dirinya menepati persyaratan dari Nathan. Bahkan Julio sendiri belum tahu jika Mario sudah menemukan keluarga kandungnya, dan nama Mario Maurer Julio dan Vania saja tidak tahu.


Flashback Off


"Hawa lusa aku kan pulang ke Swiss." Mario menatap lurus kedepan, dimana Hawa sendang berdiri sedikit jauh darinya.


Mario duduk diatas kap mobilnya didepan, dengan sedikit bersandar dengan sikunya sebagai penyangga.


Hawa yang sedang mengambil pemandangan danau menoleh kebelakang, berjalan mendekati Mario Hawa menatap wajah Mario intens.


"Jadi Om akan pergi?" Tanya Hawa dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Hanya sebentar, mungkin tiga sampai lima hari, ada masalah yang harus aku selesaikan." Tukas Mario yang sedikit melorotkan tumbuhnya, kedua kakinya berpijak pada bagian depan body mobil, Mario duduk dengan Hawa yang sudah berada didekapnya. Posisi keduanya menatap lurus kedepan, Mario merangkul pundak Hawa dari belakang.


"Semakin cepat semakin baik, aku tidak sabar menagih janjimu tadi." Bisik Mario tepat disamping telinga Hawa.

__ADS_1


.


Kambang kopi bikin melek eyy😴


__ADS_2