My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Merindukanmu


__ADS_3

Seperti permintaan Ami, Olive menemani Ami yang pulang ke apartemen milik Nathan, Olive yang baru masuk apartemen elit membuatnya menggaga lebar. Apalagi ketika pertama masuk kedalam apartemen Nathan yang mewah.


"Inimah suami kamu beneran sultan Mi." Ucap Olive sambil melihat kesekeliling. Di ruang tamu memang masih rapi, tapi ketika Ami lebih masuk dirinya melihat ruang tv yang berantakan, bantal sofa bertebaran, bekas kaleng minuman tergeletak di meja.


"Ck, udah tahu si bibik lagi cuti, malah bikin rumah berantakan." Kesal Ami yang membereskan kekacauan yang Nathan buat.


"Mi, aku boleh minta minum." tanya Olive yang menghampiri Ami di ruang tengah.


"Ambil aja di kulkas, kalau gak bisa cara bukanya tinggal searching." Ucap Ami tanpa menoleh ke Olive dia masih sibuk membereskan bantal sofa yang berserakan.


"Beres.."


Olive pun melangkah menuju dapur, dan mencari kulkas yang Ami maksud. Tebakan Ami benar Olive harus searching untuk bisa membuka kulkas itu.


"Sumpah, si Ami beruntung banget dapet suami sultan, ganteng." Gumam Olive yang masih tidak percaya jika sahabatnya bernasib mujur seperti ini.


Setelah membereskan sofa depan tv, Ami berniat untuk mengambil barang yang dia butuhkan, dirinya masuk kamar dan pemandangan pertama yang Ami lihat, tempat tidurnya yang berantakan.


"Perasaan kemaren udah gue beresin." Gumam Ami menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan meraih selimut yang jatuh di lantai, serta bantal yang juga jatuh.


"Ck, masa iya Om Nathan tidur disini."


Ami berpikir keras, jika di lihat tempat tidurnya memang seperti habis digunakan, dan Ami tidak yakin jika Nathan yang tidur di kamarnya, sedangkan kamar Nathan sendiri lebih luas, lalu untuk apa dia tidur di kamarnya.


Setelah selesai membereskan Ami mengambil barang yang dia perlukan, tidak banyak hanya yang penting saja.


Setelah siap Ami keluar dan melihat Olive yang duduk di depan tv sambil meminum minuman kaleng.

__ADS_1


"Udah kaya nyonya aja lu Ol." Ucap Ami yang berjalan ke dapur dia melihat ada bekas tempat masak yang digunakan di atas kompor.


Ami meneliti sepertinya Nathan membuat Mie rebus, karena di kotak sampah ada bungkus bekas mie.


"Dia larang gue tapi dia sendiri makan." Gumam Ami tidak sadar tersenyum kecil. Ami mencuci bekas yang kotor, dan mangkuk yang Nathan gunakan. Mie yang dibuat Nathan adalah Mie yang pernah dia beli dan Nathan melarangnya untuk membeli lagi, karena katanya makanan tidak sehat.


Setelah selesai Ami mengambil susu coklat yang pernah dia beli dan belum dia minum, tapi ketika membuka lemari pendingin Ami tidak melihatnya lagi.


"Masa Ia makanan gue semua di embat." Ami menggaruk kepalanya, meskipun kesal tapi entah mengapa hatinya merasakan sesuatu.


Baru satu malam dirinya tidak ada, semua makanan dan tempat tidurnya di makan di pakai oleh Nathan.


Olive menghampiri Ami yang berdiri di depan lemari pendingin. "Mi, kamu gak laper apa?" Olive mengusap perutnya yang lapar.


"Kenapa? mau makan?" Tanya Ami menatap Olive penuh selidik.


Sedangkan Olive tersenyum sambil mengangguk. "Aku lihat banyak bahan makanan di dalam, jadi buatin aku makan ya, bosen makanan rebus melulu." keluh Olive membuat Ami geleng kepala.


Setelah makan Olive kembali duduk di depan tv dengan minumannya tadi.


"Udah yuk cabut, keburu si Om balik." Ucap Ami, pada Olive yang baru saja menaruh botol kosong di atas meja, gadis itu lupa untuk membuangnya.


Setelah perut keduanya kenyang mereka pergi, bahkan sisa nasi goreng mereka masih ada, jika dibuang Ami merasa sayang. Bairkan saja pasti Nathan akan membuangnya.


.


.

__ADS_1


Nathan menyelesaikan pekerjaannya pukul tujuh malam, dia melupakan makan siangnya, dan Nathan tidak sama sekali merasa lapar. Dirinya sibuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak akan pernah selesai, setidaknya dia bisa melupakan perasaanya sebentar.


Keluar dari kantor sudah lumayan sepi hanya ada berapa segelintir orang yang sedang memang bertugas malam.


"Malam pak," satpam lobby menyapa atasnya yang baru saja keluar.


"Ya." Hanya satu kata, tapi satpam itu sudah merasa beruntung.


Nathan masuk kedalam mobilnya, mengendari dengan kecepatan sedang, setelah lima belas menit mobil Nathan sampai di parkiran basemen.


Keluar mobil dan berjalan masuk ke lobby apartemen Nathan melirik tempat khusus menaruh sepeda, disana masih ada sepeda yang Ami gunakan.


"Hah, setidaknya kamu merindukan sepdamu." Gumam Nathan yang kembali berjalan. Tumbuhnya semakin lelah, rasa pegal di lehernya semakin terasa.


Terlama duduk dan berkutat pada laptopnya membuat tubuhnya terasa kaku.


Ting


Pintu lift terbuka Nathan keluar dan segera menuju flatnya.


Masuk setelah berhasil membuka pintu, suasana sepi Nathan rasakan. Tidak seperti kemarin ketika dia datang melihat Ami yang duduk menonton tv.


"Kenapa tiba-tiba lapar." Gumam Nathan yang merasakan lapar ketika sampai di apartemen. Dirinya masuk ke dalam dan melihat ruangan itu sudah kembali rapi. Apalagi Nathan melihat botol minum yang bukan miliknya tadi malam.


Bibir Nathan tersenyum, dirinya memasuki dapur yang tadi malam ingat belum dibersihkan, dan sekarang sudah bersih seperti sedia kala.


"Apa dia sudah pulang." Gumam Nathan, sambil membuka tutup saji yang ternyata ada nasi goreng.

__ADS_1


Bibirnya membentuk senyum, Nathan pasti sudah gila hanya melihat makanan dia bisa mengembangkan senyum. Karena bik Asih sudah ijin tidak berkerja selama dua Minggu.


"Aku merindukanmu." Nathan pun langsung berlari memasuki kamar Ami, di berharap gadis itu berada di kamar.


__ADS_2