
Pagi ini meja makan terlihat lengkap, dengan adanya empat orang yang duduk menikmati sarapan pagi.
Mario yang baru saja duduk dan menenggak jus yang tersedia di depannya.
"Bagaimana perkembangan perusahaan, sepertinya papa melihat kenaikan angka bagian keuangan." Ucap Julio.
Julio memang memantau perkembangan perusahaan yang dia percayakan kepala Mario, dan untuk Mike pria itu sudah tidak pernah lagi berkunjung ke kantor. Entah apa yang Mike lalukan diluar sana Julio sendiri tidak tahu.
"Cukup baik Pah, dalam waktu tiga munggu perusahaan sudah mulai membaik." Jawab Mario sambil meraih roti selai yang Vania sodorkan. "Terima kasih mah." Mario tersenyum pada Vania, dan Vania membalasnya.
"Papa bangga dan salut padamu, belum ada sebulan perusahaan papa yang kamu handel sudah mengalami kemajuan." Ucap Julio dengan binar bahagia.
Julio tentu saja senang melihat perusahaan miliknya kembali stabil, dan setelahnya dia akan berhati-hati dalam mengambil tindakan.
"Memangnya kenapa dengan perusahaan papa?" Tanya Vania yang sejak tadi hanya diam menyimak.
Julio yang baru sadar jika obrolan mereka didengar Vania menjadi gugup.
"Tidak apa Mah, hanya ada problem kecil dan sekarang sudah tidak masalah." Bukan Julio, melainkan Mario yang menjawab.
"Oh, Mama kira ada apa." Ucap Vania sambil menutup selai di botol.
"Oh, yaa Mike. Mama kangen dengan Lika apa kamu bisa membawanya ke sini."
Deg
Mario yang ingin menyuapkan roti kedalam mulutnya berhenti, dan melirik Mike yang juga meliriknya.
"Bagaimana Mike kamu bisa?" Tanya Vania lagi yang melihat Mike hanya diam saja.
"Mike usahakan." Tatapan Mike tak lepas menatap wajah Mario yang diam saja. "Jika tidak ada yang menghalangi." Tekan Mike dengan tatapan tajam pada Mario.
.
__ADS_1
.
Dirumah yang berbeda, sama halnya dengan keluarga Julio. Dikediaman Adhitama semua sedang duduk dimeja makan untuk menikmati sarapan pagi mereka masing-masing.
"Kak, aku bareng sama kak Adam ya naik motor." Ucap Daniel yang sudah menghabiskan makanannya lebih dulu.
"Eh, kak Adam sama kak Hawa, no Daniel tidak boleh menyerobot ojek kakak." Ucap Hawa yang tidak terima.
"Kak Hawa kab bisa sama pak Husein, Ayolah kak.. Daniel ingin diantar kak Adam yang keren." Daniel merengek dengan wajah memelas.
Nathan dan Ami hanya menyimak keributan di meja makan setiap pagi yang selalu membuat ramai. Inilah keluarga yang mereka inginkan terasa hangat dan ramai meskipun terkadang Daniel dan Hawa yang paling heboh dan bikin pusing.
"Adam kamu antar saja Daniel, biar Hawa sama papa." Ucap Nathan agar menyudahi perdebatan antara adik dan kakak itu.
"Hm.." Adam hanya berdehem, dan kembali menyantap makanannya.
"Yesss..!!" Daniel bersorak riang. 'Pasti mereka tidak akan berani jika kak sudah liat kak adam.' Ucap Daniel dalam hati.
Daniel hanya ingin membungkam teman-temannya yang suka meledeknya.
Mau bagaimana lagi, Ami setiap hari datang ke yayasan dan sekalian mengantar Daniel sekolah, dan hal itu membuat teman-teman Daniel mengoloknya.
"Ish, dasar adik rese." Ucap Hawa kesal.
Ami hanya tersenyum, melihatnya.
"Dah kak Hawa cantik, jangan cemberut." Ucap Daniel yang sudah nangkring di atas motor besar Adam dengan melambaikan tangan mengejek Hawa yang berwajah masam.
"Bodo amat." Kesal Hawa yang menatap Daniel penuh permusuhan.
"Kenapa sih marah-marah, cuma ngak bareng sama Adam saja." Ucap Ami yang muncul dari belakang Hawa.
Ami sudah rapi dengan penampilannya, tidak ketinggalan Nathan yang selalu mengekor dibelakang sang istri.
__ADS_1
"Mama sama papa saja yaa, biar Awa sama pak Husein." Pinta Hawa dengan menyengir.
"Boleh, papa malah senang." Ucap Nathan tanpa keberatan.
"Dih, papa mah maunya nempel mama terus." Ledek Hawa dengan wajah mencibir.
"Kamu tau aja sayang." Ucap Nathan tertawa sambil merangkul pinggang Ami.
Tidak ingin melihat kedua orangtuanya bermesraan, Hawa memilih pergi dan masuk kedalam mobil pak Husein.
"Byy, ihh, ngak malu sama anak sendiri." Ucap Ami.
"Kenapa malu, dilihat banyak orang saja aku tidak malu sayang, apalagi dilihat anak kita. Biarkan saja Hawa pasti sudah pernah digombali go rio-rio."
"Ngak ngaca, dasar Natadecoco." Balas Ami sipek.
Diperjalanan mobil Hawa tiba-tiba berhenti saat sebuah mobil menghadang didepan.
"Kenapa pak?" tanya Hawa yang terkejut, karena tiba-tiba berhenti mendadak.
"Itu non tiba-tiba ada mobil berhenti didepan mendadak."
Hawa menatap mobil yang belum pernah di lihat didepan sana sedang berhenti.
"Non didalam saja tidak usah turun." Ucap pak Husein yang sudah membuka sealbead Nya.
"Hati-hati pak." Ucap Hawa yang sudah merasa was-was melihat seseorang yang baru saja membuka pintu mobil.
'Semoga bukan orang jahat.'
Doa Hawa dalam hati.
.
__ADS_1
Kembang kopi, dan semangatnya jangan lupa sayang 💋