
Setelah pasca operasi yang bunda Raya lakukan, kini wanita itu sudah pulih kembali dan bekerja seperti biasa, beruntung dirinya memiliki putri yang selalu merawatnya ketika sakit, dan menantu yang juga baik. Nathan sering mengunjunginya ketika di rumah sakit, bahkan pria itu mengijinkan Ami untuk menemaninya di rumah sampai sembuh. Dan kini sudah satu bulan bunda raya keluar dari rumah sakit.
Dan dia baru tahu jika Nathan adalah pemilik perusahaan dulu tempat Ami bekerja, itupun setelah dirinya membatu di rumah pak Teguh seperti biasa. Tapi baik pak Teguh ataupun sang istri belum tahu jika Nathan dan Ami adalah pasangan suami istri, dan itu karena Nathan yang memintanya. Hanya satu alasan, tidak ingin ada orang yang memanfaatkan Ami ataupun bunda Raya, meskipun itu jarang terjadi tapi bagi Nathan yang sudah mengetahui dunia luas Ia takut akan terjadi pada Ami.
Nathan mengatakan itu hanya pada bunda Raya, ketika menunggu Ami yang sedang mandi, dan Ami sendiri tidak tahu apa yang sudah Nathan lakukan. Mungkin jika Ami tahu, gadis itu akan menganggap Nathan adalah pelindungaya, pada kenyataannya suami memang harus menjadi pelindung untuk istri dan rumah tangganya.
"Mbak raya, bantu saya masak ya, sore ini adik mas Teguh mau dateng." Ucap Hesti, Istri pak teguh yang baru saja belanja dari warung. Jam masih menunjukkan pukul tiga.
"Boleh Bu, kebetulan saya juga belum ada pekerjaan di rumah." Jawab Raya lalu membantu Hesti meracik sayuran dan juga lauk pauk untuk di olah.
"Nanti kalau sudah selesai mbak bisa bawa pulang juga, saya belinya lumayan banyak jadi nanti mbak gak usah masak lagi." Hesti memang terkadang seperti itu, jika ada rezeki lebih dia membeli banyak bahan masakan dan membaginya pada bunda Raya.
"Makasih Bu." Bunda Raya tersenyum.
"Iya, lagi pula nanti hanya ada adik nya mas Teguh dan juga anaknya, mungkin juga dia akan menginap." Curhat Hesti lagi. "Maklum adiknya duda, jadi kemana-mana santai apalagi anaknya sudah remaja." Tambah Hesti lagi.
Bunda Raya hanya terseyum untuk menanggapi. "Mbak apa mbak Raya belum mau menikah lagi." Hesti melirik Raya, melihat reaksinya, kalau-kalau tersinggung.
Dengan senyum Raya menjawab. "Belum kepikiran Bu."
__ADS_1
Hesti mengehela napas, sudah cukup lama Raya ditinggalkan oleh suaminya tapi Wanita itu belum kepikiran menikah lagi, padahal Raya masih muda dan cantik.
.
.
.
"Kenapa belum keluar juga." Nathan melihat jam yang melingkar di tangannya, sudah jam dua, tapi dirinya tidak melihat gadis yang dia tunggu sejak tadi keluar dari gerbang sekolah.
"Ck." Nathan berdecak, lalu keluar dari mobil mewahnya untuk mencari tahu, dirinya malas keluarpun terpaksa karena masih banyak siswi yang sepertinya sengaja berdiri di depan gerbang sekolah.
"Pak Nathan." Panggil pak kepsek mendekati Nathan. "Anda di sini?" Tanya pak kepsek sambil menjabat tangan Nathan.
"Em, ya saya menunggu_"
"Loh apa bapak tidak tahu." Tanya kepala sekolah membuat Nathan mengernyitkan keningnya, "Tahu apa pak?" Nathan semakin penasaran.
"Saya juga baru tahu kalau Ayana Malika Ifana mendapat skorsing selama satu Minggu karena belum membayar uang semester akhir yang seminggu lagi akan dilakukan." Terang pak kepala sekolah membuat Nathan diam. "Saya baru tahu tadi dari wali kelas Istri anda." Lanjutnya dengan nada pelan karena takut di dengar oleh siswi lain.
__ADS_1
"Mulai kapan dia tidak masuk sekolah?" Tanya Nathan dengan perasaan campur aduk.
"Sudah dua hari."
Nathan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dirinya marah karena Ami tidak memberi tahunya apalagi sudah dua hari gadis itu tidak sekolah dan Ami selalu keluar apartemen setiap pagi menggunakan seragam sekolah. Lalu dimana gadis itu pergi?
Nathan mengendarai mobilnya menuju rumah sederhana yang akhir-akhir lalu sering dia kunjungi dan rumah bunda Raya adalah tempat yang tepat untuk mencari jawaban.
Nathan keluar dari mobil, menatap rumah sederhana itu terlihat sepi, dan tidak melihat adanya sepeda yang sering Ami pakai. "Apa dia juga tidak ada disini." Nathan bergumam dirinya mengetuk pintu tapi tidak ada yang membukanya, hingga ada tetangga yang lewat dan memberi tahu jika bunda Raya masih bekerja di rumah pak Teguh, Nathan meminta alamat pak Teguh yang ternayata tidak jauh dari rumah bunda Raya.
"Nak Nathan." Bunda Raya yang di panggil Hesti saat ada yang mencarinya, melihat Nathan yang sedang duduk di teras rumah pak Teguh. "Ada apa?" Tanya bunda Raya yang bingung melihat Nathan sampai menyusulnya ke rumah pak Teguh.
"Apa selama dua hari ini Ayana tidak kemari?" Tanya Nathan langsung, dirinya sudah mulai gusar mengingat sudah dua hari Ami diskorsing dan yang dia tahu Ami berangkat sekolah.
"Tidak, sudah satu Minggu Ami tidak kemari."
Nathan memejamkan kedua matanya. "Ada apa nak, apa Ami melakukan sesuatu?" Tanya bunda Raya kahawatir.
"Tidak_"
__ADS_1