My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Kelicikan Mario untuk Hawa


__ADS_3

Livia menangis terisak dengan tubuh yang mengenaskan, bagaimana tidak jika dirinya di perlakukan kasar dan tindak kekerasan disekujur tubuhnya, bukan hanya fisik tapi Mike juga melukai hatinya. Mike memperlakukannya seperti binat*ang, Mike yang kasar seperti orang kesetanan saat dirinya melayani diatas ranjang.


Sungguh nasib Livia begitu malang.


"Ibu.." Livia menangis terdengar memilukan jika saja ada orang yang mendengarnya, ingin rasanya Livia menyusul sang ibu yang sudah lebih dulu pergi, kini hidupnya sudah tak berarti lagi. Livia hancur dan itu karena kesalahannya.


Sedangkan Mike, pria itu melampiaskan semua amarahnya kepada Livia, tidak perduli jika Livia adalah seorang wanita yang juga mempunyai hati dan perasaan. Dan sekarang setelah puas memakai Livia Mike pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.


"Mike dari mana kamu." Julio menatap tajam putranya yang baru saja masuk rumah.


Mike menatap papanya sebentar, tanpa membalas pria itu berlalu masuk kedalam kamar.


"Sialan!!" kesal Julio memijit keningnya frustasi.


Bagaimana tidak frustasi jika perjodohannya batal maka dirinya tidak akan memiliki kesempatan untuk membuat perusahaannya semakin kuat, dan sekarang perusahaan mulai ada kendala, Julio berharap pernikahan Mike dan Hawa mampu menyetabilkan perusahaanya karena pasti Adhitama Grub akan menjadi temeng untuk disegani para kompetitor yang sedang menginginkan perusahaanya bangkrut.


"Mike kau akan menghancurkan keluargamu sendiri." Gumam Julio yang sudah frustrasi.


Perusahaan memang sedang tidak baik-baik saja, Julio begitu ingin keduanya menikah agar Adhitama Grub mau membantu perusahaan untuk menggelontorkan dana besar, tapi jika seperti ini dirinya yakin Nathan tidak akan mau.


.


.


Ditempat yang berbeda Mario sedang duduk dengan seorang pria didepanya, pria itu nampak serius menatap lebar kertas yang Mario berikan.


"Kenapa tidak kamu saja yang membatunya?" Kesal Nathan pada pemuda yang begitu dirinya tidak suka.


"Om kan sahabatnya pasti Om bisa membantunya." Ucap Mario lagi.

__ADS_1


"Cih, kau sebagai anak tidak mau balas budi." Sindir Nathan pedas.


Mario nampak pura-pura berpikir. "Jika aku membantunya apa keuntungan untuk ku." Ucap Mario terseyum dalam hati.


Nathan menatap lekat wajah pria didepanya ini, sayangnya dia mengakui jika Mario memang tampan untuk ukuran pria yang melihat, pantas saja putrinya seperti cacing kepanasan jika dekat dengannya.


"Kau itu selalu meminta imbalan, apa jangan-jangan kau menggunakan_"


"Jangan berpikiran negatif, saya suka jika hasil kerja keras saya mendapatkan suatu imbalan." Potong Mario cepat.


Nathan mengehela napas, otaknya mulai berpikir imbalan apa yang akan dia berikan.


"Baiklah, jika dalam satu bulan kau bisa membuat perusahaan Julio kembali normal, maka kau bisa_"


"Melamar Hawa saat itu juga." Potong Mario lebih dulu.


Nathan mendelik tajam, "Ayolah Om, ini pekerjaan berat bayangkan saja dalam satu bulan aku harus mengembalikan perusahaan papa Julio yang hampir koleb." Ucap Mario dengan mimik wajah serius. "Saya tidak punya jin yang bisa menghilangkan tiga permintaan, tapi yang pasti saya akan berusaha demi bisa mendapatkan gadis yang saya cintai."


"Bagaimana? Itung-itung ujian untuk mendapatkan putri Om." Ucap Mario dengan serius, dalam hati dirinya sudah bersorak riang karena Nathan sudah masuk dalam perangkap menuju halallin dedek emes.


"Ck, Kau selalu memanfaatkan kesempatan dalam segala hal." Dengus Nathan sangat kesal dengan otak licik Mario. Tapi dirinya salut dan juga bangga memiliki calon mantu seperti Mario, Nathan bisa melihat jiwa mudanya dulu yang tidak gampang menyerah, dan mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya.


.


.


"Lika apa kamu kenal pria itu." Tanya Sasa Sahabat Hawa disekolah.


Hawa menoleh pada seseorang yang Sasa tunjuk, semua murid sedang mengikuti upacara pagi dilapangkan sekolah.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba suara sedikit gaduh mulai terdengar saat seorang pria berjalan di koridor sekolah dengan banyak menyita pasang mata para siswi.


Hawa menajamkan penglihatannya, sayangnya saat Hawa melihat, hanya terlihat punggung pria itu.


"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Hawa pada Sasa.


"Katanya hari ini sekolah sedang kedatangan tamu, dari bidang telekomunikasi atau IT, karena beliau tinggal diluar negeri dan sekarang berada di Indonesia jadi sekolah mengundang beliau untuk berbagi pengalaman pada siswa disini, beliau juga rekan kepala sekolah." Tutur Sasa ratu gosip yang akurat dan terpercaya.


Hawa hanya manggut-manggut. "Hebat juga sih." ucapnya yang diangguki Sasa.


"Katanya sih masih muda dan hemm handsome sohot." Sasa memperagakan gemas dengan kedua tangannya.


"Kamu kambing dibedakin juga bilangannya handsome." Ledek Hawa membuat keduanya cekikikan.


Setelah upacara selesai semua murid dikumpulkan di aula, mereka akan mengikuti seminar khusus hari ini.


"Nah anak-anak, semua dikumpulkan disini, karena hari ini ada kesempatan ataupun keberuntungan sekolah kita kedatangan seorang pengusaha muda yang sukses dengan karir yang dia bangun sendiri. Maka dari itu bapak meminta beliau untuk berbagi pengalaman dan ilmu untuk kalian semua agar bisa menambah wawasan kalian untuk menjadi sukses dimasa depan." Ucap kepala sekolah yang berdiri di podium depan.


Dibelakang kepala sekolah sudah ada layar proyektor untuk mempermudah mereka semua untuk bisa melihatnya.


"Baiklah, beliau ini masih muda tapi berbakat dalam bidang telekomunikasi dan IT, beliau sudah mendirikan perusahaan di Swiss dan hebatnya berkembang pesat, maka dari itu bapak panggilkan saja orangnya_"


"Swiss.." Gumam Hawa yang duduk disebelah Sasa.


"OMG, Lika pangeran dunia halu hadir dunia nyata." Ucap Sasa yang melihat seorang pria tanpa dan juga mempesona masuk kedalam aula.


Semua murid nampak bersorak, Hawa yang tadi masih dengan pikirnya kini mendongak, dan betapa terkejutnya dirinya melihat seorang pria yang berdiri didepan dengan senyum tampan yang biasa dia lihat.


"Om Mario."

__ADS_1


Mario melambaikan tangan dengan tatapan lurus pada satu gadis yang dia tuju, senyum yang Mario beri untuk satu tujuan, tapi semua menikmati senyum tampan seorang Mario Maurer.


__ADS_2