
Setelah tiga jam perjalanan mengudara. Nathan dan Ami langsung pulang ke apartemen rencananya nanti sore mereka akan datang kerumah Mama Indira karena beliau sudah menyiapkan makan malam bersama.
Sepanjang perjalanan udara Ami masih saja tidur, hingga sampai di bandara Ami baru membuka mata setelah Nathan membangunkannya.
"By, lapar." Keluh Ami memeluk Nathan yang berdiri di depan lemari pendingin.
Mereka baru saja sampai di apartemen sepuluh menit yang lalu.
Nathan membalikkan tubuhnya menangkup wajah istrinya. "Mau makan apa hm."
Ami nampak berpikir, kedua tangannya melingkar di pinggang sang suami.
"Masi goreng buatan Hubby." Ucapnya tersenyum manis.
"Nasinya belum matang sayang." Nathan memang baru saja menanak nasi dan belum ada lima menit.
"Yang lain saja, spaghetti, stik." Tawar Nathan membuat Ami geleng kepala.
"Ngak mau," Jawabanya cemberut.
"Pesan saja kalau begitu." Usul Nathan.
"No, aku ingin minum es kelapa muda saja."
Nathan mengerutkan keningnya. "Es kelapa muda?"
Ami mengaguk, "Ayo kita beli." Ucapnya girang.
__ADS_1
Nathan garuk kepala, pada akhirnya mengikuti kemauan sang Istri.
.
.
"Ndo, dengerin aku dulu."
Brak
Ando menendang kursi yang ada didepannya, sampainya di apartemen, tak lama Mira juga sampai di sana. Ternayata wanita itu juga ikut pulang ke Jakarta dengan pesawat komersil, setelah kepergok Ando disebuah hotel yang juga tempat Ando menginap.
"Ck, mau apa lagi. Mau serahin diri ke gue." Sinis Ando dengan perkataan yang berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya Ando pakai aku kamu, dan sekarang pria itu seperti memanggil orang asing.
"Lu tau, gue bekerja ngumpulin uang agar bisa penuhin keringanan lu, dan semua apa? lu main dibelakang gue hanya karena dia lebih kaya.!!" Bentak Ando dengan menatap tajam wanita didepanya yang sudah menangis.
Mira kekasih Ando selama dua tahun, dan selama itu Ando tidak berani berbuat lebih pada kekasihnya, karena prinsipnya tidak akan merusak wanita yang akan menjadi halal baginya, dan ternayata dirinya yang sudah dibodohi dengan wajah polos Mira yang dibelakang main serong.
Kehidupan Mira yang sebelumnya hanya gadis biasa dan setelah mengenal Ando wanita itu bekerja sebagai sekertaris di perusahaan yang cukup besar dibawah Adhitama itu juga campur tangan Ando yang memberikan pekerjaan. Jika Mira bekerja maka kehidupan gadis itu akan lebih baik, dan sekarang Mira malah membuat Ando kecewa.
Ando memang bukan dari kelaurga kaya, tapi dirinya bisa menjadi pria mapan meskipun hanya sebagai asisten pribadi Nathan Adhitama.
Pria seperti Ando memang bukan pria baik seperti Nathan. Ando memang suka bermain wanita tapi dengan wanita panggilan yang memang menyewakan jasanya untuk mendapatkan uang. Dan Ando rela menahan hasratnya pada Mira tapi wanita itu malah membuatnya kecewa sangat.
.
.
__ADS_1
Sore hari Nathan baru saja membersihkan diri. menuruti permintaan Istrinya membuat Nathan hanya bisa menghela napas.
Selain es kelapa Ami meminta Nathan untuk mengantarnya di pinggiran kota, dengan membawa banyak makanan, istrinya bilang dia rindu anak didiknya.
Setelah itu, Ami meminta Nathan untuk mengantarnya kewarung bakso yang sering dia beli dengan Olive.
Dan sekarang Nathan melihat istri kecilnya terlelap di atas ranjang dengan nyaman.
"Seharian ini kamu lebih banyak tidur." Ucap Nathan yang berdiri disamping Ami berbaring, tangan Nathan mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
Ingin membangunkan Nathan merasa kasihan tidak dibangunkan hari semakin sore.
"Sayang.." Nathan mengusap rambut istrinya. "Bangun sudah sore." Ucapnya mencium pipi Ami. Nathan memainkan bibirnya untuk memberi kecupan-kecupan lembut di seluruh wajah sang Istri agar terbangun.
Merasakan sedikit geli di area wajah, Ami bergerak gelisah. "By.. minggir."
Bugh
Ami mendorong kuat dada Nathan membuat Nathan terjengkang ke belakang karena tidak siap.
"Sial..!!" Nathan meringis ketika boko*ngnya kembali mencium lantai.
Ami yang mendengar suara Nathan mengumpat membuka mata.
"Loh by, kamu ngapain duduk dibawah kayak gitu?" Tanya Ami dengan heran.
Nathan menatap kesal istrinya. "Sial..!! mimpi apa gue selalu sial..! dasar tukang tidur.!!"
__ADS_1