My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Pagi yang manis


__ADS_3

Pagi hari Ami bangun labih dulu, beranjak dari atas ranjang, Ami melihat Nathan yang masih terlelap.


"Sepetinya kamu memang kecapean By." Ucap Ami mengelus pipi suaminya lembut.


Semalam setelah keluar dari kamar mandi Nathan langsung merebahkan diri disampingnya, memeluk perutnya ketika Ami masih duduk seperti semula, jika biasanya pria itu akan meminta jatah malam tadi Nathan benar-benar lelah dan terlelap lebih dulu.


Ami berjalan keluar kamar dia akan membuatkan sarapan untuk suaminya agar kambali semangat pagi ini, entahlah padahal Nathan tidak melakukan apapun tapi seperti habis melakukan kerja rodi, berbeda ketika pria itu bekerja keras diatas ranjang malah tidak pernah merasa lelah.


Sarapan pagi hanya menu simpel yang pasti bergizi.


Hampir tiga puluh menit Ami berkutat di dapur, gadis itu dengan riang menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.


"Hu-um, baunya harum." Ami membawa nampan yang sudah berisi makanan yang dia buat lengkap dengan kopi hitam kesukaan suaminya.


Berjalan menuju kamar bibir Ami menyunggingkan senyum.


Ceklek


Melihat kedalam, ternayata Nathan masih berada dibawah selimut tebal, pria itu masih terlelap.


"Tumben banget sih." Gumam Ami yang menaruh nampan makanannya di meja nakas kecil sebelah ranjang, dirinya mendudukkan tubuhnya di samping kepala suaminya, mengelus kening Nathan suhu tubuhnya normal.


"Ngak panas." Gumamnya merasa lega.


Mengambil secangkir kopi yang masih mengepulkan uap panas, Ami menaruh gelas itu di depan hidung Nathan.

__ADS_1


"Bangun By." Ami terseyum ketika hidung Nathan bereaksi mengendus-endus, kopi yang dia buat, dan ketika mata Nathan mulai terbuka Ami menjauhkannya dan menaruh kembali.


"Engh, morning sayang." Nathan terseyum dengan mata setengah terpejam.


"Sudah hampir siang By." Bohong Ami sengaja.


"Emh, masih ngantuk, mungkin tadi hanya mimpi hidungku mencium bau aroma kopi." Nathan Kembali mengendus mencari aroma kopi yang begitu menyegarkan.


"Mau kopi?" Tawar Ami yang langsung mendapat anggukan dari Nathan. " Duduk gih." Titahnya agar Nathan mau bangun.


Dengan berat hati pria yang hari ini menjadi pemalas itu bangun. "Mau kopi susu." Tangannya meremas dada Istrinya dari balik gaun tidur malam yang Ami pakai.


"Byy, ish. jangan mesum." Kesal Ami kerena ulah suaminya yang tiba-tiba.


Nathan mengembangkan senyumnya, tiba-tiba hatinya berbunga. "Sepertinya lezat sayang, aku lapar." Nathan menelan ludahnya kasar, tiba-tiba saja perutnya menjadi lapar.



Menu yang Ami buat, khusus hubby🥰


"Tentu saja lezat, membuatnya penuh dengan cinta." Lagi-lagi Nathan tertawa.


"Maksih sayang." Kecupan kening, pipi dan terakhir melumatt bibir tipis Ami sebentar.


"Cobain By." Ami menyodorkan sendok kecil untuk Nathan, dan pria itu dengan senang hati menerimanya. Mencoba menu baru yang istrinya buat Nathan sangat antusias.

__ADS_1


"Emmm.." Nathan mengubahnya perlahan dengan menatap wajah istrinya yang menunggu reaksinya.


"Bagiamana enak?" Tanya Ami yang sudah penasaran. Gadis itu ingin meraih sendok yang Nathan pengang tapi Nathan menghindar. "Biar aku suapi." Nathan kembali memotong dengan sendok, Ami senang mulutnya sudah terbuka untuk menerima suapan.


"Byyyy." Ami merengek ketika Nathan bukan menyuapinya tapi malah dia sendiri yang memakanya.


Perlahan Nathan memajukan wajahnya, dan tangannya menarik tengkuk Ami.


"Emph." Ami membuka mulutnya, ketika Nathan ingin melesakkan sesuatu dari dalam mulutnya, dan ternayata makanan yang tadi masuk ke mulut Nathan kini pindah ke dalam mulut Ami.


Em


Ibu jari Nathan mengusap bibir bawah Ami yang basah. "Enak." Ucap Nathan dengan senyum, Ami mengunyah dan menelannya.


"By, kamu belajar dari mana." Ami menatap Nathan dengan serius, dirinya baru merasakan pertama kali makan sesuatu dari mulut ke mulut.


Nathan tertawa den kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya lagi.


"Tidak perlu belajar, dan hanya perlu prakteknya." Nathan kembali menempelkan bibirnya, kembali menyuapi istrinya dengan mulutnya.


Kali ini Nathan cukup lama menyatukan bibir keduanya, bahkan Nathan menyesap bibir Ami atas bawah secara bergantian.


Cukup lama mereka sarapan pagi plus-plus, dan kini waktu cepat berlalu hingga mereka harus kembali keaktifitas biasa. Mereka meninggalkan kegiatan manis dipagi ini.


__ADS_1


__ADS_2