My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Untung bocil


__ADS_3

"Mama..." Hawa berlari dengan kecepatan penuh saat melihat Mamanya sedang berdiri didepan teras bangunan yang luas itu.


Bahkan kendaraan Mike baru saja berhenti dan mesin motornya saja belum dimatikan, tapi gadis kecil seperti kelinci itu sudah berlari dengan tidak sabaran.


Bugh


"Huwaaaa Mama Awa jatuh." Karena berlari kencang Hawa sampai terserimpet kakinya sendiri, membuatnya langsung jatuh tersungkur di atas paping.


"Ya ampun Hawa!" Ami yang melihat putrinya tersungkur langsung berlari dengan jarak yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Huwaa kaki Awa berdarah-darah Mama, hiks..hiks.." Air mata berlinang membasahi pipinya, bahkan hidungnya sudah memerah.


"Sudah jangan cengeng, malu dilihat orang." Ucap Ami mencoba menenangkan dengan mengelus punggung dan meniup lutut putrinya yang memar dan mengeluarkan darah.


Mike yang berdiri dibelakang Hawa hanya geleng kepala.


"Kelinci nakal." Gumamnya maju satu langkah dan langsung mengendong Hawa ala bridal, bukanya seperti mengendong seorang gadis. Mike malah merasa mengendong bayi besar.


"Tolong bawa dia masuk kedalam." Ucap Ami sambil menunjukan ruangan pribadi keluarganya jika berkunjung.


"Mama, kakak kenapa?" tanya anak laki-laki berusia kurang dari tujuh tahun itu, Kerena tiga bulan lagi adalah hari ulang tahunnya yang ke tujuh.


"Kakakmu jatuh Niel." Jawab Ami sambil menata bantal sofa untuk Hawa duduk.


Ami bergegas masuk kedalam untuk mengambil kotak P3K.


"Huhuhuuu kenapa rasanya sakit, melebihi rasa sakit hatiku karena Kim Taeyeong memilih dia." Hawa menangis sesenggukan, menatap kedua lututnya yang berdarah.


Mike berdecak, ingin tertawa tapi juga kesal mendengar ucapan gadis kecil didepanya ini.

__ADS_1


"Sini." Mike sedikit menarik kaki Hawa agar mendekat, kepalanya sedikit maju untuk meniup luka dilutut Hawa.


Melihat perlakuan Mike pada putrinya membuat Ami terseyum.


"Mama kenapa melamun." Tanya Daniel yang berdiri dibelakang Mamanya.


Daniel Mananta Adhitama adalah putra ketiga Nathan yang berusia tujuh tahun kurang.


Keduanya memutuskan untuk memberikan Adam dan Hawa seorang adik, dan setelah Adam dan Hawa merayakan ulang tahun yang ke enam, tepatnya satu bulan setelah pesta ulang tahun anak dari Julio itu Ami mengumumkan jika dirinya tengah berbadan dua, tentu saja hal tersebut membuat Nathan bahagia bukan kepalang. Karena dirinya memang ingin memiliki anak lebih dari dua dan mereka mendapatkan Daniel saat kedua anaknya berusia enam tahun, begitupun Ami yang hari ulang tahunnya sama dengan kedua anaknya Adam dan Hawa.


"Ah, tidak Mama mau memberikan ini sama kakak mu." Ami tersenyum pada putra bungsunya itu, dan berjalan mendekati kedua remaja yang sedang saling berhadapan.


"Biar saya obati saja Tante." Ucap Mike meminta kontak obat yang Ami pengang.


"Baiklah, Tante bikinkan minum dulu untuk kalian." Ami mengelus kepala putrinya yang masih sesenggukan.


Hawa yang menangis tapi wajah gadis itu malah semakin lucu dilihatnya.


"Lika sakit!" Mike memekik ketika rambutnya dijambak Hawa dengan kuat. reflek karena kesakitan tanpa sadar Hawa menarik rambut Mike sebagai pelampiasan.


Mike meringis sambil menutup luka Hawa menggunakan perban, karena Hawa belum melepaskan jambakan dirambutnya membuat Mike kesal tapi juga tidak tega.


fyuhhhhh


Hawa menghembuskan napas lega ketika melihat kedua lututnya sudah diperban.


Kedua pipinya mengembung membuat wajah Hawa begitu menggemaskan dimata Mike.


"Makasih kak Mikey." Ucap Hawa dengan wajah dibuat selucu mungkin, dirinya sadar jika tadi sudah menyakiti pemuda didepanya dengan menjambak rambut pria itu.

__ADS_1


Mata Mike memincing. "Ulangi lagi?" Ucap Mike menatap wajah Hawa seperti ingin menelannya hidup-hidup.


Hawa yang ditatap tajam Mike malah meringis.


"Mikey mouse, Mouse Mikey." Cicit Hawa dengan menampilkan giginya yang putih.


Pletak


"Auwss, sakit kak." Hawa mengusap keningnya yang disentil oleh Mike.


"Berucap yang benar, sebelum aku ajari kamu caranya berucap." Mike memajukan wajahnya membuat Hawa reflek memundurkan kepalannya.


Mata bulat Hawa berkedip pelan, bibir mengatup rapat dengan napas yang berhenti sejenak.


Fyuhh


Hawa memejamkan matanya, ketika Mike meniup wajahnya.


"Untung bocil, kalau bukan habis lu." Gumam Mike dengan mengusapkan wajahnya kasar.


.


.


Baru Up, seharian author harus revisi bab yang ada rate Merahnya 😩


Jujur sayang sih sebenarnya kalau direvisi, karena bab rate merah itu penyemangat reader yang baca bikin panas dingin 🤣


Tapi Yasudahlah, editor meminta untuk di Revisi, dan yahh akhirnya author revisi bab yang terlalu fulgar menjadi yang lurus-lurus aja🤣🤣

__ADS_1


Doain author semoga Karya Author "My Husband Om-Om" Membuahkan hasil 🤲


__ADS_2