
Bugh
Bugh
Bugh
"Kak Mike sudah!" Hawa berteriak saat Mike memukul pria yang sudah babak belur dibawah tubuh Mike.
"Sialan! pergi!" Mike yang emosi kembali mendaratkan pukulan di wajah pria itu sebelum melepasnya untuk pergi.
Dua teman pria itu langsung membantu temannya yang sudah babak belur untuk pergi dari tempat kejadian.
Hawa mengusap air matanya yang mengalir, gadis itu sudah ketakutan dengan apa yang dilakukan Mike pada siswa yang hanya berbicara menggodanya saat dihalte.
"Ayo pulang!" Tanpa rasa peduli Mike menarik tangan Hawa untuk masuk ke dalam mobilnya. Hawa yang masih ketakutan hanya diam meksipun tangannya terasa sakit akibat tarikan tangan Mike.
Mike mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Hawa yang ketakutan berpegangan erat pada sealbead yang dipakainya.
Mike yang masih emosi tidak perduli dengan Hawa yang ketakutan, pria itu marah lantaran Hawa hanya diam saja saat digoda oleh beberapa siswa yang sengaja menggoda tunanganya itu.
__ADS_1
Ya, kini Hawa sudah masuk sekolah menengah atas, gadis itu sudah duduk di bangku kelas sepuluh enam bulan yang lalu, dan kini Hawa seperti sebelumnya menjadi primadona dan incaran banyak pria sekolah. Parasnya yang semakin cantik membuat para siswa menganggumi sosok Hawa apalagi Hawa tipe gadis humble oleh karena itu banyak yang menyukai Hawa.
"Sial.."
Hawa tersentak saat Mike memukul setir kemudinya dengan mengumpat.
Ciittt
Mobil Mike tiba-tiba berhenti mendadak membuat tubuh Hawa sampai terhuyung kedepan.
"Dengar." Mike menatap Hawa yang masih mengatur napasnya yang memburu. "Jika aku melihatmu seperti tadi, maka bukan hanya mereka yang akan aku bikin babak belur, tapi_" Mike menatap tajam Hawa dengan emosi.
"Jika bukan karena janji papa, aku tidak sudi menerima perjodohan ini." Ucap Mike dengan penuh penekanan.
Satu minggu yang lalu keduanya bertunangan atas permintaan kedua orang tua Mike.
Sebenernya Hawa sudah diberi pilihan oleh kedua orangtuanya agar dirinya memikirkan matang-matang pertunangan ini.
Tapi Hawa mengingat saat dimana Vania terbaring tak berdaya saat dirumah sakit karena kecelakaan waktu itu, dan meminta agar Hawa mau menerima Mike sebagai jodohnya. Hawa yang tidak tega dan merasa kasihan tanpa pikir panjang Hawa langsung berjanji saat detik terakhir Vania akan masuk keruang operasi.
__ADS_1
Dan setelah semuanya membaik pertunangan itu berlangsung satu Minggu yang lalu.
"Cih, kamu itu tidak memiliki kelebihan hanya saja keberuntungan terklahir dari keluarga kaya raya." Ucap Mike lagi yang mampu membuat hati Hawa tergores luka.
"Kenapa kak Mike tidak menolak jika memang tidak menginginkan_"
"Sudah aku katakan, jika ini semua karena janji papa yang akan memberikan perusahaan kepadaku dan tidak pada Mario sialan!"
Deg
Jantung Hawa langsung berdegup kencang, tiba-tiba dadanya terasa sesak saat mendengar satu nama yang selalu membuatnya bertanya, dimana pria yang bernama Mario tiga tahun lalu.
"M-mario." Gumam Hawa, dengan satu tetes air mata yang jatuh.
Mike yang sudah mengeluarkan kekesalnya, kembali menjalankan mobilnya mengantarkan Hawa pulang.
Mike yang sudah menjadi mahasiswa mendapat tanggung jawab dari papanya, yaitu membantu mengurus perusahaan keluarga, tapi Mike masih dibawah tangan Julio. Dan setelah menikah dengan Hawa nanti, Mike akan mendapatkan perusahaan itu seutuhnya.
Hawa menuduk dengan perasaan sedih, ternyata Mike yang dulu baik meskipun ketus kini berubah menjadi pria tempramen seiring berjalannya waktu, meskipun Hawa tidak mendapatkan kekerasan, tapi perkataan Mike selalu menyakiti hatinya.
__ADS_1