My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Kakek Sugiono


__ADS_3

Pagi menjelang siang Ami menunggu Olive di halte dekat sekolah, mereka janjian untuk bertemu dan pergi bersama.


Sekolah memang sepi, hanya saja ada yang masuk untuk meneyelsaikan urusan mereka, dan akhir pekan mereka akan masuk untuk menerima raport kenaikan kelas.


Meskipun bukan murid berprestasi setidaknya dirinya tidak akan tinggal kelas, karena Ami masih masuk sepuluh besar.


Menatap lurus kedepan, Ami tidak tahu harus bagiamana, apakah harus berhenti bekerja seperti yang Nathan katakan. Tapi setelah pulang sekolah dirinya yang biasa sibuk tidak tahu harus melakukan apa.


Bingung? itulah yang Ami rasakan.


Minta pekerjaan sama Mama Indira? rasanya juga tidak mungkin.


"Mi.." Olive berlari kecil untuk mendekati sahabatnya, Ami terseyum dan melambaikan tangan.


"Gas,, mumpung belum siang." Ami berdiri, mereka akan pergi ke toko buku, rencananya Ami akan mendatangkan rumah kumuh waktu itu di hari libur, dia dan Olive akan membantu anak-anak disana untuk mengenal belajar. Dan Ami akan meminta ijin Nathan nanti setelah mereka baikan.


Mungkin Ami memang harus berhenti dari cafe, dia juga berpikir untuk menjaga hati Nathan untuk sekarang, karena hubungan mereka sudah jelas, dan Ami tidak mau hanya karena salah paham dengan kak Zian lagi Nathan akan marah.


"Kita naik taksi." Ucap Olive yang melihat taksi online berhenti didepan mereka.


"Ya, sesekali jangan naik angkot terus." Ami tertawa, padahal dia sendiri yang sering naik angkot, kalau Olive kan punya mobil meskipun mobil sejuta umat.


"Wiiihhh, ada kemajuan nih kayaknya istri pak CEO." Olive tersenyum senang, kalau melihat sahabatnya bahagia, apalagi Olive melihat pemandangan yang mengganggu matanya.


"Ssttt, anak kecil gak boleh tau." Ucap Ami dengan menaruh jari telunjuk di bibir.


Keduanya sudah duduk dikursi penumpang. Mobil berjalan sesuai petunjuk dari Ami.


"Gimana? udah pernah di unboxing belum?" Bisik Olive ditelinga Ami, membuat Ami melotot.


"Ish, jangan bahas kaya gituan, pamali kamu belum nikah." Ami menyenggol bahu Olive, membuat Olive sedikit terhuyung.


Bukanya marah, Olive malah ketawa.


"Jangan lupa, bagi-bagi rasa ya kalau udah." Lagi-lagi Olive cekikan.

__ADS_1


Membuat sopir didepan melirik mereka dari kaca spion.


"Sstt beringsik." Ami mendelik, merasa tidak enak dengan obrolan absyur mereka di dengar pak supir.


Bukannya diam Olive semakin gencar menggoda Ami, keduanya malah ribut di dalam mobil, dengan obrolan yang tidak jelas.


Setelah tiga puluh menit taksi yang mengantar mereka sampai di toko buku yang mereka datangi, Ami segera membayar dan turun dari taksi begitupun Olive.


Keduanya masuk ke toko buku besar di pusat kota, mencari keperluan yang mereka butuhkan.


Di kantor Adhitama, Nathan yang baru saja keluar dari ruang metting langsung mengecek ponselnya. Melihat letak posisi gadisnya dimana.


Karena bukan tanpa alasan Nathan melarang Ami untuk bekerja. Status Ami sebagai istrinya tidak di ketahui publik ataupun orang lain, dan Nathan tidak akan mempermasalahkan Ami bekerja dimana pun, selain Cafe tempat Ami sekarang bekerja. Karena Nathan tahu jika pria pemilik cafe itu juga teman sekolah Istrinya, dan Nathan bukan pria bodoh yang tidak bisa melihat jika pria itu menyukai Istrinya.


Nathan melihat titik merah yang berada di ponselnya, dan menunjukan jalan serta tempat yang Istrinya kunjungi.


Bibirnya sedikit tertarik ke atas, karena gadis itu tidak jadi mengunjungi cafe itu.


Segera menekan nomor sang Istri untuk menghubungi.


"Bentar Ol."


Olive hanya mengangguk.


"Halo Om.."


"Kamu Dimana?" Tanya suara datar diseberang sana.


"Di toko buku, maaf belum sempat ijin." Ucap Ami sedikit meringis kalau-kalau pria dingin itu marah.


"Sama siapa..?"


Tak lama panggilan telpon itu berubah menjadi panggilan Vidio ketika Ami menerima notif panggilan dari Nathan.


Wajah tampan Nathan memenuhi layar ponsel Ami, membuat Ami sedikit memiringkan wajahnya untuk menghindari bibirnya yang ingin terseyum.

__ADS_1


"Sama Olive.." Ami mengarahkan kameranya pada Olive yang sedang memilih buku bacaan.


"Hm," Hening, Nathan mengamati wajah gadis yang sejak tadi menghindarinya. "Datanglah ke kantor jika sudah selesai."


Setelah itu sambungan telepon terputus, Ami bernapas lega.


"Dari suami ganteng."


Ami berjingkat kaget. "Ish, kamu ngagetin aja di Ol." Ami mengusap dada.


"Gitu aja sampe tegang, giliran di ***-***, nagih." Lagi-lagi Olive menggoda Ami dengan sindiran, bukan tanpa alasan Olive menggoda sahabatnya.


"Kamu udah kebanyakan nonton Vidio kakek Sugiono deh kayaknya." Ami menatap Olive memincing.


"Dih, aku cuma cuma melihat lah kamu sudah praktek." Ucap Olive menatap leher Ami yang ada bekas tanda merah keunguan, bukan hanya satu tapi_


"Maksud kamu apa?" Ami yang ditatap seperti itu mengusap lehernya menggunakan tangan.


"Sini ponsel kamu." Ami meraih ponsel Ami, dan membuka kamera untuk memotret apa yang dia lihat.


Cekrek


"Nih, hasil unboxing cucu Sugiono."


Ami menatap foto yang Olive dapatkan dan_


"Om, Mesum sialan..!!"


.


.


Gaess sejak pagi NT eror, jadi baru bisa up👍


Jangan lupa... tinggalin jejak😘

__ADS_1


__ADS_2