My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Seorang Mario Maurer


__ADS_3

Pertemuan yang membuat kedua keluarga mengharu biru lantaran gadis cantik yang masih memiliki usia remaja menerima lamaran pria yang usianya selisih 7 tahun darinya.


Tapi perbedaan jarak usia mereka membuat keduanya terlihat begitu cocok dan serasi, bagaimana tidak jika gadis cantik Putri satu-satunya dari keluarga Adhitama dan Mario Maurer, anak pertama dan satu-satunya dari keluarga Maurer yang ternyata bukan sembarang keluarga di negara Swiss.


Mario tentu saja merasa senang dan lega penantiannya selama sepuluh tahun ini terbayar sudah, dimana gadis yang dia cintai menerima dirinya, begitupun dengan keluarganya meksipun bagi Mario calon mertuanya yang banyak drama, terutama Nathan.


Tapi semua itu berhasil Mario lewati demi sang pujaan hati.


Hari ini Mario kembali datang kerumah Adhitama untuk menjemput Hawa.


Mereka sudah sepakat untuk memberi tahu keluarga Julio.


Bahkan kini kedua orang tua mereka juga akan menemui Julio, terutama Marvin.


"Om.."


Mario yang berdiri didepan kaca besar dirumah Nathan menoleh saat suara yang sangat dia kenali memanggilnya.


Mario tersenyum. Senyum khas yang dia tampilkan untuk sang pujaan hati.

__ADS_1


.



"Sudah siap." Tanya Mario berjalan sambil mendekati Hawa.


"Hu'um." Hawa menatap lekat penampilan Mario dengan penuh kekaguman, bagaimana bisa Tuhan menciptakan pria seperti Mario yang berdiri didepannya ini. Jika saja teman-temanya disekolah tahu, pasti semua akan heboh.


"Kenapa hm." Mario mengusap kepala Hawa lembut saat gadis itu hanya diam dengan tatapannya yang tidak berkedip.


"Om, ganteng Awa suka." Cicit Hawa sambil tersenyum malu, wajahnya sudah memerah rasa malunya.


Mario membuang wajah dengan senyum, jantungnya berdebar kencang hanya mendengar kalimat sederhana tapi mampu membuat hatinya meleleh.


Gadis seperti Hawa inilah, yang mampu membuat dada pria berdebar, sifat dan perkataannya yang polos membuat kaum pria terkadang merasa salting sendiri.


"Sudah ayo, Daddy dan papamu sudah menunggu." Ucap Mario yang langsung menggandeng tangan Hawa.


"Ok, aku takut." Ucap Hawa yang sudah duduk didalam mobil yang dikendarai Mario.

__ADS_1


Mario menoleh sebentar dan mengerti akan ucapan Hawa barusan.


"Tidak akan terjadi apa-apa, percayalah." Mario tersenyum, dan menggenggam tangan Hawa, untuk menyalurkan rasa tenang agar Hawa tidak terlihat begitu panik.


Sedangkan di restoran mewah yang sengaja Marvin boking untuk pertemuan tiga keluarga besar kini suasananya sedikit tegang.


Setelah mereka dikejutkan dengan identitas asli Mario. Kini mereka kambali dikejutkan dengan hubungan Hawa dan Mario, bahkan mereka sudah sepakat akan melangsungkan acara resmi untuk keduanya satu bulan mendatang.


Vania sampai tidak bisa menahan rasa keterkejutannya, hingga rasanya ingin pingsan.


Sedangkan Julio hanya bisa diam dengan segala pikiran yang dia pikirkan.


Tidak hanya mereka, Mike yang juga hadir mengepalkan kedua tangannya kuat, diam-diam seperti ini ulah Mario yang tidak tahu diri sudah ditolong.


Lagi-lagi rasa tidak suka dan benci kepada Mario semakin bertambah.


"Maaf Julio, ini semua diluar kuasaku. Aku tidak bisa membalikkan hati seseorang, dan kamu tahu jika aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan putriku." Ucap Nathan dengan tatapan rasa bersalah.


Tapi dia juga tidak ingin melihat putrinya jatuh ke pelukan pria yang tidak bertanggung jawab dan brengsekk.

__ADS_1


Meskipun dirinya dulu mungkin juga bukan pria baik, tapi setidaknya Nathan bisa menjamin kehidupan putrinya dengan penuh kebahagiaan.


Ami hanya diam dan menatap Vania yang masih syok dalam pelukan suaminya, meskipun merasa kasihan dan tidak tega, tapi Ami juga tidak ingin putrinya tidak bahagia.


__ADS_2