My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Didalam mobil


__ADS_3

Hembusan napas panjang keluar dari bibir Hawa. Tangan kecilnya membuka pintu mobil dan menemui seseorang yang baru saja turun dari dalam mobil.


"Aku pikir ada penculik." Ucap Hawa yang sudah berdiri disamping mobil yang mengantarnya.


Mario yang sedang bicara dengan pak Husein pun menoleh dan tersenyum. "Bapak pulang saja, jika ditanya bilang saja Hawa sama saya." Ucap Mario pada pak Husein.


Hawa tersenyum saat pria tampan dan sangat mempesona dimatanya itu berjalan mendekatinya.


"Penculik hati kamu." Ucap Mario yang menanggapi ucapan Hawa tadi.


"Heehe... Kalau penculiknya ganteng kayak Om, aku rela deh culik." Jawab Hawa sambil cengengesan.


"Enak saja, kamu rela aku yang ngak bakalan rela ngerti." Ucap Mario dengan nada tegas tanpa adanya bercanda.


"Ishh, gitu aja marah, pake ngegas pula


" Ucap Hawa sambil mengerucutkan bibirnya.


Mario menghela napas. "Becanda tidak untuk yang satu itu sayang, bahkan untuk yang lain juga." Ucap Mario sambil menatap Hawa intens. "Kamu tahu kan jika aku tidak bisa kehilangan kamu." Mario mengusap pipi Hawa lembut.


Kedua mata Hawa mengerjap pelan, dirinya tidak menyangka jika rasa cinta yang besar memang benar-benar ada, dan sekarang pria dewasa yang berdiri didepannya begitu besar mencintainya.


"Ayo aku antar." Ucapan Mario membuyarkan lamunan Hawa.


Mario menggenggam tangan Hawa, dan membukakan pintu mobilnya untuk sang kekasih.

__ADS_1


"Kok Om, tahu aku diantar pak Husein?" Tanya Hawa yang sudah duduk dikursi penumpang samping Mario yang mengemudi.


"Kamu dilubang semut saja aku tahu sayang." Jawab Mario sambil tersenyum menyeringai.


"Dih bikin ngeri aja." Ucap Hawa sambil tertawa.


Mario ikut tersenyum, dirinya mengingat obrolan tadi pagi di meja makan. "Sepertinya Mike nanti akan menjemputmu."


Ucapan Mario sukses membuat Hawa menoleh." Mama kangen sama kamu, dan Mike yang disuruh menjemputmu." Tutur Mario.


Hawa menoleh dan menatap Mario dengan kening mengkerut. "Kenapa tidak Om saja yang membawaku kesana, lagian sejak dari vila itu aku sudah tidak pernah bertemu dengan kak Mike."


Hawa menatap Mario menunggu jawaban pria itu, Mario yang menyadari menoleh dan tersenyum. "Mereka belum tahu hubungan kita sayang, dan aku belum ingin memberi tahu." Ucap Mario. "Kerena aku akan memberi kejutan pada mereka nanti." Lanjutnya dengan serius.


Hawa hanya diam dan mengikuti ucapan Mario, "Baiklah kalau begitu."


Hawa hanya tersenyum, entah kejutan apa yang Mario maksud, tapi Hawa yakin jika semua untuk kebaikannya.


Tak lama mobil Mario berhenti didepan gerbang sekolah Hawa.


"Aku sekolah dulu." Ucap Hawa yang sudah ingin keluar.


"Ada apa Om?" Tanya Hawa melihat tanganya dicekal Mario, membuatnya kembali duduk.


"Janji, tidak akan kembali pada Mike." Ucap Mario tiba-tiba memohon.

__ADS_1


Hawa manatap wajah Mario dengan senyum. Posisi duduknya sedikit menghadap Mario "Papa saja tidak mengijinkan, dan aku tidak mungkin melanggar ucapan papa. lagi pula aku juga sudah memiliki pilihan." Jawab Hawa yang masih tersenyum.


"Jadi siapa pilihan kamu?" Mario mendekatkan wajahnya dengan tatapan mata tak lepas dari wajah Hawa.


Hawa yang merasakan hembusan hangat napas Mario hanya bisa menahan napas.


"Bernapas sayang." Bisik Mario didepan bibir Hawa. "Katakan siapa pilihan hatimu." Ucapnya lagi dengan posisi yang sama, dimana jika bibir Hawa bergerak bicara maka sudah dipastikan bibir mereka akan bersentuhan.


Glek


Hawa menelan ludahnya kasar, saat menatap wajah Mario semakin dekat, 'tuhan kenapa kau menciptakan pria setampan ini.' Gumam Hawa ingin rasanya menjerit.


Mario yang melihat Hawa diam dengan kedua mata tidak berkedip terseyum dalam hati. 'Meskipun aku tahu pilihanmu, tapi aku ingin mendengar langsung dari bibirmu.'


"Emph_"


.


.


Semangat dong kasih author dukungan 😍 sebentar lagi SEASON~2 akan selesai 💋


.


Sebenarnya bang Mario ini, mantan masa lalu Author...wkwkwk🤣🤣🤣

__ADS_1



__ADS_2