My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Kedatangan tamu


__ADS_3

Setelah mendengar jika Mamanya baik-baik saja Mario meninggalkan rumah untuk mengantarkan Hawa, pulang setelah Julio sampai rumah.


Meskipun Julio sempat terkejut dan khawatir karena Vania sampai pingsan, tapi Julio juga merasa lega jika Istrinya baik-baik saja.


"Ya sudah, kalian hati-hati." Ucap Julio pada Mario dan Hawa saat pamit.


Julio tidak mencurigai keduanya jika memiliki hubungan dan semua karena Mario.


Belum saatnya kedua orang tua angkatnya mengetahui hubungan keduanya.


"Mau makan dulu?" Tanya Mario saat keduanya sudah duduk didalam mobil.


"Boleh, aku mau dicafe saja." Jawab Hawa dengan senyum.


Mario ikut tersenyum. "Baiklah tuan putri."


Mendengar itu Hawa tersenyum lebar, entah mengapa setiap berdekatan dengan Mario membuat perasaan Hawa berbeda, lebih terasa senang dan bahagia.


Tak lama mobil Mario sampai di depan kafe yang Hawa inginkan, Mario mengajak kekasihnya ke kafe kekinian yang memang seperti khusus untuk para remaja menikmati suasana malam.


Mario lebih dulu turun dan membukakan pintu mobil untuk Hawa.


"Terima kasih." Ucap Hawa dengan senyum manis.


"Come back love" Jawaban Mario semakin membuat senyum Hawa mengembang.


"Ish, si Om bikin aku melting tau ngak." Ucap Hawa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Mario tentu saja tertawa melihat kelakuan Hawa yang menggemaskan.


"Kamu juga, malah bikin aku klepek-klepek."

__ADS_1


Hahahaha


Hawa malah tertawa lepas, sungguh ucapan Mario tidak sesuai dengan wajahnya yang terlihat bule, "Om lucu." Ucap Hawa dengan masih tertawa.


Mario yang melihat Hawa tertawa senang begitu bahagia.


"Ayo masuk." Mario menggenggam tangan Hawa untuk di Ia gandeng masuk.


Keduanya memang pasangan yang serasi selain cantik dan tampan, mereka begitu cocok untuk menjadi coupel goal.


Mario yang memakai sweater berwarna putih, dan Hawa yang sudah memakai atasan crop sweater berwarna hitam berlengan panjang.


Entah dari mana tadi Mario mendapatkan benda itu, tapi di pakai Hawa begitu pas dan cocok.


"Pesan saja apa yang kamu mau." Ucap Mario yang lebih dulu duduk disofa.


Mereka duduk disofa santai, hingga bisa duduk berdampingan tanpa adanya pembatas.


Hawa memesan menu yang yang dia inginkan, tak lupa bertanya pada Mario juga.


Mario melihat apa yang Hawa tunjukan, dan bibirnya mengulas senyum.


"Ya, itu beberapa Minggu lalu saat aku pulang ke Swiss." Jawab Mario jujur.


"Jadi benar kalau Om itu bukan-"


"Anak kandung Mama Vania." Potong Mario lebih dulu.


Hawa hanya mengangguk mengiyakan. "Nanti kamu juga akan tahu, sabar ya." Ucap Mario sambil mengusap kepala Hawa.


Duduk berdua sambil kencan 😭

__ADS_1


.



Setelah satu bulan berkutat di perusahaan Julio, akhirnya yang Mario tunggu datang juga.


Hari ini tepat satu bulan syarat yang Nathan berikan untuk Mario menyelesaikan misinya membuat perusahaan Julio kembali normal, dan sekarang Mario membuktikan dengan kestabilan perusahaan Julio, bahkan bisa lebih dari yang Nathan inginkan.


Perusahaan Julio mulai kembali berkembang dengan cepat, dan semua karena tangan Mario yang bekerja dan dibantu juga oleh Julio.


Nathan yang mendengar jika pria yang dia gandang-gadang sebagai saingannya itu berhasil membuat kesal sekaligus bangga.


Kesal karena sebentar lagi pasti pria itu akan menagih janjinya, dan seorang Nathan Adhitama pantang untuk mengingkari janji.


Senang sekaligus bahagia, karena dia yakin Mario pria baik dan bertanggung jawab, dia yakin putrinya akan bahagia. Meskipun Nathan akui jika pria yang dicintai putrinya itu juga good looking seperti dirinya. Pede kali kau nata decoco.


"Byy, ada tamu." Ucap Ami yang menghampiri Nathan diruang kerja.


"Siapa sayang?" Tanya Nathan yang langsung melepas kaca mata bacanya.


"Nanti kamu juga tahu, sana gih aku mau buat minum untuk tamu kita dulu." Ucap Ami tersenyum penuh akan makna.


Nathan yang menyadari itu semakin penasaran, siapa tamu yang datang sampai membuat istirnya seperti itu.


Nathan menuruni tangga, dari jarak yang cukup jauh dirinya melihat dua orang pria yang duduk disofa ruang tamu.


Melihat pemiliknya rumah mendekat, kedua pria itu langsung berdiri.


"Kau..!" Nathan menatap pemuda yang berdiri depannya dengan senyum.


"Halo Om, saya kesini untuk meminta janji Om." Ucap Mario dengan senyum mengambang, yang membuat Nathan kesal.

__ADS_1


.


Semangat kasih SAJEN dong 🤣


__ADS_2