My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Extra part~Keinginan Nathan


__ADS_3

"Sayang.."


Ami menoleh, saat Nathan memanggilnya, "Sebentar ya sayang, papamu juga butuh bantuan." Ami menciumi pipi putrinya yang bau harum dan segar, aroma minyak telon membuat siapa saja yang menciumnya merasa senang.


"Kenapa tidak dipasang sendiri sih." Ami mengerucutkan bibirnya, saat Nathan mengulurkan dasi yang berada ditangannya.


"Karena aku juga ingin ini." kecupan singkat Nathan daratkan dibibir sang Istri.


"Hm, kamu nakal By." Ami memberengut, suaminya semakin mesum dan posesif.


"Nakal cuma sama kamu sayang." Bibir Nathan terseyum, kedua tangannya memeluk pinggang Ami, dengan menundukkan kepala Ami memasangkan dasi dileher suaminya.


Ami terseyum saat dasi yang dia pasang sudah rapi, dan mengelus dada bidang Nathan. Suaminya selalu tampan dan gagah. "Papa twins tampan." Gumam Ami membuat bibir Nathan mengembang.


"Mama twins juga cantik." Dengan modus Nathan kembali memanggut bibir ranum istrinya, memanggut dengan lembut dan menyesapnya sebentar, hingga membuat napas Ami tersengal.


"Emm, by sudah." Ami mendorong sedikit dada Nathan, agar melepas cumbuannya.

__ADS_1


Napasnya memburu saat pangutan bibir keduanya terlepas, ibu jari Nathan mengelus sudut bibir Ami yang basah.


"Sayang, apa kamu tidak ingin melanjutkan sekolah." Nathan menatap wajah istrinya dengan penuh cinta.


Ami membalas tatapan suaminya. ,"Apa aku bisa menjadi seorang ibu sekaligus mahasiswa." Tanya Ami balik.


Tangan Nathan mengusap pipi halus sang Istri, tangan satunya masih senantiasa berada pinggangnya.


"Kamu belum mencobanya, lagian ada pengasuh twins, dan Mama juga menyarankan kamu untuk kuliah, Mama akan bantu jaga twins saat kamu memiliki jam pelajaran." Tutur Nathan dengan lembut. "Asalkan kamu tidak melupakan peran sebagai ibu dan Istri, aku akan mendukungmu Sayang."


Nathan tidak ingin mengekang istrinya untuk meraih apa yang menjadi impian Ami, dia akan mendukung Ami agar wanitanya merasa senang dan diperhatikan, pasti Ami ingin menjadi wanita yang memiliki pendidikan yang layak mengingat status suaminya sebagai CEO.


"Pikirkanlah, kamu ingin masuk ke fakultas mana." Mengerti akan kegundahan Istrinya, Nathan tidak ingin memaksa. "Yakinlah jika twins akan baik-baik saja, dan kamu adalah ibu yang hebat. Pasti bisa membuat suami dan anak-anak mu bangga."


.


.

__ADS_1


Sejak mendengar ucapan suaminya tadi pagi, Ami mulai mencari kampus yang dekat dari rumahnya, dan searah dengan kantor suaminya agar Ami tidak harus pergi diantar supir.


"Sepertinya kampus ini bagus." Jemari Ami berselancar di layar ponsel, memperlihatkan beberapa kampus yang bagus dan dekat dari tempatnya tinggal. "Nanti coba tanya Hubby aja deh."


Ami beranjak dari sofa saat mendengar suara bayinya.


"Uluhh anak Mama sudah bangun." Ami mengangkat tubuh Adam dan menggendongnya, sedangkan Hawa masih terlelap.


Ami membawa Adam duduk disofa, waktunya untuk Adam minum ASI.


"Em, kenapa kamu mirip sekali sama papamu hm." Ami mengigit bibirnya saat Adam menyusu pucuk dadanya dengan kuat, sepertinya Adam benar-benar haus dan lapar.


"Pelan-pelan sayang,"


Ami tidak tahu jika suaminya sudah berdiri di belakangnya, memeperhatikan Adam yang begitu kuat menyusu dari sumbernya langsung, dan Nathan sampai menelan ludahnya kasar.


Nathan sengaja pulang saat jam istirahat, dia merindukan buah hatinya dan tentunya Istrinya juga. Setelah memiliki anak Nathan sedikit melonggarkan pekerjaanya, agar bisa memiliki waktu untuk orang-orang tercintanya.

__ADS_1


"Em, kenapa si joni malah ikut bangun sih." Batin Nathan sambil melihat asetnya yang sudah mengembung dibawah sana, padahal hanya melihat Adam meny*su dan terpampang di gundukan mulus yang berisi.


"Ck, dasar otak mesum." ucapnya pada diri sendiri.


__ADS_2