
Pagi hari Nathan lebih dulu bangun. Tadi malam istrinya benar-benar tidak bisa ditinggal, Ami memeluknya hingga pagi.
Nathan keluar hotel untuk membeli sarapan, pagi ini dirinya ingin makan nasi bubur dan Nathan berniat membelinya dipinggir jalan yang tidak jauh dari hotel.
Ami mengerjapkan kedua matanya, tangannya meraba kesamping dan kosong.
"By.." Panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"By, kamu dimana..!!" Panggilnya lagi dengan nada keras.
Ami melihat kesekeliling, jendela kamar hotel belum terbuka, dan kamar nampak sepi tidak ada Nathan.
Ami beranjak untuk mencari Nathan di dalam kamar mandi.
"By, kamu didalam." Teriak Ami didepan pintu yang tertutup, tapi tidak ada sahutan.
Wajah Ami sudah mulai panik, mengingat mimpinya tadi malam terasa begitu nyata dan dia mulai takut.
"Hubby.." Ami membuka pintu kamar mandi dan ternayata kosong.
Mata Ami sudah berkaca-kaca, dirinya menjadi takut jika Nathan meninggalkannya.
.
.
Nathan keluar dari mobil mewah yang memang dia sewa di kota M, atas rekomendasi Haikal, supir operasional kantor cabang milikinya. Bukan hanya supir Haikal juga termasuk orang kepercayaan Nathan di kantor cabang miliknya di kota M, dan Nathan belum berkunjung kesana karena di sana tidak ada masalah.
Jika kita percaya kepada orang yang pantas kita beri kepercayaan, maka jangan setengah-setengah menaruh rasa percaya itu, dan Nathan percaya kepada Haikal seperti dirinya percaya pada asistennya Ando.
__ADS_1
Nathan memang tidak memiliki rumah pribadi ataupun apartemen pribadi disini, karena dia selalu menginap di hotel bintang lima milik saudaranya Bimo Bagaskara.
Nathan ikut mengantri di tenda biru, penjual bubur ayam toping lengkap.
"Den mau pakai isian apa?" Tanya penjual seorang pria tua.
Nathan menatap jejeran menu isian atau toping.
"Em, tidak usah pak, polosan saja. jangan pakai daun bawang dan bawang goreng." Nathan menutup hidungnya ketika bau menyengat dari bawang goreng.
"Lah, Aden pesannya aneh." Jawab penjual itu dengan tersenyum, dan tangannya meracik pesanan yang Nathan katakan.
Pembeli yang lain, berbisik-bisik melihat wajah bule Nathan mengantri bubur dipinggir jalan.
"Dua-duanya seperti ini juga?" Tanya penjual lagi.
Nathan hanya mengaguk, dengan hidung yang masih di jepit mengunakan jarinya.
Nathan kembali mengangguk.
"Pesanan Aden kayak pesanan orang yang lagi ngidam."
Nathan bergumam. "Ngidam." Apa istrinya hamil? pikir Nathan, tapi kepalanya langsung menggeleng, karena jika wanita hamil pasti akan mengalami muntah-muntah dipagi hari, dan Ami tidak.
"Karena biasanya orang ngidam tidak suka bau aroma bawang seperti ini." penjual itu selesai membungkus pesanan Nathan.
"Berapa pak?" Tanya Nathan.
"Tiga puluh ribu."
__ADS_1
Nathan mengulurkan uang selembar merah. "Sisanya ambil saja pak, dan terima kasih." Nathan pergi setelah menerima pesanan bubur miliknya.
"Terima kasih den..!" teriak penjual itu karena Nathan begitu cepat berjalan untuk masuk kedalam mobil.
Di hotel Ami duduk diatas ranjang, memeluk kedua lututnya. Air matanya mengalir dengan bibir yang terisak.
"By, jangan tinggalin aku." Sejak tadi bibirnya terus bergumam.
Entah mengapa dirinya menjadi sepenakut ini sejak mengalami mimpi buruk baginya tadi malam.
Biasanya dirinya merasa biasa saja, dan sekarang hatinya sedang tidak baik-baik saja.
"By, kamu kemana?" Ami mengambil ponselnya, tapi belum sempat menekan nomor yang akan dia panggil, pintu kamar diketuk dari luar.
Jika Nathan sudah pasti tidak akan mengetuk pintu, dan ini_
Ami bergegas berdiri untuk membukakan pintu, dan melihat siapa yang datang.
Membuka pintu, Ami terkejut mendapati seseorang yang berdiri didepannya.
.
.
Holaa... para reader setia otor..🥰 Kalau kalian ingin berteman dengan otor di sosmed otor hanya aktif di FB🤭, IG Otor ada tapi kagak pernah di pakai 🤣.
Akun FB otor nih. "Shanty Setiawan" 🤣 kalau mau Otor konfir, inbox tak, karena bnyak yang meminta pertemanan, kalau Otor gak kenal gak Otor konfir 🤧
See you sampai jumpa besok, semoga bisa bobok nyenyak, Miami🥺
__ADS_1
SI hubby lagi beli bubur Miami..🤧