My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Ngidam Olive, bukan Ami


__ADS_3

Ami membawa Olive ke belakang sekolah, tempat dimana mereka selalu menghabiskan waktu ketika jam istirahat. Kini Ami duduk disamping Olive yang sejak tadi hanya diam setelah mendengar apa yang Ami katakan, bukannya terkejut Olive malah melebarkan senyumnya.


"Aku bakalan punya ponakan konglomerat dong ini." Ucap Olive kegirangan setelah terdiam hanya untuk membuat Ami penasaran dengan ekspresinya.


"Aku seneng tau saat denger disini ada calon anak sultan." Ucap Olive mengelus perut rata Ami.


Ami yang mendengar ucapan Olive mengernyit heran. "Saat dengar?" Tanya Ami mengulang perkataan Olive.


Olive mengangguk. "Hem, dan kamu tega ngak mau cerita dan kasih kabar bahagia ini ke aku." Ucap Olive yang pura-pura merajuk.


"Tunggu..tunggu.." Ami langsung menghadap Olive. "Jadi lu tau kalau gue hamil." Tanya Ami dengan menatap wajah Ami seksama.

__ADS_1


Olive terseyum dan mengaguk. "Ya, tepatnya saat pulang dari rumah sakit diantar kak Ando."


"Ya salam." Ami menepuk keningnya sendiri. "Gue lupa kalau ada lambe lemes di bibir kak Ando." Ucap Ami membuat Olive tertawa.


"Btw, gimana rasanya, ngidam apa aja ponakan sultan aku." Tanya Olive antusias. Dirinya ingin tahu sahabatnya sudah ngidam apa saja ketika tahu sedang hamil. Katanya yang Olive dengar jika orang ngidam permintaanya aneh-aneh.


"Bayi sultan, lidahnya ndeso." ucap Ami tertawa. Dirinya ingat ketika malam-malam meminta Nathan untuk membelikannya mie Tek-tek dipingir jalan, dan untuk mendapatkan mie itu Ami harus berdebat dengan Nathan lebih dulu karena Nathan tidak mengijinkan Ami memakan makanan yang tidak tahu higienis atau tidak. Dan Ami harus merajuk lebih dulu agar Nathan mau menuruti permintaannya, dan Nathan pun memanfaatkan untuk meminta imbalan jika dia menuruti permintaan sang Istri. Ami pun hanya bisa pasrah karena menginginkan makanan itu sangat.


"Ya tuhan, ternayata bayi sultan menuruni lidah emaknya yang kampungan." Ucap Olive dengan wajah yang tidak percaya.


"Maksud kamu?" tanya Olive yang belum mengerti.

__ADS_1


"Nanti kamu juga dengar sendiri." Ucap Ami yang malas untuk menceritakan apa yang dia dengar tadi


Olive menyentuh tangan Ami. "Tidak udah dengerin lambe turah sekolah, mereka tidak tahu kamu siapa, dan pasti mereka akan menyesal suatu saat nanti." Ucap Olive agar sahabatnya itu tidak memikirkan hal yang bisa membuatnya stress.


"Lagian sekarang kamu sedang mengandung, jadi ibu hamil tidak boleh banyak pikiran nanti bisa berakibat pada kandungan kamu. Lebih baik kamu memikirkan apa yang kamu inginkan." Ucap Olive terseyum sendiri.


"Inginkan apa?" tanya Ami yang tidak tahu maksud perkataan Olive.


"Ck, kamu yang hamil masa aku yang ngidam." Gerutu Olive membuat Ami menoyor keningnya.


"Jangan ngadi-ngadi, mau ngidam sama siapa kamu." Ami mendelik.

__ADS_1


Olive cemberut. "Bukan begitu juga kali, maksud aku apa kamu tidak ingin meminta sesuatu yang mahal yang limited edition gitu sama pak sultan, lagian ibu hamil minta apapun pasti dituruti, misalnya mobil Ferarri atau Civic gitu." Ucap Olive yang malah semangat sendiri, ketika mengatakan keinginannya.


"Itu sih kalau kamu yang ngidam." Ucap Ami mencebik. "Tapi ide kamu boleh juga." Ami menaik turunkan alisnya dengan senyum penuh arti. Perkataan Olive ada benarnya, menggunakan kesempatan karena keadaan sepertinya lebih tepat.


__ADS_2