My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Konser


__ADS_3

Setelah acara yang membuat semua murid berteriak, kini Ami sendiri tidak percaya jiak dirinya adalah salah satu siswi yang berprestasi, bahkan Ami sampai tidak bisa membendung rasa harunya ketika sahabatnya memeluk dan memberinya ucapan selamat.


Ami tidak berfikir jika akan sampai dititik ini untuk yang terakhir kali, jika bundanya tahu pasti akan senang.


"Sayang ikut aku."Nathan menarik tangan Ami, tapi gadis itu tidak beranjak dan hanya diam. "Sayang.." Panggil Nathan dengan nada peringatan.


Ami mencebik, sebentar lagi acara band akan dimulai dan Nathan mengajaknya pergi, oh noo itu tidak bisa, dia tidak ingin melewatkan penampilan band idolanya.


"By, acaranya belum selesai." Ucap Ami dengan wajah ditekuk.


"Apanya yang belum selesai, mereka hanya ingin bersenang-senang." Nathan tidak perduli dia hanya ingin membawa istrinya pergi.


"Sayang, selamat ya.."


Tiba-tiba suara yang sangat familiar terdengar ditelinga mereka, indira datang ditemani asistennya.


"Mah, Mama kenapa kesini?" Tanya Nathan yang tidak suka, apalagi melihat asisten Mamanya memberikan sesuatu pada Ami.


"Ngapain? tentu saja memberi ucapan selamat pada menantu Mama yang cantik ini." jawab Indira mengusap wajah Ami.


Ami hanya tersenyum, jika begini Nathan tidak bisa membawanya pergi.


"Mah, tapi Nathan mau_"


"Sayang kita kesana yuk, pasti seru Mama juga fans CTS." Ucap indira yang juga kegirangan jika band yang lagi terkenal itu manggung disekolah menantunya.


Bahkan Indira pergi ke sekolah Ami tidak memberi tahu Allan, jika diberi tahu pasti diirinya tidak diijinkan.


"Iya Mah." Ami dengan senang hati menuruti mertuanya, wanita itu berjalan meninggalkan suaminya yang kesal setengah mati.


"Mamah.." Geram Nathan dengan suara rendah.


"Sayang kamu ganti baju dulu gih, biar Mama tunggu diluar." Ucap Mama Indira pada menantunya.


"Iya Mah." Dengan senang hati Ami menuruti Mama mertunya, karena Mama indira adalah nyonya besar diatas segalanya.


Nathan yang kesal, berjalan menuju stan dibawah panggung, pria itu menguhungi papanya. Karena Nathan yakin jika Mamanya pergi ke sini tanpa memberi tahu papanya, dan kali ini Nathan yang akan menang.


"Pah, Mama ada disekolah." Ucap Nathan ketika sambungan telepon tersambung.


"Maksud kamu sekolahan siapa? ngapain mama kamu disekolah kan udah tua." Jawab Allan dari seberang sana.


Nathan yang mendengar jawaban papa gemas sendiri.


"Pah apa papa mau, kalau mama berjoget dengan pria idolanya diatas panggung? Mama sedang ada di sekolahan Ayana, menyaksikan band idola para kaum wanita, lebih baik papa cepat datang kesini. sebelum Mama benar-benar kepincut salah satu dari mereka. " ucap Nathan mengompori, pria itu punya jurus jitu untuk membuat mamanya jinak.


"Ah, sial kau Nat, kenapa tidak bilang dari tadi."

__ADS_1


Tut..Tut..Tut..


Allan mematikan teleponnya, dan Nathan yakin jika papanya sendang menuju kemari.


Huuuuu


CTS..!!


CTS..!!


Barata..!!


JS..!!


CTS Wowww..!!


Semua bersorak ketika melihat satu persatu personil band itu naik ke panggung, Nathan yang mendengar riuh teriakan memilih menyingkir menunggu papanya datang, dan akan menggiring dua wanita pulang ke kandang.


"Selamat siang semua...!!"


Huwaaaa.. Barata aku pada mu..


I Love You


We love me...


"Apa bagusnya, gantengan juga gue, cih masih bocah." Gumam Nathan pada diri sendiri.


Pria itu bersandar pada mobilnya untuk menunggu papanya.


Sedangkan di tempat lain, Ami sudah cantik dengan pakaian yang dibawakan Mama Indira. Gadis itu begitu cantik dan anggun.


"Aduh, kalau kayak gini Mama yakin Nathan akan kebakaran jenggot." Ucap Indira memuji kecantikan Ami.


"Mah, Hubby tidak memiliki jenggot." Ucap Ami tanpa ragu.


"Eh, maksudnya hanya umpama sayang." Indira menjadi kikuk sendiri.


"Ayo, mah sepertinya sudah mulai." Indira menarik tangan mertuanya yang masih cantik itu, wanita baik dan penuh kasih sayang.


"Ya Tuhan, mereka benar-benar nyata didepan mata?" Indira sampai tak percaya melihat tujuh personil band yang begitu hits dan digandrungi banyak orang.


"Iya mah, apalagi Barata, Ami pengen cubit pipinya Mah." Ucap Ami yang benar-benar senang, gadis itu lupa jika sudah memiliki suami.


"Iya, ihhh Mama juga mau kalau itu." Indira pun sama, wanita paruh baya itu seperti lupa akan umurnya.


"Naiklah, saya mau meminta seseorang dari kalian untuk menemani saya diatas panggung, dan tentu saja seorang wanita ya." Suara yang begitu merdu dan mereka gilai membuat semua berteriak histeris.

__ADS_1


Ami dan Indira memang tidak berdiri persis didepan panggung, tapi kerena penampilan mereka yang berbeda membuat dua wanita beda generasi itu terlihat mencolok.


"Sepetinya ada dua wanita spesial disini, dan untuk dua wanita yang berdiri di sana. "Barata menunjuk kearah Ami dan Indira. "Saya meminta anda naik ke atas panggung."


Huaaaaa


Ami lu Menang banyak


Lu beruntung Mii..


Pake pelet apa lu Mii...


"Mah, kita ditunjuk." Tangan Ami menggapai-gapai tangan mertuanya, mereka seperti patung bengong yang tidak menyangka.


"Silahkan ibu dan nona." Seorang crew mendekati mereka dan memebantu mereka naik keatas panggung.


Tentu saja aksi keduanya mengundang sorakan kembali riuh karena melihat Ami begitu beruntung.


"Sepertinya saya beruntung mendapat teman gadis Cantik dan Tante yang juga ngak kalah cantik menemani saya."


Ami tersipu malu, gadis itu benar-benar seperti mimpi.


"k-kak Barata boleh minta foto." Ucap Ami pelan dengan berbisik, dan langsung kembali mengundang sorakan dan teriakan histeris.


Dengan senang hati personil itu menerima permintaan gadis cantik dengan sang ibu, karena mereka baru saja diberi tahu jika kedua wanita itu adalah Nyonya besar dan Nona muda di keluarga Adhitama.


"Pah kenapa lama sekali." Kesal Nathan yang melihat papanya baru saja tiba.


"Papa bukan jin, yang bisa menghilang Nat." Jawab Allan juga kesal. "Dimana Mama mu." Allan bertanya.


"Tidak tahu, Mama membawa istriku sebaiknya kita cari."


Nathan dan Allan mencari keberadaan kedua wanita yang menduduki tahta tertinggi dikeluarga. Kedua pria itu berjalan beriringan dengan langkah gagahnya, meskipun terlihat dua versi berbeda tapi aura ketampanan mereka tetap sama.


Oh my good, dua pangeran Adhitama juga ada.


Oh, Tuhan kenapa Ayana selalu dikelilingi pria tampan dan hot.


"Pah.." Nathan berhenti dengan tangan menepuk asal papanya, mata pria itu menajam ketika melihat gadis yang dia cari berada diatas panggung.


Allan yang kesal menggeplak tangan anaknya, kerena sudah lancang menepuk kepalanya dengan tidak sengaja. "Nat, kurang ajar kamu." Hardik Allan membuat Nathan menoleh.


"Pah, Mama dan Ayana." Nathan menujuk kearah atas panggung, di mana dua wanita sendang asik bernyanyi, dan berfoto.


Meskipun tidak bersentuhan fiksik, tapi cukup membuat dada kedua pria itu kembang kempis, dengan kepala yang keluar tanduk dan asap.


"Indira kau akan menyesal setelah ini." Ucap Allan dengan menahan kesal bercampur rasa cemburu.

__ADS_1


Sedangkan Nathan jangan ditanya, pria itu terlihat berdiri santai, tapi tatapan matanya tajam, jika yang melihatnya pasti akan merasa dikuliti hidup-hidup.


__ADS_2