
"Engh.." Ami menggeliat dengan bergumam suara lenguhan kecil.
Badannya terasa pegal saat ingin merenggangkan otot tubuhnya.
Bibirnya mengecup dada bidang Nathan yang memeluknya dengan bertelanjang dada yang pas didepan wajahnya.
Gerakan lembut Ami jelas membuat Nathan terganggu, matanya yang tertutup perlahan terbuka, merasakan sapuan lembut di kulit dadanya yang mengundang sesuatu dibawah sana menggeliat.
"Kamu membangunkan adik kecilku sayang." Suara Nathan yang serak membuat Ami mendongak.
"Adik kecil?" Otaknya loading ketika matanya baru saja terbuka. Sedangkan Nathan semakin mengeratkan pelukannya sambil mengecup kening Ami, kaki Nathan bergerak membuka paha Ami agar berada diatas kakinya dan Nathan sedikit memajukan pinggulnya membuat Ami tersentak.
"Emh By." Ami mengigit bibir bawahnya, saat sesuatu yang keras menyentuh permukaan kulitnya yang sensitif.
"Adik kecilku ingin dipuaskan kembali." Bisik Nathan dengan suara serak.
Ami memejamkan matanya saat, benda keras di bawah sana bergesekan dengan area sensitifnya, Nathan sengaja menggoda sang Istri.
Sebelumnya mereka sudah melakukan satu ronde, untuk pembukaan puasa Nathan yang cukup lama. Dan ketika ingin mengulanginya, twins tiba-tiba menangis meminta susu. Dengan berat hati Nathan mengurungkan niatnya untuk menggempur sang Istri, dan cukup lama menunggu twins hingga tertidur. Setelah itu Nathan sengaja membawa twisn kepada pengasuhnya malam ini dirinya hanya ingin menghabiskan waktu bersama sang istri, meskipun Ami merajuk karena mengorbankan twisn hanya karena ingin bercinta, tapi Nathan tidak kehabisan akal untuk membuat sang Istri mendesahh dibawah tumbuhnya yang kekar.
"Dua ronde, cukup sampai jam enam pagi." Ucap Nathan dengan menj*ilat cuping Ami untuk membangkitkan gairah istrinya.
Ami memejamkan mata, dengan menahan napas, merasakan sentuhan bibir Nathan yang membuat kulitnya meremang.
"Byy, tadi sudah dua ronde." Rengek Ami manja dengan tangannya mengusap dada bidang suaminya naik turun.
Nathan yang sudah Hor*ni memejamkan matanya.
"Dua ronde tidak akan cukup untuk menggantikan waktu dua bulan sayang."
Bugh
__ADS_1
Ami memukul dada Nathan. "Kamu perhitungan By." Kesal Ami dengan memanyunkan bibirnya.
Dengan cepat Nathan menyambar bibir Ami yang manyun, melumattnya dengan penuh napsu, menyesap benda kenyal hingga lidahnya menyelusup kedalam rongga mulut Ami dengan saling memebelit lidah.
"Uhm, By." Ami meleguh ketika bibir basah Nathan turun kelehar, kembali memeberikan tanda kepemilikan yang sudah banyak bekas dari cumbuan sebelumya, tapi Nathan belum puas untuk memberi tambahan dicelah kulit leher sang istri.
"Emm." Ami meremasi rambut lebat Nathan dengan memejamkan mata. Nathan menyusuri leher hingga dada Ami yang sudah tak semulus sebelumnya, Nathan sudah seperti singa yang kelaparan dengan buas menghabiskan mangsanya tak tersisa.
"Ough byyy shh."
Merasakan lidah Nathan memanjakan biji kecil dibuah kelembutannya dengan bergantian membuat Ami terasa melayang. Meskipun tidak sampai menyesap tapi lidah Nathan mampu membuat Ami keenakan.
Plop
Nathan melepas bibirnya dari mainan yang sejak tadi membuatnya gemas. Tubuh keduanya sudah sama-sama polos setelah semalam Nathan memang tidak mengijinkan Ami untuk memakai apapun, seperti yang dia katakan. Nathan hanya ingin menghabiskan waktu yang terlewati selama dua bulan.
Tatapan keduanya terlihat begitu sayu dan penuh gairah. Jemari Nathan mengusap lembut area sensitif Ami yang sudah sangat basah.
"Engh..by jangan seperti itu." Ami merasakan kakinya sedikit bergetar saat jemari Nathan mempermainkan miliknya dibawah sana.
"Ough Byyy, akhh." Ami memejamkan matanya saat gelombang pertama meledak hanya dengan permainan jari Nathan.
"Kamu sungguh seksi sayang." Ucap Nathan yang mensejajarkan wajahnya dengan Ami, mengecup seluruh wajah sang istri tanpa ada yang terlewat.
"Emmh.." Ami mengigit bibir bawahnya saat terasa milik Nathan membelahnya lipatan bibir bawahnya perlahan.
"Emmh aku menyukaimu sayang, aku tidak akan pernah puas menyentuh tubuhmu yang selalu membuatku candu." Nathan melabuhkan kecupan dibibir, menggoda Ami agar semakin terangsang, hingga karena tidak sabar, Nathan melesakkan miliknya dengan sekali hentakan membuat keduanya meleguh panjang.
Bless
Ahhhhh
__ADS_1
Keduanya kembali menyatu untuk yang ketiga kali setelah pembukaan. Pria mesum seperti Nathan tidak akan melepaskan mangsanya, sampai meminta ampun.
Tubuh Ami yang juga merindukan akan sentuhan dan belaian dari sang suami, membuat tubuh Ami semakin bergejolak dengan gairah yang berkobar.
"Shhh by lebih cepat." Ami semakin bergerak gelisah saat Nathan semakin cepat bergerak dengan tak terkendali, miliknya terasa penuh saat milik Nathan semakin terasa membesar dan berkedut membuat Ami semakin blingsatan.
"Bersamaaa saayangg, Ough."
Nathan menekan semakin dalam dengan kepala mendongak keatas, urat leher Nathan semkin menonjol dengan peluh yang sudah menetes disekujur tubuhnya.
Ami mencekram erat kain sprei ketika gelombang kenikmatan mulai mendesak untuk dibebaskan.
"Byy, ahh alih sudah aahh."
"Sebentar sayang Ough ini sungguh nikmat shh."
Plokk
Plokk
Suara penyatuan kulit mereka yang saling bertemu, Nathan semakin kuat dan dalam menggerakkan miliknya, dengan kedua tangan peregangan dipinggang sang Istri, melihat dua buah semangka yang bergerak seirama dengan gerakannya dibawah sana membuat Nathan semakin tak bisa menahan gejolak yang siap meledak.
"Byy, arrgh."
"Ahh.. arrghh Sayangggg."
Seeeerrrr
.
.
__ADS_1
Fyuhhhhh...😰