
Ami menatap sendu langit sore di balkon kamar, kamar yang dia tempati bersama Nathan.
Dua hari Nathan tidak pulang, Ami sudah mencari kekantor tapi pria itu memang tidak ada. Ando asistennya bilang jika Nathan pergi ke luar kota untuk beberapa hari, dan Ami merasa jika Nathan sengaja menjauhinya setelah melihat adegan di pesta itu.
Ami memang tidak tahu jika ada Nathan, dan Olive yang bercerita, jika Nathan melihat dirinya berpelukan dengan Zian. Dan karena itu pria itu sampai menendang kursi pergi dalam keadaan marah.
"Om.." Ami memeluk tubuhnya sendiri, angin sore yang kencang tidak membuatnya beranjak, apalagi cuaca menjadi mendung dan akan turun hujan.
Dua hari tidak bertemu Nathan ada perasaan yang tidak bisa Ia jelaskan, antara sedih, rindu dan juga merasa bersalah.
Jika sebelumnya biasa saja tanpa Nathan, kini gadis itu merasa ada yang kurang dalam dirinya.
.
.
.
Ami masuk sekolah seperti biasa, tapi gadis itu terlihat berbeda. Jika bisanya Ami senyum dan semangat kini aura gadis itu hanya muram dan tak bersemangat.
Kesekolah saja Ami memilih mengayuh sepedanya, meskipun sedikit lelah karena sudah lama tidak mengayuh, tapi dirinya masih melakukannya. Jika suatu saat takdir mengembalikannya seperti semula maka dirinya tidak akan terlalu bersedih.
Dorrr
Olive menepuk punggung Ami dari belakang, "Lesu amat neng Ami." Ucap Olive dengan senyum. "Uluhh..uluh..pasti belum ketemu hubby." Goda Olive dengan menoel dagu Ami.
Ami hanya cemberut, tanpa mau membalas ucapan Olive.
"Jangan sedih, nanti juga pulang. Kamu jelasin semua biar lakik kamu gak salah paham." Tutur Olive untuk membuat sahabatnya tersenyum.
"Ck, ngambek nya gak asik." Keluh Ami dengan lesu. Jika Nathan marah dan masih dia lihat orangnya, Ami akan membujuk rayu suaminya itu. Tapi sekarang Nathan pergi entah kemana dengan membawa hatinya yang galau.
"Lagian, lakik empat sehat lima sempurna gitu, kamunya masih lirik cowok lain." Cletuk Olive membuat Ami mendelik.
__ADS_1
"Jangan ngaco kalo ngomong."
Olive tertawa cekikikan. "Oh, salah ye aku. Kan si onoh ya yang lirik bini orang." Olive tertawa keras membuat Ami kesal.
Keduanya sudah duduk di kelas menunggu bel masuk.
"Mau kemana?" tanya Olive yang melihat Ami ingin pergi.
"WC mau ikut." Jawab Ami ketus.
Olive nyengir sambil geleng kepala. "Ngak deh makasih."
Ami berjalan keluar kelas, masih ada sekitar sepuluh menit untuk bel masuk sekolah.
Grep
Tangan Ami ditarik kebelakang gudang yang sepi, mulutnya disekap hingga dirinya tak sadarkan diri.
.
.
"Biarkan dia mendapat hukuman dari kesalahannya." Jawab Nathan dengan santai, pria itu bersandar di kursi kebesarannya.
Nathan mengingat kejadian tiga hari yang lalu.
Setelah Istrinya pergi, tak lama Maudy kembali datang lagi. Dan wanita itu memaksanya untuk ikut ke suatu tempat dan Nathan sendiri baru sadar jika tempat yang Maudy tunjukan adalah kafe tempat Istrinya dulu bekerja, di tambah pemilik kafe itu ternyata adik dari Maudy.
Nathan mengikuti Maudy masuk ke kafe karena penasaran, hingga pemandangan adegan berpelukkan istrinya dan temanya membuatnya marah.
#Flashback
Nathan yang keluar dari area outdoor diikuti oleh Maudy.
__ADS_1
Wanita itu mengejar Nathan hingga sampai diparkiran.
"Nat, kamu mau kemana?" Tanya Maudy mencekal lengan Nathan.
"Ck, lepas." Nathan mengibaskan tangannya dengan kesal.
"Kamu lihat sendiri kan seperti apa jal*ng kecilmu itu, di luar." Maudy tersenyum menatap Nathan. "Dia tidak akan pernah serius sama kamu Nat, karena dia hanya ingin harta kamu." Lanjut Maudy.
Nathan menatap tajam wanita yang sudah berani mengatai istirnya hal*ng.
"Lalu, apa kamu wanita yang serius denganku hm."
Maudy tersenyum lebar. "Tentu saja akulah orangnya Nat, wanita yang mencintaimu dengan tulus." Maudy ingin menyentuh dada Nathan tapi segera ditepis oleh Nathan.
"Tidak ada wanita yang pantas menjadi pendampingku, kecuali istrku, paham." Nathan tersenyum sinis. "Dan selamat renacanamu berhasil untuk menjebak istri kecilku bersama adikmu itu." Nathan mendorong tubuh Maudy agar menyingkir dari mobilnya.
"Nat, maksud kamu apa?"
Maudy berusaha mencegah Nathan masuk ke mobil.
"Ayana, istri saya. Dan kalian cukup bodoh untuk menjebak istri saya." Nathan langsung masuk mobil, dan pergi.
Maudy terdiam kaku, dengan hati yang terasa sakit.
"Is-itri."
Tidak jauh dari mereka seseorang tersenyum menyeringai, mendengar berita mengejutkan untuk dirinya dan pasti akan sangat menguntungkan untuk dirinya.
#Flashback of.
"Awas aja kalau bini lu ilang. Lu sendiri bakalan yang repot." Ucap Ando pada Nathan yang hanya tersenyum.
"Ck, Tiga hari gue sentuh dia, awas aja kalau pulang gak kasih jatah. gue gempur sampe gak bisa jalan."
__ADS_1
Nathan berkata dalam hati, bibir baya terseyum membayangkan dimana dirinya akan mengempur tubuh polos sang istri yang sudah tiga hari lebih tidak dia sentuh.
Selama ini Nathan berusaha menahan keinginannya utuk menemui sang Istri, apalagi melihat wajah Ami yang muram membuatnya tak tega. Nathan melakaukan hal ini agar Ami lebih mengehragai dirinya dan tidak kembali mengulangi kesalahannya.