My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Kedatangan Mario


__ADS_3

"Kamu.. ada apa datang kemari." Nathan menatap pria yang dia tahu adalah putra pertama rekannya Julio.


"Hanya ingin bicara berdua dengan anda tuan." Ucap Mario.


Pria yang mendatangi kantor Adhitama adalah Mario.


Nathan mempersilahkan Mario duduk, keduanya saling berhadapan dengan Nathan yang masih duduk di kursi kebesarannya.


"Apakah ada sesuatu yang kau inginkan." Tanya Nathan hanya menebak, sedikit heran untuk apa putra sulung Julio datang menemuinya.


"Ya, dan ini tentang putri Anda."


Blam


Hawa menutup pintu mobil Mike dengan keras, gadis itu membuang napas kasar sambil mengibaskan tangannya kewajah.


"Kau kepanasan." Mike memutar pendingin dimobil, agar Hawa tidak lagi kepanasan.


"Abis mapel olahraga jadi gerah." Ucap Hawa sambil mendekatkan wajahnya di depan AC mobil yang berhembus.


Mike geleng kepala sambil terseyum geli, melihat tingkah Hawa.


Sebenarnya Hawa bukanlah gadis membosankan, malah sebaliknya Hawa gadis lucu dan menggemaskan.


"Dilap dulu kalau basah." Mike menyentuh leher Hawa dengan tisu, mengelap keringat Hawa di bagian leher.

__ADS_1


Hawa hanya diam, gadis itu tidak bereaksi karena terkejut.


Hari ini Mike memang aneh. "Sudah lebih baik?" Tanya Mike yang sudah membersihkan keringat diwajah Hawa.


"Hm, sudah, terima kasih." Hawa tersenyum, dan kembali duduk dengan benar.


"Kita makan dulu." Ucap Mike yang mulai menjalankan mobilnya.


"Apa kak Mike tidak sibuk?" Tanya Hawa dengan melirik Mike dari samping.


"Tidak, aku sudah ijin sama papa jika sedang pergi sama kamu." Mike terseyum sekilas menatap Hawa.


Hawa hanya mengangguk, pikiranya menerawang entah kemana tapi tiba-tiba sebuah wajah pria tampan muncul begitu saja di kepalanya.


"Om ganteng lagi apa yaa?" Ucap Hawa dalam hati.


"Sayang apa kamu ingin membeli perlengkapan untuk esok kita pergi." Tanya Mike ketika melihat Hawa hanya diam saja.


"Sepertinya tidak kak, tidak ada yang mau aku beli."


Bukannya menolak, tapi memang tidak ada yang ingin Hawa beli.


"Baiklah, jika kau butuh sesuatu katakan saja." Mike menyentuhnya tangan Hawa dan menggenggamnya.


Hawa reflek ingin menarik tangannya, tapi Mike mencegahnya. "Selama ini kita kurang berinteraksi dan pendekatan. Dan kini aku ingin kita lebih dekat, karena setelah ini entah dalam waktu dekat ataupun lama aku ingin menikahimu."

__ADS_1


Deg


.


.


"Maksud kamu apa!" Nathan menatap tajam Mario yang juga menatapnya.


"Saya serius tuan, saya ingin menikahi putri anda." Ucap Mario tegas tanpa rasa takut dan ragu diwajahnya.


Nathan tersenyum culas. "Sejujurnya apa yang kalian taruhkan hingga kakak beradik seperti kalian menginginkan putri saya."


Nathan tentu syok dan terkejut mendengar ucapan Mario yang mencintai putrinya dan ingin menikahinya, apalagi sekarang posisi Hawa adalah tunangan Mike adik Mario.


"Tidak ada, hanya saja saya ingin memperjuangkan cinta saya selama sepuluh tahun ini." Mario bicara apa adanya, pria itu jujur tidak ada yang dia tutupi, karena perasaannya untuk Hawa sudah bersemayam dalam hatinya sejak lama.


"Apalagi ini? sepuluh tahun?" Nathan menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi, mengusap wajahnya kasar. Sebenarnya ada apa dengan putrinya, yang kini tengah dilamar pria dewasa seperti Mario yang berumur 24tahun.


"Anda ingat saat anda pertama kali datang kerumah kedua orang tua saya saat Mike ulang tahun." Ucap Mario menceritakan sedikit pertemuan pertamanya pada Hawa. "Disaat itu saya mendapat hadiah ciuman di pipi, karena sudah mau menolongnya untuk mengambilkan eskrim." Tutur Mario membuat Nathan membelalakkan kedua matanya.


"Ayana ini semua sifat kamu menurun pada putriku." Kesal Nathan yang mendengar ucapan Mario, apalagi Hawa yang mencium pipi seorang pria lebih dulu.


"Karma apa ini, kenapa kisahmu lebih parah dariku." Ucap Nathan dengan wajah syok nya.


Putrinya baru berusia 16tahun, dan kini sudah ada pria yang ingin menikahinya.

__ADS_1


Seperti kata pepatah, buah tidak akan jatuh, jauh dari pohonnya. Dan sekarang Nathan melihat putrinya yang mengalaminya.


__ADS_2