
"Sayang..kau menyiksaku." Nathan sudah pasrah dengan apa yang dilakukan istrinya, sejak tadi Ami hanya memancing singkong premiumnya yang tertidur dan ini kembali berontak mendapat sentuhan dari sang Istri.
Ami terseyum menyeringai ketika sang suami sudah dibuatnya bertekuk lutut. "Apa kau ingin dipuaskan." Ucap Ami dengan nada sensual, membuat gejolak dalam diri Nathan semakin bergelora.
"Em, kau sungguh menyiksaku sayang." Nathan menatap wajah Istrinya dengan sayu, Nathan ingin sekali memberi pelajaran pada Istrinya yang sudah mempermainkannya. Tapi apa daya jika kedua tangannya diikat diatas kepalanya dan tidak bisa berkutik.
"Tapi dengan satu permintaan." Ucap Ami dengan menyusuri dada bidang Nathan yang polos menggunakan jemarinya.
Nathan dibuat kembang kempis merasakan tubuhnya yang sudah terbakar hasrat.
"Apapun itu." Ucap Nathan tanpa berpikir panjang, karena yang ada di otaknya, singkong premiumnya segera bekerja di dalam rumahnya.
Ami semakin bersemangat menggoda sang suami, dirinya tahu jika Nathan sudah tidak bisa menahan hasratnya.
"Ok, deal." Ami terseyum senang, dengan tangan membuka ikatan yang mengikat tangan Nathan.
"Kau, memancingku sayang, lihat dia sudah siap tempur." Nathan mengungkung tubuh Istrinya, memberi kecupan di leher hingga turun ke dada.
"Em, kau menyukainya." Ami meleguh sambil berbicara, menikmati bibir Nathan yang menyusuri kulit tubuhnya.
"Tidak, karena kau menyiksaku."
__ADS_1
"Ahh By." Desis Ami ketika Nathan mencicip buah kelembutan Ami yang semakin bulat dan padat.
"Sebentar lagi ini milik Nathan junior." Ucap Nathan sambil menatap wajah sayu istrinya, tangannya memijat dan meremas dua kelembutan Ami.
"Engh..By." Ami tak bisa berkata ketika bibir Nathan kembali bermain di pucuk miliknya yang semakin menegang.
"Katakan, apa syarat yang kau minta." Ucap Nathan yang sudah memposisikan dirinya didepan pusat tubuh sang Istri.
"Aku ingin, Ahhh.."
.
.
.
"Ya, sesuai dengan permintaan kamu." Nathan terseyum dan merangkul pundak Istrinya.
Pagi-pagi Ami disuguhkan dengan sesuatu yang membuat matanya melotot lebar. Warna pink terang dengan aksesoris hello Kitty membuat Ami kian kegirangan.
Sebuah motor matic yang harganya tidak seberapa, karena Nathan membelikan sesuai dengan permintaan sang Istri,. meskipun Nathan bisa membelikan pulau jika Ami memintanya, tapi sang Istri hanya mau dibelikan apa yang dia ucapkan dan tidak dengan yang lain.
__ADS_1
Tadi malam Nathan dibuat tak berkutik dengan istrinya, bagaimana bisa dirinya diperlakukan begitu panas, meskipun biasanya juga seperti itu. Tapi malam tadi Nathan sampai dibuat heran. Dan berakhirlah Ami yang menginginkan sesuatu sebagai syarat untuk mereka bercinta.
"Tidak perlu beli pulau, mending uangnya untuk beli sapi kurban." Ceplos Ami membuat Nathan tertawa.
"Kamu lupa siapa suamimu sayang." Nathan pun mengecup pelipis Ami.
"Boleh aku memakai_"
"Tidak boleh." Potong Nathan cepat sebelum Ami melanjutkan ucapanya.
"Ish, aku belum selesai bicara." Kesal Ami dengan cemberut.
"Yang jelas, kamu tidak boleh menegdarai motor ini sendiri kemanapun. Dan aku tidak akan mengijinkannya." Nathan bicara tegas, agar sang Istri tidak membantah.
"Tapi By, untuk apa dibeli jika tidak dipakai." Ketus Ami dengan wajah ditekuk. Dia pikir setelah mendapatkan apa yang dia inginkan maka bisa menggunakan barang tersebut.
"Bisa kamu naiki tapi tidak untuk menjalankannya." Jawaban Nathan membuat Ami melongo.
"Sekalian aja kamu belikan aku odong-odong." Kesal Ami yang sudah diubun-ubun.
"Ide Bagus agar kamu bisa menaikinya."
__ADS_1
Gubrak